
Happy Reading😘
Setelah acara selesai, kini tinggalah Gavin dan kedua sahabat nya juga Lala. Mereka berempat sedang mengobrol ringan, di selingi canda dan tawa.
Seperti sekarang, Dillon sedang membahas acara pernikahan Al dan Lala. Bahkan Lala pun belum memberikan jawaban pada Al.
"Jadi, kalau nanti kalian bulan madu. Gw bakal kasih kalian tiket di hotel berbintang." Ujar Dillon.
"Bintang apa Lon?" Tanya Hazel.
"Ya Bintang laut lah, sarinem."
"Buset nih anak, sedari tadi nyebut gw sarinem mulu. Emang Lo pikir gw topeng monyet keliling apa?" Kesal Hazel sambil menimpuk Dillon dengan kacang di tangan nya.
Al, Lala dan Dillon tertawa melihat wajah kesal Hazel.
"Hahhaa.... Emang, Zel. Lo itu sangat mirip! Bahkan 11 12 haha....." Ledek Dillon.
"Dasar temen tak berakhlaq Lo. Awas aja, gw sumpahin Lo gak laku baru tahu!"
"Loh, kok nyumpahinnya gitu ama sih Zel? Jangan gitu lah, nanti kalau gw gak kawin gimana? Gw gak bisa nyetak adonan dong?" Protes Dillon.
"Itu mah derita Lo." Cetuk Hazel.
Lala dan Al saling lempar pandang satu sama lain. Mereka amat terhibur dengan candaan dua pria tampan di hadapannya itu.
Lala mulai tak nyaman dengan candaan Dillon dan Hazel yang membahas tentang pernikahan, apalagi menjurus ke arah sana.
Pipi Lala seketika memerah, saat membayangkan jika ia dan Al yang melakukan itu.
'Duh Lala, kenapa otakmu kotor sekali sih? Pikiranmu terlalu jauh La.' Batin Lala
"Sayang, Kak Hazel, Kak Dillon. Aku pamit ke kamar dulu ya! Ini kan udah malem, Lala mau istirahat dulu." Pamit Lala
"Iya, jangan lupa mimpi indah ya Lala sayang." Celetuk Dillon.
Bugh
Al menonjok bahu Dillon dengan kesal, dia tak Terima Dillon menyebut Lala dengan sayang.
Hatinya merasa cemburu, sedangkan yang di tonjok hanya mengaduh sambil mengusap bahu kekar nya.
"Sakit oneng." Gerutu Dillon.
"Lagian napa Lo nyebut tunangan gw dengan sayang hah! Mw gw jahit mulut Lo." Ancam Al dengan tatapan tajamnya.
Lala tersenyum tipis saat melihat kecemburuan Al. Setelah itu ia pun pamit ke kamarnya.
🌹
🌹
Kemudian Al pun berjalan keluar kamar, dan menuju kamar Lala yang berada di sebelah kamar nya.
Ternyata pintu kamar Lala tidak di kunci, Al yang melihat itu segera masuk kedalam dan melihat kamar itu gelap.
Hanya di terangi oleh lampu tidur saja.
Al berjalan ke arah ranjang, dan melihat Lala sedang tertidur pulas. Dengan gerakan lembut, Al tidur di samping Lala dan mengusap wajah cantiknya.
'Kamu terlihat sangat menggemaskan kelinci kecil.' Batin Al dengan senyum manis di bibirnya.
Hooaaam
Al yang tadinya tidak mengantuk sama sekali, tapi saat berada di samping Lala menjadi mengantuk.
Akhirnya Al pun tidur sambil memeluk tubuh hangat tunangan nya itu. Lala yang merasa hangat, akhirnya memeluk balik tubuh Al dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Al.
Dengan tak sadar, Lala mengambil tangan Al dan memenlukya di depan dada.
Gluk
Al meneguk ludahnya dengan kasar, saat merasakan sesuatu yang kenyal dan juga empuk di tangan nya.
'Duh, kenapa Lala bawa tangan aku ke daerah situ sih! Aku kan jadi gak bisa tidur kalau kayak gini.' Batin Al.
Dengan susah payah Al menarik tangannya dari sana. Tapi semakin di tarik, Lala malah selain erat memeluknya. Dan semakin di tarik, maka gesekan itu semakin terasa.
Al merasakan sesuatu yang gawat di bawah sana yang mulai bangun dari tidur nya.
"Gawat" Gumam Al
Al merasa telah masuk kedalam kandang singa. Apalagi singa di bawah sana dudah mulai memberontak, tapi Al tak mau membangunkan Lala.
Melihat wajah nyenyak Lala, Al tak tega jika harus membangunkannya. Alhasil, Al harus menahan singa di bawah sana.
30 menit sudah, Al masih diam tak bergerak. Dia sambil menikmati wajah manis Lala, sekaligus menikmati tersiksa nya sesuatu yang tak tersalurkan.
"Dia tidur nyenyak banget! Sedangkan aku sedang kesusahan menahan sesuati Apa aku pegang dikit aja ya." Gumam Al
Al pikir toh bukan salah dia, tapi Lala sendiri yang membawa tangan nya ke sana.
Dengan pelan Al menangkup satu buah kenyal itu. Dada nya berdebar kuat saat merasakan kekenyalan dan juga kehangatan benda itu.
'Ya ampun, ukuran nya sangat pas di tanganku, bahkan penuh. Dan sepertinya Lala gak pakai dalaman. Buktinya, aku bisa merasakan sesuatu yang menonjol.' Batin Al sambil meremas pelan benda itu.
Tak ada pergerakan dari Lala, dia sangat nyenyak dalam tidurnya. Hingga Al mulai semakin nackal dengan tangan lucknut nya yang tak bisa lagi Al kondisikan.
Bersambung......
Ya ampun Al, kau benar benar nackal🤣🤣Kondisikan tangan mu Al