Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Acara Nanti Malam


Happy reading............


Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa dua bulan telah berlalu. Dan selama dua bulan itu pula, Nina menjalani hidupnya dengan bahagia. Tidak ada bayang-bayang Fahri lagi, sebab Nina sudah memblokir nomor Fahri.


Dan selama itu pula, Nina sudah sangat dekat dengan kedua orang tua Hazel. Mereka bahkan sering berbelanja bersama, tepatnya Tante Eriska yang selalu meminta Nina, untuk menemaninya belanja, demi untuk menjalin tali kedekatan dengan Nina.


Pagi ini, Dea seperti biasanya menyiapkan sarapan untuk suaminya, tak lupa dia juga menyiapkan kopi spesial buatan dia untuk Dev. Tetapi hari ini Dev tidak pergi ke kantor, sebab Dia akan mengajak Dea jalan-jalan ke tempat yang sudah Dev janjikan.


Seharusnya dua bulan yang lalu mereka berangkat ke jepang, tetapi tidak bisa, sebab ada beberapa proyek Dev yang mengalami masalah. Dan Dev tidak bisa meninggalkannya. Itu sebabnya liburan mereka ditunda dulu.


"Kalian jadi nanti siang ke bandara?" Tanya Mama Linda saat berada di meja makan.


"Iya Mah, jadi. Mama doain ya, semoga aku sama Mas Dev selamat sampai tujuan," jawab Dea sambil memakan sarapannya.


"Nin, apa kamu jadi lamaran minggu depan?" Tanya Dea kepada Nina yang berada di meja makan juga, dan langsung dibalas anggukan oleh Nina.


"Iya Dek, aku juga sudah bicara sama ibu dan ayah di kampung. Dan mereka juga sudah mempersiapkan untuk penyambutan keluarganya Bang Hazel minggu depan. Jadi besok pagi aku izin untuk pulang ya," jelas Nina.


Dia mengangguk. "Maaf ya, aku tidak bisa ikut di acara lamaran kamu. Tapi Insya Allah, di pernikahan kalian aku akan datang. Besok juga kamu akan diantarkan oleh sopir,.jangan naik bis ya!"


---------------------------


Saat ini di kantornya Hazel, dia sedang memeriksa berkas-berkas untuk meeting nanti siang. Hazel juga sangat sibuk hari ini, karena dia harus bekerja keras untuk acara minggu depan.


Hazeln tidak menyangka jika sebentar lagi dia akan mempersunting Nina. Sangat terlihat jelas, jika saat ini Hazel Tengah bahagia. Saat dia sedang fokus kepada laptopnya, tiba-tiba ponselnya berdering, dan ternyata itu panggilan masuk dari sang Mama.


"Halo Mah, iya, kenapa?" Tanya Hazel tanpa basa-basi.


..............


"Oh gitu! Emang apa aja buat lamaran?"


"Oke, nanti aku akan nyusul. Mama duluan saja sama Nina."


Setelah telepon terputus, Hazel pun kembali mengerjakan pekerjaannya. Tadi tante Eriska menelpon Hazel untuk meminta Hazel menemani dia dan juga Nina belanja keperluan untuk lamaran Nina minggu depan.


Tiba-tiba saja pintu ruangan Hazel terbuka, dan ternyata yang datang adalah Monica. Wanita itu berpakaian cukup ketat dan terbuka. Dia berjalan berlenggak-lenggok ke arah Hazel, tetapi sayang, Hazel bahkan tidak berminat sedikitpun melihat Monica.


"Ada apa kamu ke sini?" Tanya Hazel kepada Monica.


"Makan siang yuk! Ada temen-temen juga loh yang udah nunggu kita makan siang," ajak Monica sambil berdiri di samping Hazel, dan merangkul pundak Hazel. Tetapi Hazel segera melepaskan tangan Monica dari pundaknya.


"Maaf, aku lagi sibuk. Lagi pulang aku sudah ada janji dengan Nina," ucap Hazel dengan nada cuek dan dingin.


Monica yang mendengar itu, tentu saja sangat kesal. Dia tidak terima ditolak oleh Hazel. "Siapa Nina? Maksud kamu wanita kampung Itu? Buat apa sih kamu deket-deket sama dia, wanita norak dan kampung kayak gitu, kok dideketin sih?" Monica berucap dengan nada yang begitu sinis dan juga tidak suka, saat Hazel menyebut nama Nina.


"Memangnya kenapa, kalau aku dekat sama Nina? Tidak ada urusannya denganmu! Sebaiknya kamu pergi, aku sedang tidak ingin diganggu!" Tegas Hazel dengan nada tidak mau dibantah.


Monica berdecak dengan sebal, kemudian dia pun keluar dari ruangan Hazel dengan membawa rasa kesal dan emosi di dalam hatinya. Tetapi baru saja tangannya menggapai gagang pintu, Hazel sudah menghentikannya. Dan itu membuat Monica tersenyum. Dia pikir, Hazel berubah pikiran dan akan pergi dengan dia.


"Nanti malam, ada acara makan malam di restoran xxxx. Kamu jangan lupa datang ya! Karena di sana ada Mama, Papa dan juga teman-teman kita. Aku akan mengumumkan sesuatu pada mereka dan kamu juga," ajak Hazel dengan tersenyum miring di bibirnya.


Monica yang mendengar itu, tentu saja sangat bahagia. Wajahnya seketika berbinar dengan mata membulat memancarkan kebahagiaan. "Baiklah, nanti malam aku pasti akan datang," ucap Monica sambil tersenyum senang.


Hazel tersenyum miring saat melihat wajah bahagia dari Monica. Sebenarnya Hazel sudah menyiapkan sesuatu untuk Monica nanti malam, tepatnya sebuah kejutan yang akan membuat Monica seketika jantungan dan menutup mulut sadis dan juga pedas milik Monica.


'Rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera nanti malam. Aku tidak sabar melihat wajah terkejut Monica,' batin Hazel sambil tersenyum menyeringai.


Bersambung.........