Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Menemani Belanja


Happy readding....,.....


"Hazel..." Panggil Mama Linda saat melihat Hazel, berdiri di pintu kaca di dekat taman belakang.


Pria tampan itu menengok ke arah Mama Linda, lalu tersenyum. "Iya Tante!" jawab Hazel.


Memang yang berdiri sejak tadi dan yang menguping pembicaraan Nina dan juga Dea adalah Hazel.


"Kamu ngapain berdiri di sini? Katanya mau bertemu sama Nina?" Tanya Tante Linda dengan wajah heran menatap ke arah Hazel.


Nina dan juga Dea terkejut saat mendengar Mama Linda memanggil nama Hazel. Lalu mereka pun menengok ke arah belakang dan ternyata memang Hazel ada di sana. Nina segera menghapus air matanya.


"Loh, Kak Hazel ada di sini?" Bingung Dea sambil berjalan ke arah ini Hazel.


"Ah, iya..." Gugup Hazel sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.


Sebenarnya Hazel ke sana memang ingin menemui Nina, dia ingin mengajak Nina untuk membeli kado untuk sepupunya, karena nanti malam sepupunya itu akan ulang tahun. Dan Hazel ingin meminta saran dari Nina, karena sepupunya Hazel itu seorang wanita.


"Kak Hazel, ada apa ke sini?" Tanya Dea kepada Hazel.


Hazel terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan Dea, apalagi saat Nina menatap ke arahnya. Dia makin salah tingkah, kemudian Mama Linda yang menjawab pertanyaannya Dea, hingga membuat mata Dea dan juga Nina menatap heran sekaligus kaget ke arah Hazel.


"Hazel ke sini itu, mau ngajak Nina keluar!" Jelas Mama Linda.


"Hah! Ngajak aku? Buat apa?" tanya Nina dengan bingung.


Hazel pun menjelaskan kenapa dia mengajak Nina untuk keluar, dan setelah mendengar penjelasan Hazel, Nina terdiam. Dia seperti memikirkan apa dia yang harus ikut, atau tidak. Tetapi setelah dibujuk oleh Mama Linda dan juga Dea, Nina pun mau untuk pergi bersama Hazel.


Setelah mendapatkan izin dari Mama Linda dan juga Dea, Nina dan Hazel pun berangkat ke sebuah mall untuk membeli kado untuk sepupunya Hazel.


"Kenapa, Tuan ngajak saya?" Tanya Nina dengan bingung saat berada di dalam mobil.


"Iya karena cuma kamu wanita yang saya kenal," jawab Hazel sambil menatap lurus ke arah depan.


Mendengar itu Nina mengerutkan dahinya, dia menatap pria tampan di sampingnya. Ada rasa tidak percaya saat Hazel mengatakan itu kepada Nina. Sebab tidak mungkin jika Hazel tidak memiliki teman wanita, pasalnya Dia sangat ganteng, keren dan juga kaya. Jadi sangat mustahil jika Hazel tidak mempunyai teman wanita satupun.


"Tapi, kenapa saya tidak yakin jika Tuan ini, tidak mempunyai teman wanita, dan hanya saya saja!"


"Ya, soalnya kan Tuan ini tampan, keren, kaya. Jadi kemungkinan, itu sangat tipis jika tuan tidak memiliki teman wanita sama sekali!" Ujar Nina.


Mendengar itu Hazel tersenyum. "Aku memang mempunyai banyak teman wanita, tetapi tidak mau berjalan dengan mereka," jelas Hazel.


"Kenapa?" Tanya Nina.


"Karena aku tidak suka sama mereka. Mereka tidak sependiam kamu, mereka itu sangat agresif dan aku tidak suka itu!" jawab Hazel sambil menyetir.


Nina menganggukkan kepalanya dengan pipi merona, saat mendengar pujian Hazel. Dia mengerti kenapa Hazel tidak ingin bersama dengan wanita lain. Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, sampai mobil pun sampai di mall.


Hazel membawa Nina ke lantai 2,masuk ke dalam sebuah toko pakaian. Mereka memilih kado yang pas untuk sepupunya Hazel.


"Apa tidak berhijab?" Tanya Nina kepada Hazel, dan langsung dibalas gelengan kepala oleh Hazel.


"Jujur aku bingung, harus memilih baju yang mana? Karena baju disini tidak sesuai dengan fashionku, dan aku tidak tahu fashion dia seperti apa?" ucap Nina sambil memilih-milih baju.


Hazel menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia membenarkan ucapan Nina. Dia merutuki kebodohannya, sebab dia benar-benar teledor. Jelas aja Nina tidak tahu, sebab Nina itu berhijab sedangkan sepupunya Hazel yang bernama Olive, sama sekali tidak berhijab. Dan pakaian fashionnya sangat modis dan juga trendy.


"Kalau gitu, kita cari sepatu saja," ucap Hazel sambil mengajak Nina keluar dari toko itu, dan masuk ke dalam toko sepatu.


Nina mengangguk dan mengikuti langkah Hazel, lalu sampailah mereka di salah satu toko sepatu ternama. Nina mulai memilih-milih sepatu yang pas untuk sepupunya Hazel, karena yang dia dengar dari Hazel jika sepupunya itu merupakan wanita modis. Jadi Nina juga harus menyesuaikan dengan fashion wanita itu.


"Bagaimana kalau yang ini?" Tqnya Nina kepada Hazel. Melihat itu, Hazel mengangguk. "Bagus!" Jawab Hazel dengan singkat, setelah itu mereka pun membayar ke kasir.


Selesai mereka berbelanja, Nina mengajak pulang Hazel. Tetapi pria itu menolak. Hazel malah meminta Nina untuk menemaninya dulu untuk membeli salah satu sepatu untuk dia pakai nanti malam ke acara Olive.


Hazel juga membawa Nina ke salah satu toko pakaian muslim, dan dia meminta Nina untuk memilih baju, dengan alasan jika itu untuk temannya yang berhijab, padahal itu hanya alibi Hazel.


Dia ingin mengajak Nina nanti malam ke acaranya Olive, dan dia membelikan baju itu untuk Nina. Karena dia tahu, jika Nina tahu Hazel membelikannya baju, maka Nina akan menolak dengan mentah


Bersambung.......


Pengumuman........


GA Novel ini di tutup ya🙏Dan sudah ada 3 pemenang😊Terimakasih yang sudah mau ikut GA nya Al dan Lala😘😘🙏