Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Gak Sabar Menunggu Malam Besok


Happy Reading😘


"Sayang, aku ke kamar dulu ya!" Ucap Lala pamit pada Al.


Lala pun berdiri dan melangkah meninggalkan Al di ruang keluarga.


Entah kenapa Al merasa heran saat melihat wajah sendu Lala. Al berpikir apa Lala tak suka bertunangan sama dia.


Al pun menyusul Lala ke kamar nya, tanpa mengetuk pintu Al masuk ke dalam kamar Lala.


Namun Al tak menemukan Lala. Tapi, dia melihat kaca balkon terbuka, Al pun melangkah ke arah balkon dan melihat Lala sedang berdiri sambil memandang gelapnya Malam.


Saat Al akan memanggil Lala, dia nematung saat melihat tubuh Lala bergetar dan mendengar Lala menangis.


"Pa, besok Lala akan bertunangan dengan Kak Al. Lala sedih Pa, sebab Papa gak ada dan menyaksikan pertunangan Lala. Lala sedih Pa, Lala sedih sebab di hari spesial Lala, tak ada Papa maupun Mama. Tapi Papa tahu! Lala bersyukur sekali, sebab tante Rose mau menerima Lala. Lala sungguh sangat bersyukur Pa, bisa kenal dan di pertemukan dengan keluarga ini." Ucap Lala sambil melihat selembar Foto di tangan nya


Al yang melihat itu benar benar tak tega, dia pun memeluk tubuh Lala dari belakang.


Lala tentu saja terperanjat kaget saat ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Sayang..." Kaget Lala.


Dengan cepat Lala menghapus air mata nya, namun Al segera menahan tangan Lala.


Dia menghapus air mata Lala dengan jari nya, lalu mengecup dahi Lala.


"Jangan pernah menangis lagi ya! Aku janji sama Papa kamu, kalau aku akan menjaga kamu dan gak akan pernah menyakiti tuan putrinya." Jelas Al sambil mengusap rambut Lala dengan lembut.


Lala tersenyum, dia begitu terharu dengan ucapan Al.


Lala langsung memeluk tubuh Al dengan erat. "Makasih ya sayang! Kamu sudah mau menerima aku."


"Sama sama, sudah sekarang kamu tidur ya! Ini sudah malam, apa kamu mau aku kelonin lagi hem?" Goda Al sambil menaik turunkan alisnya.


Lala yang mendengar itu segera mencubit perut Al dengan gemas.


"Dasar otak mes um, harus Lala giling dulu di mesin biar bersih." Gerutu Lala


"Habis kamu itu selalu bikin kangen sih." Ujar Al sambil menjawil hidung Lala.


Setelah itu Al mengajak Lala masuk kedalam kamar, dan membaringkan nya di kasur, kemudian Al menyelimuti tubuh Lala.


Al mencium kening Lala dengan penuh cinta.


"Kamu tahu sayang! Rasanya aku sudah gak sabar mau menghalalkan kamu! Biar bisa ku peluk tiap saat." Goda Al lagi.


Pipi Lala langsung memerah malu, kemudian dia memukul Al dengan guling dan menyuruhnya keluar.


"Iish, udah ah sana keluar. Nanti ada Mama kesini gak enak!"


"Apa aku gak boleh tidur di sini?"


"Nggak! Sana sayang iiih, Lala mau istirahat."


Al pun keluar dengan senyum manis di bibirnya. Sedangkan Lala langsung menutup wajahnya dengan bantal.


Dia benar benar malu saat Al menggodanya tadi. Pipi Lala terasa panas, bahkan senyumnya tak bisa ia sembunyikan.


Selepasnya Al masuk kedalam kamar, dia melakukan panggilan pada semua sahabat nya termasuk Dev yang sedang ada di negara sebrang.


Al ingin memberitahukan soal acara besok malam.


"Parah Lo Al, masa bagian gw disini Lo malah tunangan sih?" Kesal Dev


"Hahaha..... Lo gak beruntung Dev! Udah Lo fokus aja buat adonan." Timpal Hazel


"Bener tuh! Lo fokus aja belah duren sama Dea, biar anak koala nya cepat jadi." Ujar Dillon.


"Sialan Lo pada." Kesal Dev.


"Eh Al, cewek mana nih yang bisa cairin es balok karatan kayak Lo?" Tanya Dev dengan penasaran.


"Nanti sepulangnya Lo dan Dea dari sana, gw akan pertemukan kalian." Ujar Al


Ke 4 orang itu pun mengobrol seputar pertunangan Al dan Lala besok malam. Hingga tak terasa 60 menit sudah mereka mengobrol.


Setelah telfon terputus, Al membaringkan tubuhnya di atas kasur, lalu menjemput alam mimpi.


Dia sudah tidak sabar ingin segera besok malam, dimana dia akan resmi bertunangan dengan Lala.


Bersambung,.......