Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Butuh Waktu


Happy reading..........


"Sudah makan dulu yuk!" Ajak Hazel pada Nina, walaupun bingung Nina pun menurut, kemudian mereka pun makan malam.


Setelah makan malam selesai, Hazel berjalan ke arah samping dan langsung berlutut di hadapan Nina, hingga membuat wanita yang ada di hadapannya itu terkejut, dan menatap Hazel dengan heran.


"Tuan! Apa yang anda lakukan?" Kaget Nina saat melihat Hazel berlutut di hadapannya.


"Sebenarnya, ini bukanlah acara keluarga. Tetapi ini adalah acara kamu! Aku sengaja mengajakmu ke sini, karena ada yang ingin aku bicarakan kepada kamu."


Hazel sengaja menjeda ucapannya, karena dia sedang mengumpulkan kata-kata yang pas untuk mengungkapkan isi hatinya saat ini. Sedangkan Nina, meneguk ludahnya dengan kasar saat mendengar ucapan Hazel. Entah kenapa, jantung Nina yang tadinya berdebar, kini malah berdentum dengan sangat keras. Hingga Nina merasakan jika jantungnya itu akan lepas dari tempatnya.


'Duh, kok aku jadi deg-degan gini ya? Sebenarnya Tuan Hazel ini mau bicara apa? Kenapa dia sampai berlutut di hadapanku,.seperti seseorang yang ingin melamar saja! Atau jangan-jangan...' batin Nina menerka-nerka tentang perlakuan Hazel saat ini.


"Aku tahu, mungkin ini terlalu cepat. Tetapi hatiku tidak bisa berbohong, sejujurnya aku mengagumimu sejak lama. Saat kamu masih bersamanya, tetapi saat itu aku sadar, kamu adalah istri orang, dan aku tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain. Dan saat kamu hadir kembali dengan status barumu, gimana kamu tidak dimiliki oleh siapapun, hatiku semakin berpaut kepadamu. Aku awalnya menepis rasa itu, tetapi makin ke sini makin dalam. Entah kenapa, aku pun tidak tahu! Hatiku begitu ingin memilikimu? Padahal, kita baru bertemu beberapa kali, Tetapi rasanya perasaan itu sudah lama, dan sudah semakin dalam."


Hazel menatap kedua bola mata indah milik Nina dengan tatapan yang begitu dalam. Sedangkan Nina, meremas pinggiran gaunnya. Dia pun menanti ucapan Hazel selanjutnya, dengan dada yang berdebar. Nina tidak sanggup hanya untuk berkata-kata, karena dia bingung dia harus berkata apa dan menanggapi ucapan Hazel. Terlebih Nina juga sangat syok, saat mendengar Hazel ternyata mempunyai perasaan kepada dia.


"Aku mau, kamu menjadi pendamping hidupku. Bidadari surgaku, Ibu dari anak-anakku, dan menjadi teman hidupku suka dan duka," ujar Hazel sambil memantapkan hatinya.


Ada perasaan plong di hati Hazel saat telah mengucapkan kata perkata yang mewakili hati dan perasaannya saat ini. Dia merasakan jika dadanya terasa begitu ringan, setelah mengungkapkan apa yang selama ini Hazel rasakan.


Nina terdiam, matanya membulat dengan satu tangan menutup mulut. Dia begitu kaget dan sangat terkejut, saat mendengar penuturan Hazel, dia tidak menyangka jika Hazel melamarnya.


"Tuan bercanda kan? Ini hanya prank kan tuan? Tuan tidak serius?" tanya Nina mencoba menepis semua perkataan Hazel kepadanya tadi.


"Apa kamu melihat jika wajahku ini sedang bercanda?" Tanya Hazel dengan tatapan serius ke arah Nina.


Mendengar itu Nina menggeleng dengan pelan. "Jadi ini beneran? Tuan melamar saya?" Tanya Nina dengan nada tidak percaya.


"Apa jawaban kamu Nin? Apakah kamu mau menerima aku, atau..."


Nina menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia menatap pria yang ada di hadapannya itu yang masih berlutut, menanti Jawaban Nina.


"Jujur tuan! Saya sama sekali tidak pernah menyangka, jika Tuan mempunyai perasaan kepada saya. Kita hanya beberapa kali bertemu, dan Tuan pun tahu, jika saya ini bukanlah seorang gadis. Tuan juga tahu, jika saya ini adalah janda. Bagi saya, Tuan dan juga saya itu bagaikan langit dan bumi. Dan saya bagikan pungguk merindukkan bulan? Sangat jauh berbeda, Tuan! Anda adalah langit, dan saya adalah bumi. Kenapa Tuan mencintai saya? Kenapa Tuan ingin saya menjadi istri Tuan? Padahal kita baru beberapa kali bertemu, dan saya bukanlah seseorang yang istimewa? Saya hanyalah rakyat biasa, saya hanyalah orang miskin. Saya tidak mempunyai apa-apa, bahkan saya bukanlah seorang sarjana." Jelas Nina.


Nina mengatakan semua yang ada di dalam hatinya,.yang membuat dia penasaran dengan pertanyaan Hazel. Karena Nina sungguh sangat tahu diri, siapa dia dan siapa Hazel. Apalagi dengan status Nina yang sekarang, dia sangat minder walaupun sebenarnya Nina juga tidak ingin mempunyai status seperti itu.


"Aku tidak pernah perduli dengan statusmu! Karena yang kulihat bukanlah status, tetapi yang kulihat adalah hati dan juga akhlaknya. Dan selama ini, aku tidak pernah menemukan itu dalam diri wanita lain. Bahkan aku tidak pernah berpaut pada wanita manapun! Aku percaya jika Tuhan memang menakdirkan kamu untuk aku."


"Tapi Tuan... Bagaimana dengan keluarga Tuan? Tuan adalah seorang pangeran, sedangkan saya hanya rakyat biasa. Saya merasa saya tidak pantas bersanding dengan Tuan."


Mendengar ucapan Nina, Hazel pun tersenyum. Kemudian dia menatap Nina dengan tatapan yang begitu lembut dan hangat. "Disini aku yang menentukan siapa yang pantas untuk menemani aku hidup di dunia ini, dan hatiku memilihmu. Jadi, apakah kamu mau menerimaku?"


Nina diam sambil menggigit Bibir bawahnya, dia begitu bingung karena ini tidak pernah terpikirkan oleh Nina sedikitpun. 'Ya Allah, aku harus jawab apa? Apakah ini jawabanmu ya Allah? Apakah memang Tuan Hazel ini adalah jodohku, dan apa benar perkataan Dea, jika Mas Fahri cuma tali untuk mencapai jodohku yang sesungguhnya?' batin Nina sambil menatap lurus ke depan.


"Apa aku boleh minta waktu Tuan? Aku ingin meminta jawaban kepada sang pencipta. Aku tidak ingin salah jalan untuk kedua kalinya," pinta Nina kepada Hazel.


"Tentu saja, aku kasih kamu waktu 3 hari. Setelah itu aku menanti jawaban kamu! Apakah kamu akan menerimaku, atau tidak. Tapi aku berharap, jika kamu menerimaku. Karena aku yakin,nAllah sudah menakdirkan kita untuk bersama."


Hazel pun bangkit dari berlututnya, dia kembali duduk ke posisi semula. Kemudian mereka pun menikmati makanan penutup yang diberikan oleh pelayan, sambil menikmati biola yang mengalunkan alunan musik yang begitu merdu.


Bersambung. .........


Tunggu ya, nanti Monica juga akan dibuat malu oleh Hazel😊jadi Tunggu saja oke🙃