
Happy reading
Hari ini Dea pulang dari Jerman, setelah dua minggu berada di sana. Dia dijemput oleh Mama Linda dan juga Papa Bachtiar yang sudah menunggu dia dan juga Dev di bandara.
Saat Mama Linda melihat Dea, Dev dan juga Berlian keluar dari bandara. Beliau pun langsung memeluk menantu kesayangannya, kemudian mencium kening Dea.
"Bagaimana liburannya Nak? Apa menyenangkan?" Tanya Mama Linda kepada Dea dan langsung dibalas anggukan oleh Dea.
"Alhamdulillah Ma, menyenangkan," jawab Dea.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah, bahkan di dalam mobil Mama Linda terus saja mengajak ngobrol Berlian. Karena dua minggu tidak bertemu dengan cucunya, membuat Mama Linda kesepian.
*****************
Satu minggu lagi acara akad nikah antara Nina dan juga Hazel akan dilaksanakan, dan saat ini Nina dan keluarganya sedang berada di kediaman Bachtiar karena semua keperluan Nina akan dipersiapkan di kediaman Bachtiar atas permintaan Dea, karena dia tidak mau jika nanti Fahri mengacaukan acara Nina.
Hari ini Dea dan juga Mama Linda mengajak Nina untuk ke salah satu butik untuk membeli gaun pernikahan buat acara akad nikah Nina dan juga Hazel.
Saat sampai di butik langganan milik Mama Linda, ternyata di sana juga sudah ada Hazel yang sedang menunggu untuk fitting baju pengantin.
"Kamu sudah sampai ternyata? Kirain tante belum sampai," ucap Mama Linda saat melihat Hazel sudah duduk dan menunggu mereka.
"Iya tante," jawaba Hazel sambil mencium tangan Mama Linda.
"Ya sudah, yuk kita coba sekarang baju pengantinnya. Soalnya Mama juga tidak bisa lama-lama di sini, karena kan acaranya sebentar lagi, dan seminggu ini kita sangat sibuk," ujar Mama Linda sambil melihat ke arah Jejeran baju-baju pengantin.
Nina dan Hazel pun mengangguk, kemudian mereka mencoba baju yang sudah disiapkan oleh desainer yang ada di sana.
"Bagaimana tante,Dea?" Tanya Nina kepada Mama Linda dan juga Dea.
"Wah... Kamu cantik sekali Nin! Kamu sangat cocok dengan baju itu," puji Dea saat melihat Nina memakai kebaya putih yang akan dia pakai di acara akad nanti.
"Iya, kamu sangat cantik nak pakai kebaya itu. Iya kan Hazel?" Tanya Mama Linda sambil melirik ke arah Hazel, dan langsung dibalas anggukan oleh pria tampan itu.
Bahkan Hazel sampai terbengong melihat Nina begitu cantik dan imut, sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepalanya dengan wajah malu.
'Sungguh sangat menggemaskan. Jika saat ini dia sudah sah saja menjadi istriku, sudah ku bawa dia ke kamar,' batin Hazel sambil meneguk ludahnya dengan kasar.
****************
Bahkan Nina dan Hazel pun tidak bertemu ataupun mengirim pesan hanya untuk menanyakan kabar, karena orang tua mereka melarang sebelum menikah untuk bertemu dulu.
Dan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Nina dan juga Hazel,.mereka akan melangsungkan pernikahan dan menyatukan cinta mereka dalam satu ikatan suci di hadapan Allah, dan di hadapan semua orang.
Dan Nina saat ini tengah berada di kamarnya, dan dirias oleh mua ternama di kota sana. Hazel dan juga Dev sudah mempersiapkan 20 pengawal di kediaman Bachtiar.
Tadinya pernikahan itu akan dilaksanakan di kediaman Hazel, tetapi atas permintaan Dea pernikahan itu pun dilaksanakan di kediaman Bachtiar.
Hazel turun dari mobil, berjalan memasuki kediaman Bachtiar dengan wajah yang tegang. Tidak Hazel pungkiri jika saat ini dia memang sangat gugup, karena ini adalah pertama kalinya dia mengucapkan ijab qobul demi untuk memiliki seorang wanita.
Tante Eriska menuntun Hazel untuk duduk di sebuah kursi, dimana kursi itu dan semua orang yang ada di sana akan menjadi saksi bersatunya cinta dia dan juga Nina.
"Bagaimana? Apa sudah siap?" Tanya penghulu kepada Hazel.
Hazel menarik nafasnya sambil memejamkan mata, kemudian dia pun membuka matanya dan mengangguk. s
"Sudah Pak," jawab Hazel dengan mantap.
Pak penghulu pun menjabat tangan Hazel, lalu mengucapka ijab. Dan dengan satu kali tarikan nafas, Hazel pun sudah berhasil mempersunting Nina menjadi istrinya.
"Saya terima, nikah dan kawinnya Nina Anggraini, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Hazel dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana saksi, sah?"
"SAH..."
Semua orang mengucapkan Alhamdulillah, begitupun dengan Hazel, dia merasa hatinya begitu plong telah mengucapkan ijab qobul yang selama semalam dia hafalkan berturut-turut. Bahkan dia sampai tidak tidur, Hazel juga memberikan mas kawin berupa satu unit rumah dan juga perhiasan satu set yang seharga 500 juta untuk Nina.
Nina turun dari tangga, dituntun oleh Dea dan juga ibunya. Dia begitu sangat cantik bagaikan bidadari yang baru saja turun dari khayangan, begitu anggun nan menawan, dengan make up yang dipoles oleh mua ternama. Membuat kecantikan Nina seperti menghipnotis semua orang.
Dia berjalan ke arah Hazel kemudian duduk di samping Hazel dengan dada berdebar, dan mencium tangan Hazel. Lalu Hazel pun mencium kening Nina, dan momen itu telah diabadikan oleh fotografer yang ada di sana yang sudah disiapkan oleh Dev.
Ada desiran aneh saat Hazel mencium kening Nina, tetapi rasa bahagia kini telah menari di hati Hazel, karena sudah berhasil memiliki Nina seutuhnya.
Bersambung. . ......
Maaf ya autor akhir-akhir ini jarang update, soalnya author akhir-akhir ini sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit🙏🙏dan ini badannya baru mendingan jadi mohon pengertian kalian semua ya😘