Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Penglihatan Arumi


Happy reading😘


Hari ini Dev sedang berada di sebuah restoran untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya yaitu Dillon, Hazel dan juga Alvin. Kebetulan mereka juga sudah lama tidak bertemu dan juga nongkrong bareng.


Sebenarnya Dev mengajak mereka bertemu bukan semata-mata hanya untuk menongkrong saja, tapi Dev juga ingin membicarakan Perihal Orang dibalik yang rusak nya sawah ayahnya Dea.


Dev Dapat telepon dari anak buahnya tadi pagi. Setelah sarapan dia mendapatkan kabar jika anak buahnya sudah mengetahui siapa dalang dari semua masalah yang terjadi


"Jadi Dev, siapa pelakunya?" tanya Dilon dengan penasaran.


Dev menatap sahabatnya satu persatu, lalu dia mendekat dan mencondongkan tubuhnya ke arah sahabat-sahabatnya.


"Amber, dialah pelakunya! Tapi tidak secara langsung dia melakukannya, ada orang suruhannya yang meminta anak buahnya untuk merusak sawah dan juga sayur-sayuran milik ayahnya Dea. Kalian mau kan bantu aku lagi? aku akan memberi pelajaran wanita ember itu agar dia Jera," Ujar Dev dengan geram


Dillon dan Hazel mengangguk bersamaan tapi Alvin hanya diam saja, dia memang terkenal dingin dan juga kaku di hadapan sahabat-sahabatnya. Tapi aslinya Alvin adalah seorang sahabat yang peduli pada sahabatnya.


"Lalu rencana Apa yang kau miliki Dev?" tanya Dillon.


"Iya Dev, Gue juga penasaran nih, rencana apa yang udah lo siapkan buat si wanita sundal itu? Gue udah nggak sabar pengen lihat kehancuran wanita itu. Bisa-bisanya dia membuat sahabat gue ini puyeng 7 keliling," Timpal Hazel


"Eh, kulkas. Lo Ngapain diem aja? Lo nggak ngasih saran gitu, buat sahabat lo ini? Kasih saran apa kek buat wanita itu biar Jera." Ketus Dillon


"Ya, kalau gue mah manut aja. Gw mah ngejalanin aja apa yang udah kalian rencanakan, toh gue yakin rencana Dev lebih matang dan lebih menjanjikan ketimbang rencana gue." jelas Alvin sambil melipat kedua tangannya di depan dada


Hazel dan Dilon hanya berdecak sebal, saat mendengar penuturan Alvin setelah mereka merencanakan sesuatu untuk membalas perbuatan Amber, Mereka pun bubar dan pergi ke kantor.


Di dalam mobil Dev menatap jalanan dengan tatapan kosong, tangannya mengepal dengan kesal dan juga geram. Urat-uratnya bahkan terlihat begitu jelas di kulit putih Dev, dia begitu tak terima dengan semua yang terjadi akibat ulah Amber. Selama ini Dev sudah memberikan hukuman yang ringan pada wanita itu, tapi tak dia sangka ternyata Amber sangatlah licik bahkan lebih licik dari seekor Serigala.


'Lihat saja kau wanita tak tahu diri, akan kubuat kau benar-benar menderita. Kau salah, jika aku selama ini menghukummu dengan hukuman yang begitu ringan. Tapi setelah ini, kau akan mengemis ampun di kakiku Amber.' batin Dev dengan geram.


🌹


🌹


Saat dia dan juga Mama Linda sedang duduk di taman dan menikmati manisan itu, tiba-tiba Arumi datang bersama Dira mereka juga duduk di kursi yang ada di sana.


"Wah, enak nih manisannya? Aku boleh minta nggak De?" Tanya Dira dengan antusias.


"Boleh dong Kak, masa nggak? Entar kalau aku tolak, anak Kakak ileran gimana dong?" kekeh Dea dengan nada bercanda.


Sementara itu, Arumi terus memperhatikan ke arah Dea. Dia menatap Dea dengan serius. Sesekali kedua alis anak kecil itu bertaut, dia seperti melihat sesuatu di masa depan dan yang akan terjadi.


"Arumi, Kamu kenapa ngeliatin Aunty kayak gitu? Apa ada yang kamu lihat?" tanya Dea dengan penasaran


Arumi mengangguk, lalu Dia memegang tangan Dea. "Aunty, aku melihat jika salah satu keluarga Aunty akan kecelakaan," ucap Arumi dengan wajah sendu.


Dea yang mendengar itu Tentu saja sangat terkejut, dia menatap Arumi dengan tatapan tak percaya dan juga mencari kebohongan di kedua bola mata indah anak gadis itu. Tapi yang dia lihat hanya ada kejujuran di sana, seketika perasaan Dea menjadi tidak enak.


"Kamu serius sayang, kalau apa yang kamu lihat itu Beneran?" tanya Dea dengan nada masih tidak percaya, dia berharap apa yang Arumi lihat itu hanyalah sebuah halusinasi saja.


Mama Linda dan juga Dira yang mendengar ucapan Arumi Tentu saja sangat terkejut, mereka menatap Arumi dengan serius. "Nak, kamu serius? aApa yang kamu lihat itu benar-benar keluarganya Aunty Dea?" tanya Dira pada putrinya.


"Iya Mom, aku serius aku melihat di sana salah satu keluarganya Aunty Dea, akan kecelakaan Mom. Dia ditabrak oleh motor, tapi pandangan itu blur Mom. Tapi yang Arumi lihat itu, adalah seorang laki-laki." Jelas Arumi dengan wajah serius.


Dada Dea berdebar dengan keras, Dia sangat mengkhawatirkan keluarganya di kampung.


'Siapa yang Arumi maksud? Kak Bagus ataukah Ayah? Ya Allah....Lindungilah keluargaku dari segala macam marabahaya ya Rob. Sesungguhnya engkaulah sebaik-baiknya pelindung, dan hanya kepadamu lah aku memohon dan Meminta perlindungan untuk keluargaku. Ya Allah, jagalah selalu Ayah, ibu, Kak Bagus, kak Lusi dan juga anaknya. Semoga mereka senantiasa dalam perlindunganmu ya Allah aamiin.....' batin Dea memohon pada sang pencipta untuk menjaga keluarganya, dari segala macam marabahaya.


Mama Linda segera merangkul bahu sang menantu, lalu mengusapnya dengan lembut. "Sayang, kamu jangan khawatir ya! Mama yakin, Allah pasti akan melindungi keluarga kamu. Sekarang lebih baik kamu telepon mereka, dan pastikan keadaan mereka." uja Mama Linda


Dea mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya, setelah itu dia menelpon keluarganya yang ada di kampung dan menanyakan kabar mereka. Wajah Dea yang tadinya tegang kini sudah kembali rilex dan juga lega, sebab keluarganya di kampung baik-baik saja.


Tapi tak Dea pungkiri, jika rasa takut itu masih ada di dalam hatinya. Karena biasanya pandangan Arumi itu, Beberapa hari kemudian atau beberapa jam kemudian baru terjadi. Dan dia berharap orang tuanya selalu senantiasa dalam lindungan Ilahi.


Bersambung.........