Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Sedang Di Intai


Happy Reading ๐Ÿ˜˜


Mama Rose menghampiri Lala yang masih terbaring di kasur, sedangkan Alvin sudah berangkat ke kantor nya.


Mama Rose duduk di samping Lala, dia menggenggam tangan gadis itu. Melihat Lala, mengingatkan nya pada putrinya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.


"Nak, kalau keadaan kamu sudah lebih baik, kita ke rumah Tante ya." Ucap Mama Rose sambil menatap Lala.


Lala terlihat bingung dengan ucapan wanita paruh baya di hadapan nya itu.


"Maksudnya gimana Nyonya?" Tanya Lala dengan bingung.


"Kamu kan kerja di sini pada Alvin. Nah, Tante mau ajak kamu kerja di rumah saja! Tante juga sudah bicara sama Al, dan Al mengizinkan itu." Jelas Mama Rose.


Lala terlihat bingung dan bimbang. Dia bingung kenapa harus pindah, sebab pekerjaan nya kan sama saja.


"Nak, jujur saja! Melihat kamu, Tante seperti melihat putri Tante yang bernama Airin. Tapi sayang, dia sudah pergi."


Wajah Mama Rose tiba tiba saja terlihat mendung saat mengatakan itu. Lala yang melihat nya merasa kasihan.


"Maaf Nyonya! Memang nya kemana putri nyonya pergi?" Tanya Lala


"Dia sudah pergi ke pangkuan sang Khaliq." Jawab Mama Rose dengan wajah sedih nya.


Lala yang melihat itu merasa tak enak hati, dia kasihan pada wanita paruh baya di hadapan nya itu. "Kalau gitu, Lala mau ikut Nyonya." Jawab Lala akhirnya.


Mama Rose yang melihat itu amat sangat bahagia, dia segera memeluk tubuh Lala dengan erat.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Dea pulang bersama dengan Dev, hari ini bahkan Dea tak banyak bicara. Dia hanya diam saja, bahkan nafsu makan nya juga berkurang.


Sesampainya di Mansion, Dea dan Dev langsung di cegat oleh Mama Linda. Dia segera memeluk Dea dengan erat, terlihat jelas raut wajah khawatir yang teramat sangat.


"Nak, kamu gak papa kan? Ada yang luka gak?" Tanya Mama dengan nada khawatir.


"Alhamdulillah Ma, Dea gak papa kok!" Jawab Dea.


Mama memang mengetahui tentang insiden tadi siang. Sebab Arumi melihatnya dalam bayangan, nomor Dev dan Dea juga tidak aktif saat di telfon.


Tapi melihat Dea baik baik saja, Mama Linda merasa amat sangat lega.


Makan malam pun telah tiba, kini semua sudah berkumpul di meja makan. Arumi terus menatap Dea dengan tatapan serius, dan itu membuat semua orang heran termasuk Dea.


"Rumi, kenapa kamu lihatin Aunty Dea kayak gitu?" Tanya Dira pada putrinya itu.


"Rumi melihat sesuatu Mom! Tapi tidak jelas, hanya sekelebatan saja."


"Sesuatu apa itu?" Tanya Dev, tapi Rumi malah menggeleng.


"Rumi gak tahu Om! Yang pasti, Rumi merasa jika Aunty sedang di intai." Jelas Rumi sambil memakan ayam tepung nya.


Perasaan semua orang terlihat sangat cemas, begitu pun dengan Dea. Dev segera menggenggam tangan istrinya lalu memberikan nya senyuman hangat.


Dea yang mendengar itu begitu terharu, dia sangat beruntung memiliki suami seperti Dev yang begitu sangat menyayangi nya.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Alvin sudah berada di kediaman orang tuanya. Dia di suruh Mama Rose untuk tinggal di rumah lagi. Jika Al tak mau, maka Mama Rose tidak mau menganggap Al sebagai anaknya lagi.


Al yang di ancam seperti itu tentu saja sangat takut. Dia tak mau jika Mama nya sampai marah pada nya.


"Al, Mama sangat kagum sekali pada Lala. Dia gadis yang tangguh dan mandiri." Ucap Mama Rose saat berada di meja makan.


"Maksud Mama?" Tanya Al yang belum tahu arah pembicaraan Sang Mama.


"Mama sudah tahu semua tentang Lala, Al." Ujar Mama Rose.


Alvin yang mendengar itu hanya beroh saja, dia tahu pasti Mama nya akan menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki tentang Lala.


"Mangkannya aku kasih dia kerjaan Ma!" Ucap Al


Setelah makan malam selesai, Al pun masuk kedalam kamar nya untuk mengecek pekerjaan untuk esok hari. Tak terasa sampai jam 1 malam, Al baru selesai dengan laptop nya.


"Eeuughh, kok aku jadi laper ya!" Gumam Al sambil meregangkan otot otot tangan nya.


Dia pun keluar dari kamar dan menuju dapur, tapi saat sampai di meja makan Al tak menemukan makanan sama sekali.


"Duh, makan apa ya?" Bingung Al sambil membuka kulkas.


Al mendesah kasar, lalu berbalik hendak ke kamar nya. Mau membangunkan pelayan juga dia tak enak.


Bruk


Tubuh nya bertabrakan dengan seseorang, Al yang melihat orang itu akan jatuh segera menangkap nya. Pandangan kedua nya sama sama terkunci beberapa saat sebelum Al menyadari nya.


"Ekhm, maaf. Kamu gak papa La?" Tanya Al dengan nada canggung.


Ternyata orang itu adalah Lala, dia bangun malam sebab merasa haus.


"Gak papa Tuan! Tuan sedang apa di sini?" Tanya Lala


Jantung keduanya sama sama berdebar setelah kejadian tadi. Apalagi otak Al malah mengingat kejadian tadi siang yang melihat tubuh mulus Lala.


"Saya lapar La! Tapi sayang, gak ada makanan." Ujar Al


Lala membuka kulkas, lalu menemukan spageti. Dia pun menawarkan Al makanan itu, dan Al menyetujuinya.


"Maaf ya, kalau saya bikin repot." Ucap Al merasa tak enak.


"Gak papa Tuan, santai saja."


Bersambung.......