Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Aku Seperti Predator Saja


Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Setelah pangutan itu terlepas, Lala dan Al meraup udara banyak banyak. Keduanya sama sama terengah.


Lala turun dari pangkuan Al, sebab ia merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana, dan itu membuat dia tak nyaman.


Walau umur Lala masih 18 tahun jalan 19. Dia sudah faham tentang cara membuat anak, Lala juga tak terlalu polos walau dia sama sekali tak pernah merasakan nya


Pergaulan zaman sekarang sudah banyak yang bebas. Apalagi dulu Lala dari orang berada.


"Sayang, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Lala


"Apa itu? Tapi sebelum itu, aku mau kamu bicaranya tetap duduk di pangkuan ku." Ucap Al sambil menahan pinggang Lala.


Lala semakin tak nyaman, dia mencoba untuk bangkit tapi Al malah menahan pinggang nya.


"Diam sayang, kamu membangunkan yang di bawah sana!" Jelas Al dengan suara serak nya.


Dengan sekuat tenaga dia menahan gejolak dalam dirinya.


"Ya mangkannya aku bangun Sayang! Kalau tetap begini, nanti tongkat aladin nya makin gawat." Kesal Lala


Al tersenyum menyeringai mendengar ucapan kekasihnya itu.


"Memang kamu tahu apa itu tongkat aladin?" Goda Al dengan kedipan sebelah mata nya.


Bukan nya menjawab, Lala malah mencubit perut sixpack nya Al. Membuat Al tertawa renyah.


"Aku gak sepolos itu kali." Ketus Lala


"Eum, berarti kekasihku ini sudah dewasa ya! Atau jangan jangan kamu sudah pernah melihat secara live bagaimana itu tongkat Aladin?" Goda Al lagi.


"Iish, gatau ah." Rajuk Lala sambil berlalu keluar dari kamar Al.


Sedangkan Al yang berhasil menggoda pacarnya itu langsung tertawa terbahak, saat melihat wajah merah malu Lala.


Al menatap pintu yang sudah tertutup lagi, dia juga heran kenapa bisa ia jatuh cinta pada seorang gadis yang bahkan jauh 7 tahun di bawah nya


Seorang gadis yang baru saja lulus SMA. Cinta memang tak memandang umur dan juga kasta.


Kita tak tahu kemana Cinta dan hati kita akan berlabuh dan menemukan tempat ternyaman nya.


"Rasanya aku seperti predator saja!" Gumam Al sambil terkekeh kecil.


Setelah itu Al pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan wedang jahe yang dia minta pun tak ia sentuh sama sekali


Itu hanya alibi nya saja, agar bisa berdua duaan bersama Lala.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Mama Linda dan keluarga Al yang lain sudah tahu kejadian yang menimpa Dea tadi siang.


Tentu saja mereka amat cemas dengan keadaan Dea, bahkan setelah kejadian tadi siang Dea banyak diam .


Dia seperti orang yang masih trauma.


"Sayang, kenapa belum tidur?" Tanya Dev saat melihat Dea yang masih bermain dengan ponselnya


"Aku lagi chatan Mas, sama kak Lusi." Jawab Dea.


"Yasudah, sekarang kita tidur yuk! Besok kan kamu mau ikut aku ke Singapore." Ucap Dev sambil mengambil ponsel Dea.


Dea mengangguk lalu mulai berbaring di samping Dev.


Mereka besok memang berencana akan ke Singapore untuk masalah kerjaan sekaligus honeymoon.


Dev juga sengaja mengajak istrinya, agar Dea bisa lebih rilex dan tak kepikiran soal kejadian tadi siang lagi.


"Mas, naik pesawat itu takut gak sih?" Tanya Dea di pelukan Dev.


"Kenapa gitu? Kamu takut?" Heran Dev.


Dea mengangguk jujur. "Iya Mas, aku kan belum pernah naik pesawat. Jadi aku takut!"


"Kamu tenang saja sayang! Aku ada disini buat kamu." Ucap Dev menenangkan Dea.


Lalu mereka pun tertidur menjemput alam mimpi.


Pagi hari Dev dan Dea sudah siap untuk pergi ke bandara, di antar oleh Al yang sudah stay 30 menit yang lalu di kediaman Bachtiar.


"Kalian hati hati di jalan ya! Dev, Mama titip Dea. Ingat, jangan sampai menantu Mama ini lecet atau luka sedikitpun." Tegas Mama Linda dengan tatapan tajam nya pada Dev.


"Siap Mama sayang! Tanpa Mama suruh pun, Dev akan menjaga Dea dengan nyawa Dev." Ucap Dev sambil merangkul pinggang Dea


"Sayang, ingat pesan Mama ya! Jangan pergi kemana-mana tanpa suami kamu." Ujar Mama Linda pada Dea.


"Iya Ma! Dea akan selalu berada di sisi Mas Dev."


Mereka pun pamit dan masuk kedalam mobil untuk ke bandara.


Bersambung.. .....


.