Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Karena Harta


Happy reading.........


Fahri terdiam sambil menatap Pak Joko, dia takut jika memang Pak Joko mengetahui tentang motif dia untuk kembali kepada Nina. Tetapi jauh di lubuk hati Fahri, memang dia tidak ikhlas melihat Nina bahagia bersama pria lain. Entah kenapa ada rasa tidak rela di hati Fahri, saat melihat Nina dilamar oleh Hazel.


"Tidak pak, saya benar-benar mencintai Nina. Tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti Nina, Pak," bantah Fahri mencoba meyakinkan Pak Joko.


"Kamu pikir saya ini bodoh? Kamu pikir saya tidak tahu semuanya? Kamu mengejar Nina hanya untuk mendapatkan warisan kan dari orang tua kamu? Sudahlah, bu Ningsih sebaiknya anda ini berikan saja warisan kebun karet itu kepada Fahri, daripada Fahri mengganggu kehidupan Nina. Saya tidak mau ya gara-gara Fahri, Nina menjadi menderita kembali. Sebagai orang tua, saya sungguh tidak rela," ucap Pak Joko sambil menatap bu Ningsih yang berada di samping Fahri.


"Jika ini memang karena warisan, sebaiknya kamu pulang Fahri. Ibu akan memberikan warisan kebun karet itu kepada kamu, jika itu emang mau kamu. Tetapi jangan pernah kamu mengganggu Nina! Biarkan dia bahagia, dia juga pantas untuk mendapatkan kebahagiaannya Fahri," ujar Bu Ningsih sambil menarik tangan Fahri.


"Tidak Bu! Fahri tidak rela melihat Nina bersama dia. Memang Fahri mendekati Nina kembali, hanya ingin warisan itu. Tapi Fahri juga tidak rela, melihat Nina bersanding dengan pria lain."


Semua warga yang ada di sana menyoraki Fahri, mereka tidak menyangka jika Fahri bisa berpikiran seperti itu. Hanya karena warisan, Fahri sampai rela mempermainkan hati seorang wanita.


Akhirnya setelah dipaksa pulang, dan diusir oleh pengawal Hazel. Fahri pun mau untuk pulang, tapi sebelum itu dia menatap Hazel dengan tajam. "Aku tidak akan membiarkan kamu, memiliki Nina!" Ancam Fahri sambil menunjuk wajah Hazel.


Nina menggenggam erat tangan ibunya, dia sangat ketakutan, karena walau bagaimanapun trauma itu masih ada di hati Mina.


"Sebaiknya kita masuk yuk! Tidak baik di tonton oleh tetangga," ujar tante Eriska mengajak Nina dan juga Hazel untuk masuk ke dalam rumah kembali.


Waktu pun telah masuk waktu dzuhur, kemudian mereka pun melakukan salat dzuhur berjamaah di ruang tamu. Setelah itu mereka mengadakan makan siang bersama, dengan keluarga Nina yang ada di sana juga.


"Begini pak, bu, semuanya. Saya mau pembicarakan hal penting kepada kalian," ucap Hazel membuka pembicaraan.


"Ada apa nak?" Tanya Pak Joko kepada Hazel.


"Begini Pak, saya rencananya akan mengadakan resepsi pernikahan beserta akad, bukan di kampung Nina. Saya hanya tidak mau, jika acara nanti kacau gara-gara Fahri. Saya ingin acara sakral saya dan juga Nina, dijalankan dengan penuh ketenangan dan kenyamanan. Jadi,.mungkin kami akan melaksanakannya di rumah saya saja, bagaimana Pak? Ini demi kenyamanan kita bersama," jelas Hazel kepada keluarga Nina.


Semua orang yang ada di ruang tamu itu melirik satu sama lain, sambil menatap kearah Hazel. Kemudian pak Joko pun mengangguk setuju dengan ucapan Hazel. "Bapak setuju dengan ucapan kamu nak. Kita laksanakan pernikahan kalian di rumah kamu saja, Bapa juga takut, kalau di sini nanti fahri akan mengacau kembali," ujar pak Joko kepada Hazel, dan langsung diangguki oleh semua keluarga Nina.


----------------------


Di tempat lain, Dev baru saja menerima telepon dari Hazel tentang acara lamarannya bersama dengan Nina. Dan Hazel juga bercerita tentang kejadian dimana Fahri mengacaukan lamarannya.


Setelah menerima telepon dari Hazel, Dev pun berjalan menuju restoran di lantai bawah, dan menemani anak dan istrinya untuk makan.


"Tadi telepon dari Kak Hazel ya Mas? Lalu gimana? Semuanya berjalan lancar kan?" Tanya Dea sambil memakan salad buah yang ada di hadapannya.


"Iya, dan memang benar Fahri mengacaukan acara itu. Untung saja acaranya sudah selesai. Kalau tidak, entahlah," ujar Dev sambil duduk di samping Dea.


Setelah mereka menghabiskan makanannya, Dev dan Dea berencana untuk keluar untuk jalan-jalan karena. Dea ingin melihat negara di Jerman seperti apa. Jadi dia ingin menikmati suasana berdua bersama Dev, karena waktu mereka tinggal beberapa hari lagi.


Bersambung. . ........