
Happy reading.............
Nina, Mama Linda dan juga Papa Bachtiar, mengantar Dea, Dev dan juga Berlian ke bandara. Sebab mereka akan pergi ke Jepang, untuk liburan selama 2 minggu.
"Dev, jangan lupa jaga anak dan juga istri kamu di sana, ya!" Titah Mama Linda kepada putra keduanya itu.
"Iya Mah, Mama tenang aja! Aku akan jaga Dea dan juga Berlian dengan jiwa dan ragaku."
"Jangan lupa, sampaikan salam Mama kepada Reza ya! Maaf Mama tidak bisa ikut. Nanti Mama akan ke sana bersama dengan Papa."
Memang Reza kakaknya Dev berada di Jepang bersama dengan Dira dan juga Arumi, dan anak mereka yang masih kecil. Kebetulan, Reza di sana ada proyek dan harus menetap di Jepang. Dan Dira sebagai istri ikut kemanapun Reza pergi.
Setelah berbasa basi, pesawat yang akan dinaiki oleh Dea dan juga Dev pun akan lepas landing. Mereka pun masuk ke dalam. Nina, Mama Linda dan juga Papa Bachtiar pun melambaikan tangannya.
"Tante, Nina pulang naik taksi aja ya. Soalnya Nina sudah janjian dengan Tante Eriska untuk ke Mall membeli seserahan buat acara lamaran minggu depan nanti." Izin Nina kepada Mama Linda.
"Tante ikut ya! Tante juga mau membantu kamu untuk membeli seserahan buat acara nanti boleh kan?" Tanya Tante Linda kepada Nina.
Mendengar itu Nina pun tersenyum senang, dia mengangguk dengan wajah bahagia. Kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil, karena Papa Bachtiar akan mengantarkan mereka ke mall. Selepas itu Papa Bachtiar pun akan pergi menghadiri meeting.
-------------------
Nina dan juga Mama Linda, masuk ke dalam sebuah Mall. Dan mereka langsung menuju ke lantai 3, dimana Tante Eriska sudah menunggu, tapi Tante Eriska tidak tahu jika Mama Linda ikut bersama dengan Nina.
Tante Riska melambaikan tangannya, saat melihat Nina keluar dari lift. Dia langsung mencium pipi kanan dan kiri Nina. Setelah itu Nina mencium tangan Tante Eriska.
"Wah... Ternyata ada Jeng Linda," ucap Tante Eriska saat melihat Mama Linda datang bersama dengan Nina.
"Iya Jeng, saya boleh kan ikut membeli seserahan buat acara Nina nanti?" Tanya Mama Linda, dan langsung dibalas anggukan oleh Tante Eriska. "Tentu saja boleh! Bahkan saya senang, sebab ada temennya kalau ada Jeng Linda di sini."
"Bang Hazelnya belum datang ya Tante?" Tanya Nina sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Belum... Kata dia masih ada kerjaan, tapi nanti dia akan nyusul kok. Kalau gitu kita belanja dulu yuk, buat acara lamarannya. Kita ke sebuah toko, yang kebetulan tadi Tante sudah masuk ke dalamnya. Ayo," ajak Tante Eriska kepada Nina dan juga Mama Linda. Kemudian mereka pun masuk ke dalam salah satu tokoh untuk membeli salah satu barang untuk seserahan lamaran Nina nanti.
Tepat jam 11.00 siang, Hazel selesai dengan pekerjaannya. Dia pun segera mengambil kunci mobil dan berlalu keluar dari ruangannya.
Dengan kecepatan sedang, Hazel mengendarai mobilnya menuju ke salah satu mall, dimana Mamanya dan juga Nina sudah menunggu.
-----------------------
"Maaf ya, aku telat. Soalnya pekerjaan tadi lumayan numpuk," ucap Hazel sambil duduk di samping Nina.
"Kerjaan mulu yang kamu kerjain? Ingat, nanti kalau udah nikah,.kamu sempetin buat bulan madu. Terus jangan ngerjain pekerjaan mulu! Kasihan Nina, nanti kalau dia cari kehangatan di pria lain gimana? Emang kamu mau?" goda Tante Eriska dan langsung mendapat tatapan kesal dari Hazel.
"Jangan dong Ma! Kalau nanti Nina selingkuh, aku benar-benar tidak mau menikah lagi." Hazel berucap dengan nada ngambek, membuat Nina gemas melihat wajahnya yang ditekuk.
'Bang Hazel ini, kalau wajahnya seperti itu kayak opa-oppa Korea,' batin Nina sambil tersenyum dengan kepala menunduk.
-----------------------
Malam pun tiba, dimana Nina sudah siap dengan setelan gamisnya yang berwarna biru muda, tetapi terkesan kalem dan juga elegan. Nina akan makan malam bersama dengan Hazel dan juga keluarganya, dan di sana juga ada teman-teman Hazel yang akan diperkenalkan kepada Nina.
"Sebenarnya ini acara apa sih Bang? Kok ada teman-teman Abang juga di sana?" Tanya Nina saat berada di dalam mobil.
"Bukan acara apa-apa, hanya acara reunian saja. Karena disana juga ada Mama dan juga Papa kok. Kamu tenang aja, aku hanya ingin memberitahukan kepada mereka kalau kamu adalah calon Bidadari surgaku."
Wajah Nina lagi-lagi bersemu merah saat mendengar pujian dari Hazel. Entah kenapa, pujian yang begitu sederhana saja mampu membuat jantung Nina berdebar kuat. Beda dengan saat dia menikah dengan Fahri, walaupun Fahri memujinya, tetapi jantung Nina tidak berdebar dengan kuat dan itu membuat Nina pun sangat heran.
35 menit Mereka pun sampai di sebuah restoran yang telah Hazel booking untuk acaranya malam ini. Disana juga sudah ada Monica, yang sudah menunggu dan sedang mengobrol dengan Tante Eriska dan juga Om Sandi.
"Tante, Hazelnya ke mana sih? Kok nggak ada?" Tanya Monica kepada Tante Eriska sambil menatap ke sekeliling acara, karena tidak mendapati Hazel.
Tante Eriska tersenyum. "Sebentar lagi pasti datang kok!" Jawab Tante Eriska.
Setelah beberapa menit, atante Eriska pun menunjuk ke salah satu tempat.
"Nah, itu mereka datang," ucap Tante Eriska sambil menunjuk ke arah Hazel dan Nina.
Dengan senyum yang bahagia, Monica menengok ke arah Hazel. Tapi seketika senyumnya luntur, berganti dengan wajah yang datar, saat melihat Nina berjalan di samping Hazel.
Tangan Monica seketika terkepal dengan kuat, rahangnya mengeras, dengan sorot mata yang penuh kebencian ke arah Nina. 'Kenapa wanita kampung itu bisa bersama Hazel? Dan kenapa Hazel mengundang wanita kampung itu ke sini?' geram Monica di dalam hati.
Bersambung. ...........