
Happy Reading😘
Al dan Lala pun sudah sampai di mobil, Al langsung membuka pintu mobil untuk Lala dan menyuruh nya masuk.
Blam
Setelah pintu mobil tertutup, Al akan memasang seat belt nya, tapi gerakan nya terhenti saat Lala tiba tiba memeluk dirinya dan menangis terisak.
"Kenapa menangis? Apa ada yang sakit? Apa dia menyakitimu sebelum aku datang?" Tanya Al mencoba melepas pelukan Lala
Namun Lala malah semakin terisak dan memeluk erat tubuh Al.
Al yang melihat itu tentu saja khawatir, dia takut jika wanita tadi menyakiti Lala sebelum ia sampai. Dengan paksa Al melepas pelukan Lala dan menatap Lala dengan cemas.
"Mana yang sakit? Aku akan buat dia menderita." Geram Al
Lala menggeleng sambil menangis sesegukan. Al yang melihat itu menautkan alisnya dengan heran.
"Sakit..." Lirih Lala.
"Sakit? Mana yang sakit sayang? Dimana katakan?" Panik Al sambil mengecek wajah dan tubuh Lala.
Lala menahan tangan Al yang sedang mengecek tangan nya, lalu meletakan tangan Al di atas jantung Lala.
"Di sini! Disini yang sakit." Ucap Lala dengan suara purau.
"Apa dia menonjokmu?" Tanya Al
Lala menggeleng, lalu kembali memeluk tubuh Al. "Lala sakit saat melihat kamu terluka! Kenapa tak membiarkan Lala saja yang tersiram." Ucap Lala
Al tersenyum mendengar ucapan kekasih nya itu, lalu mengigit gemas telinga Lala hingga membuat sang empu mengaduh.
"Kenapa malah gigit telinga sih?" Gerutu Lala sambil mengusap telinga nya dengan bibir cemberut.
'Ck, dasar gadis bodoh.' Batin Al
"Habisnya aku gemas. Kalau aku biarkan kamu yang tersiram, maka apa gunanya aku ada di samping kamu hem? Aku sudah berjanji pada diriku sendiri jika aku akan menjaga dan menyayangi kamu." Jelas Al sambil menciun telinga Lala yang tadi dia gigit.
Perlakuan manis Al membuat Lala benar benar semakin jatuh cinta pada pria tampan keturunan thailand itu.
Dengan cepat Lala naik ke pangkuan Al dan membuka kancing kemeja Al. Perlakuan Lala tentu saja membuat Al sangat kaget, bahkan saat ini dada Al sudah berdebar kuat.
"Kamu mau apa La?" Tanya Al dengan tatapan tajam sambil menghentikan tangan Lala.
Namun Lala menepis tangan Al, dan menatap balik pria itu.
"Lala mau lihat luka di punggung kamu! Itu pasti sakit dan melepuh." Tutur Lala sambil kembali membuka kancing kemeja Al.
Tapi lagi lagi Al menghentikan tangan Lala, dia tak mau membiarkan Lala semakin membuat jantung nya berdebar kuat. Apalagi yang di bawah sana sudah mulai bereaksi.
Tentu saja Al pria normal, dengan posisi begitu Al takut akan khilaf.
"La, turun sekarang. Kamu sadar apa yang kamu lakukan hah?" Ucap Al sambil mencoba membuat Lala agar bangun.
Tapi Lala menggeleng cepat sambil membuka kemeja Al.
"Gak mau! Buka bajunya, Lala mau lihat." Ucap Lala.
'Tahan Al, tahan.' Batin Al
Al pun mulai membuka kemeja yang kancing nya sudah terbuka. Sebenarnya Lala tak kuat melihat dada bidang Al.
Dan saat Al berhasil membuka baju nya, Lala memalingkan wajah nya karena malu. Al yang melihat itu tentu saja tersenyum.
'Ck, dasar gadis kecil. Bagian di buka malah memalingkan wajah.' Batin Al dengan heran.
"Sudah di buka, lalu mau bagaimana lagi? Apa celana juga perlu?" Goda Al sambil tersenyum menggoda.
"Ck, dasar mes um." Cibir Lala dengan bibir manyun.
Lala mulai mengangkat badan nya dan meminta Al untuk menunduk. Lala melihat punggung Al memerah, dan sebagian sudah ada yang melepuh.
Melihat itu Lala kembali menangis, di usapnya luka itu dengan tangan mulus nya. Hatinya kembali sakit saat melihat punggung Al.
Lala merasa Al pasti kesakitan, hanya saja Al menahan nya.
Ssshhhh
Al mendesis saat Lala menyentuh punggung nya. Bukan karena sakit tapi karena Al merasa seperti tersetrum yang membuat darahnya berdesir.
"Cukup sayang." Ucap Al yang mulai serak
"Apa begitu sakit?" Tanya Lala sambil meniup luka Al.
Lala tidak sadar jika perbuatan nya apalagi posisi nya saat ini membuat Al benar benar sudah tak kuat. Di tambah di luar sudah mulai hujan deras.
Al yang benar benar tak tahan, akhirnya menarik pinggang Lala agar duduk kembali.
"Apa sih sayang? Itu luka nya baru mau Lala obati." Kesal Lala sambil mengambil tas nya dan mengeluarkan sebuah salep.
Salep itu selalu Lala bawa kemana mana, takutnya jika Lala terluka maka salep itu akan Lala oleskan.
Al memejamkan matanya, mencoba manahan sesuatu di dalam sana. Apalagi posisi Lala tadi benar benar membuat Al tak kuat.
Dimana Lala berdiri dengan dada di depan wajah Al. Bisa di bayangkan bagaimana prustasi nya Al tadi.
"Menunduk lagi, Lala mau oles salep nya." Ucap Lala sambil mencoba berdiri dengan lutut bertumpu pada jok mobil.
Al segera menahan pinggang Lala agar tak bergerak sama sekali.
"Diam sayang, atau nanti---"
"Nanti apa? Udah tahu sakit juga, masih aja protes." Kesal Lala
"Jangan membuatku menjebol pertahanan sayang."
Suara Al terdengar purau, tapi Lala merasa jika suara Al begitu karena Al merasa kesakitan.
Bersambung.......
La, La. Kacau kamu La, kamu membangunkan macan yang sedang tidur🤣🤣