
Happy Reading😘
Lala duduk di kursi pojokan yang ada Mall itu, dia tak bisa lagi membendung air matanya.
Rasa sesak dan sakit di hati Lala, tak bisa menutupi raut wajah kesedihan di wajah cantiknya.
Sekuat apapun Lala mencoba kuat dan tegar, tapi pada dasarnya ia adalah wanita.
Wanita memang lemah perasaan nya, sebab wanita di ciptakan dengan hati dan perasaan yang lembut. Hingga dengan gampang akan terluka.
Mama Rose membawa Lala dalam pelukann nya, ia tak tega melihat calon menantu nya itu menangis. Hati Mama Rose seakan ikut sakit.
Dia tahu dan faham apa yang Lala rasakan saat ini.
"Sudah sayang, ada Mama disni buat kamu!" Ucap lembut Mama Rose.
Lala semakin mempererat pelukan nya. Ia bersyukur sebab di saat dia sedang sedih seperti sekarang, ada seseorang yang memeluk hangat dirinya.
Biasanya jika Lala sedang sedih, gundah, dan juga kesepian. Ada Papa nya yang selalu ada buat Lala, dan memeluknya dengan penuh cinta.
"Makasih ya Ma!" Ucap Lala.
"Iya sama sama sayang! Sudah, sekarang kita ke salon yuk! Kamu harus perawatan dari atas hingga bawah." Ujar Mama Rose sambil menghapus air mata Lala.
Lalu mereka pun masuk kedalam salon yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
🌹
🌹
🌹
"Sayang, kamu kenapa kok sedih?" Tanya Dev saat melihat wajah murung Dea.
Semenjak Dea menerima telfon dari kampung, wajah Dea menjadi sedih dan murung.
"Mas, aku bingung Mas. Entah siapa yang tak suka sama Ayah Mas, sampai sampai tanaman sayur Ayah di rusak lagi." Jawab Dea dengan wajah sedihnya.
Dev yang mendengar itu tentu saja sangat terkejut. Dia pun langsung memeluk tubuh sang istri.
"Kamu yang sabar ya sayang, anak buahku lagi menyelidiki juga! Tapi pelakunya sangat rapih. Tapi aku yakin, sepintar apapun dia menyembunyikan bangkai. Nanti pasti akan tercium." Ujar Dev.
Memang saat itu Dev masih belum menemukan pelakunya, tapi dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk terus menyelidiki masalah itu.
Ponsel Dev berdering, dan saat di lihat ternyata dari anak buahnya. Kebetulan sekali pikir Dev.
Dev. "Hallo, iya gimana?"
Jupri anak buah Dev. "Hallo Bos, ada yang merusak tanaman pak Rozak Bos."
Dev. "Siapa? Kau sudah menangkapnya?"
Jupri. "Maaf Bos, semalam saya sudah mau menangkapnya, tapi gagal Bos. Dia lari kedalam hutan. Dan saya kehilangan jejaknya Bos. Tapi, dia seperti masih muda Bos."
Dev. "Umur berapa?"
Dev. "Ok, kau pantau terus dan selidiki. Ingat, aku mau kabar secepatnya."
Setelah panggilan terputus, Dev kembali memasukan ponsel nya ke saku celana.
"Bagaimana Mas? Apa sudah ketemu?" Tanya Dea.
Dev menggeleng pelan. " Belum sayang, semalam sudah mau tertangkap. Tapi gagal."
🌹
🌹
🌹
Setelah selesai perawatan, Lala dan Mama Rose menuju restoran. Mereka ingin makan, sebab hari juga sudah mulai sore, dan mereka belum makan dari siang.
Lala terlihat sangat cantik dan sangat glowing.
Setelah memesan makanan, Mama Rose mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan pada Al untuk menjemput mereka.
Tak berapa lama, makanan pun datang. Tapi Lala heran, sebab makanan nya sangat banyak.
"Loh, Ma. Ini kok banyak sekali?" Tanya Lala dengan wajah heran
"Iya sayang, kan Al mau kesini jemput kita." Jelas Mama Rose
Lala hanya beroh ria saja, dia segera meminum minuman nya sebab Lala sangat haus.
20 menit sudah, Al sudah datang. Mama Rose melambaikan tangan nya saat melihat Al masuk ke restoran.
Saat langkah Al semakin dekat, mata nya membulat dengan kagum. Dia benar benar terpana melihat kecantikan Lala.
"Al, kok bengong? Biasa saja kali terpesona nya." Ledek Mama Rose.
Al langsung duduk di samping Lala, sedangkan Lala menjadi salah tingkah sebab Al terus melihat ke arah nya.
"Kamu beda banget sayang?" Ucap Al
"Lala sangat cantik kan? Segini saja Lala sudah cantik, gimana nanti malam?" Goda Mama Rose.
Al mengangguk setuju.
"Iya Ma, dia benar benar cantik." Puji Al sambil terus menatap ke arah Lala.
Lala yang di tatap begitu, menjadi salah tingkah dan menunduk malu. Hatinya berdesir hangat saat Al memuji dirinya.
"Sudah, ayo makan. Kasihan tuh Lala Al, kamu lihatin terus. Pipinya jadi merah tuh."
Mendengar godaan Mama Rose, pipi Lala semakin panas. Apalagi saat ini tangan Al sudah menggenggam tangan nya di bawah sana.
Bersambung.......