
Happy Reading😘
Dev dan Dea baru saja selesai membersihkan diri setelah berolahraga pagi.
Tentunya olahraga yang membuat mood menjadi baik dan juga ceria.
Rencana nya hari ini Dev akan mengajak Dea jalan jalan ke sebuah tempat yang sangat terkenal di Singapura.
Tempat itu biasa di datangi para turis yang berlibur atau datang ke negara Singapura.
"Mas, emang kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Dea dengan penasaran.
"Kamu maunya kemana?" Tanya Dev balik.
"Eum, aku terserah Mas saja! Kan yang lebih tahu negara ini Mas." Jelas Dea.
Setelah mereka siap, Dev pun mengajak istrinya turun ke pantai bawah untuk menuju mobil.
Sepanjang perjalanan Dea terus menatap kagum pada setiap bangunan ia lewati. Tak ia sangka, jika kaki nya sekarang menapaki negara tetangganya upin ipin itu.
Sesampainya di tempat tujuan, Dev segera membuka pintu mobil Dea.
"Ya Allah Mas, ini kan yang biasa aku lihat di tv." Ucap Dea dengan antusias.
"Kamu suka?"
"Suka banget."
Dev mengajak Dea untuk berdua foto di sana. Dia mengajak Dea ke Merlion park. Itu adalah sebuah patung dengan kepala singa dan berbadan ikan yang sudah menjadi maskot di Singapura.
Nama Merlion sendiri adalah gabungan dari Mermaid dan Lion. Atau dalam bahasa indonesia ikan duyu dan singa.
Setelah puas di sana, dan hari juga menjelang sore.
Dev membawa Dea untuk makan dulu, setelah itu dia akan membawa Dea kesuatu tempat yang indah dan juga romantis.
"Kita mau kemana lagi Mas?" Tanya Dea saat selesai makan.
"Ke tempat berikutnya. Dan aku yakin, kalau kamu pasti bakalan suka." Ucap Dev.
Setelah membayar makanan, Dev menggandeng tangan Dea untuk menuju tempat berikutnya yang akan mereka datangi.
Tapi sebelum itu mereka mampir dulu ke sebuah masjid untuk menunaikan shalat maghrib.
"Kamu cape gak?" Tanya Dev saat di dalam mobil.
"Nggak kok Mas. Aku malah penasaran, kemana suamiku akan mengajak aku lagi." Jawab Dea dengan antusias.
Dev mengusap lembut pipi Dea, dia sangat bahagia melihat wajah bahagia istrinya itu.
Tak sia sia Dev meluangkan waktu cuti 1 minggu untuk memanjakan sang istri tercinta..
"Waaah, ini apa Mas? Indah sekali." Ujar Dea dengan tatapan penuh kagum saat melihat keindahan tempat di hadapan nya.
"Ini nama nya Singapore River."
"Singapore River? Apaan tuh Mas?" Tanya Dea karena dia memang tak faham sama sekali.
Dan kamu tahu, tempat ini adalah salah satu tempat wisata di Singapura yang paling ramai di kunjungi wisatawan." Jelas Dev
"Kenapa bisa ramai?" Tanya Dea lagi sambil menikmati keindahan di depan nya.
"Karena, Singapore River ada salah satu kegiatan menarik, yaitu Singapore River Cruise. Atau wisata yang menyusuri sungai dengan menggunakan perahu listrik canggih."
"Oh, begitu ya. Kalau gitu Dea mau dong Mas, naik perahu nya!" Pinta Dea.
Dev dengan senang hati menuruti keinginan sang istri.
🌹
🌹
🌹
Saat ini Lala dan keluarga Al sedang berada di ruang keluarga. Papa nya Al juga sudah pulang dari luar kota tadi sore.
Dan Mama Rose sudah menceritakan semuanya pada Papa Al.
"Jadi Al, apa kamu benar benar serius sama Lala?" Tanya Papa
"Iya Pa, Al benar benar serius sama Lala." Jawab Al dengan mantap.
Sedangkan Lala hanya diam menunduk, dia tak berani menatap Papa dari kekasihnya itu. Nyali Lala menciut.
"Baiklah, jika kamu sudah yakin. Tapi Papa merasa lucu saja sama kamu!"
"Lucu! Lucu kenapa Pa?" Bingung Al
"Ya lucu saja, soalnya kamu seperti seorang predator saja, menikahi gadis 18 tahun." Ujar sang Papa sambil terkekeh kecil.
"Ya, mana Al tahu kemana ni hati akan menetap."
Lalu mereka pun mulai membahas acara pertunangan untuk Al dan Lala.
"Loh, besok malam Pa! Tapi mana sempat Pa? Kan kita harus menyebar undangan dulu." Heran Al.
"Al, kamu dan Lala akan bertunangan dulu! Soal undangan kita sebar nanti jika kamu dan Lala jadi menikah. Kan Lala juga belum menjawab, apa dia mau menikah sama kamu atau nggak? Dan jawaban nya juga masih lama. Daripada nanti kamu tunangan, terus pada akhirnya kalian gak jadi nikah, gimana tanggapan orang?" .
Al terdiam mendengar penjelasan sang Papa, lalu dia pun menangguk.
"Iya Pa, Al setuju. Gimana sayang?" Tanya Al pada Lala.
"Kalau Lala terserah sama Mama dan Papa saja." Jawab Lala
"Ok, berarti viks ya! Besok malam kalian tunangan. Dan kamu Al, jangan lupa kabari semua sahabat kamu. Oya, satu lagi! Jangan rusak Lala sebelum kalian halal ya, ingat!" Pesan Papa Blossom
Al mengangguk tanda iya. Setelah itu Mama dan Papa Al masuk kedalam kamar.
Kini di ruang keluarga hanya ada Lala dan Al.
'Bagaimana aku bisa tahan Pa! Bibir Lala aja bikin aku candu.' Batin Al sambil melirik ke arah kekasihnya itu.
Bersambung......