Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Otw Bucin


Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Dev melajukan motor nya membelah jalanan ibu kota menuju kampung halaman istrinya. Saat ini Dev dan Dea tengah mengenakan pakaian serba hitam bak seorang pengawal.


Dev memang tadi memiliki ide untuk mengelabui orang orang yang berniat jahat padanya. Sebab Dev sangat yakin jika orang itu pasti sudah memantau gerak gerik Dev dan Dea di mansion.


Itu sebab nya Dev menaiki motor ke kampung nya Dea, sedangkan mobil Dev di bawa oleh anak buah Dev.


"Mas, apa anak buah kamu gak papa?" Tanya Dea dengan suara cemas.


Dea cuma tidak mau seseorang celaka karena menyelamatkan dirinya. Dev memegang tangan Dea yang ada di atas perut nya.


"Kamu tenang saja sayang! Aku sudah mengantisipasi itu? Kamu jangan cemas ya! Mereka sudah terlatih kok." Ucap Dev mencoba menenangkan perasaan istrinya yang sedang cemas itu.


Memang benar jika Dev tadi menyuruh 2 orang pengawal untuk menyamar jadi Dev dan Dea. Dan benar saja tak berapa lama mobil Dev keluar, ada yang mengikuti nya dari belakang.


Mereka ada 2 orang dan menaiki motor. Mereka berpakaian serba hitam dengan helm menutupi kepala mereka. Saat di jalanan yang mulai sepi, motor itu menyelip dan menempelkan sesuatu di samping mobil Dev.


"Mereka sudah melakukan nya." Ucap seorang pria di kursi samping kemudi.


"Ayo bersiap." Ucap pria yang sedang menyetir.


Lalu pintu mobil terbuka dan mereka meloncat setelah memastikan mobil itu tetap berjalan lurus.


Benar saja kata Dev, tak lama setelah mereka meloncat tiba tiba mobil itu meledak.


Duuaar


Duuaaar


Ledakan yang sangat besar terdengar sangat jelas dan menimbulkan kemacetan, dan beberapa mobil berhenti karena takut terkena api nya.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Dev memberhentikan motor nya di pinggir jalan, dia harus menghubungi anak buah nya apakah mereka selamat atau tidak. Walaupun keyakinan Dev 90% mereka selamat.


Tuut


Tuut


Telfon pun tersambung, Dev langsung menanyakan soal keadaan mereka.


"Hallo, gimana keadaan kalian? Apa benar jika bom itu terjadi?" Tanya Dev.


"Baguslah jika kalian tak apa-apa. Sekarang pulang saja!"


Tut


Telfon pun terputus, Dev kembali memasukan ponsel nya ke dalam saku jaket. "Gimana Mas? Mereka gak papa kan?" Tanya Dea


Dev memegang pipi istrinya, lalu kemudian mengecup tangan Dea.


"Gak papa, kamu tenang saja! Mereka baik baik saja, lebih baik sekarang kita lanjutkan perjalanan soalnya langit sudah mendung."


Dea mengangguk lalu kembali memeluk tubuh suaminya, Dea merasa lega sebab bodyguard suaminya baik baik saja. Dev kembali melajukan motor nya dengan cepat.


Tak terasa 2 jam sudah perjalanan mereka lewati, dan hujan rintik rintik sudah mulai turun. Dev yang melihat itu segera mencari tempat berteduh, tapi naas hujan langsung turun deras.


Dev segera menepikan motornya di sebuah warung kecil penjual kopi, mereka berdua segera berteduh. Terlihat jika Dea menggigil kedinginan sebab baju nya basah akibat kesiram guyuran air hujan.


Dev yang melihat itu segera menggosok tangan nya dan menggenggam tangan Dea. Lalu meniup niup tangan Dea agar terasa hangat.


Mata Dea menatap penuh rasa syukur dan bahagia saat melihat dan merasakan perhatian Dev untuk nya. Dada Dea berdesir hangat saat mendapatkan perlakuan manis itu dari suaminya.


"Mas, kita ngopi dulu yuk!" Ajak Dea sambil menengok ke arah belakang Dev.


Dev mengikuti arah pandang istrinya. Dev terlihat ragu, tapi saat ini tubuh mereka butuh yang panas panas. Dea yang melihat itu segera menarik tangan Dev dan duduk di kursi panjang.


"Pak kopi susu nya satu, sama teh panas nya satu ya!" Ucap Dea pada bapak bapak penjual kopi.


"Baik Mba."


"Sayang, kamu yakin di sini bersih?" Bisik Dev.


Dea yang mendengar itu segera menggenggam tangan Dev dengan senyuman manisnya. "Mas tenang saja, insya Allah gak akan bikin perut Mas sakit kok!" Ucap Dea sambil menggesekan kedua tangan nya.


Dev membuka jaket nya dan memakaikan nya ke tubuh Dea. "Mas, nanti kamu kedinginan?" Tolak Dea.


"Gak akan sayang! Kan ada kamu yang menghangatkan aku." Jawab Dev dengan mesyum sambil mengerlingkan sebelah mata nya.


Dea yang melihat itu akhirnya mencubit paha Dev dengan gemas. "Dasar OTW bucin." Ledek Dea.


"Apa itu Bucin?" Bingung Dev.


"Budak cinta."


"Gak papa! Asal Bucin nya sama kamu?" Goda Dev sambil merangkul pinggang Dea. Namun Dea melepaskan nya, dia malu sebab di sana ada beberapa orang juga yang ngopi selain mereka berdua.


Bersambung.......