Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Gardens by the Bay


Happy Reading ๐Ÿ˜˜


Setelah sampai Singapore, Dev dan Dea langsung menuju hotel yang sudah Dev pesan.


Bersyukur nya walaupun Dea takut pas Pesawat akan lepas landas tapi Dea tak mabuk pesawat.


"Mas, kamu mandi duluan saja! Aku mau istirahat sebentar." Ucap Dea.


Dev mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi, sementara itu Dea membaringkan tubuh nya di kasur empuk.


Dev juga sudah memesan kopi dan susu hangat untuk dia dan juga Dea.


Tak lama pintu hotel di ketuk, Dea yang mendengar itu segera bangkit dan membuka pintu.


"Thank you." Ucap Dea saat menerima kopi dan susu yang di bawakan pelayan hotel.


Dev keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja, Dea yang melihat itu segera memalingkan wajahnya.


Entah kenapa, walaupun Dea sudah tahu bentuk belalai Dev, dan sering merasakan nya. Tapi Dea masih malu jika melihat Dev hanya memakai handuk saja, sebab Dev terlihat lebih sexy dengan perut sixpack nya.


Dev berjalan mendekat kearah istrinya itu dengan senyum menyeringai.


"Sayang, kenapa masih malu hem? Kan kamu sudah lihat semuanya." Goda Dev sambil memeluk Dea dari belakang.


"Iish, apaan sih Mas." Malu Dea sambil mencoba melepaskan pelukan nya.


"Aku mau mandi dulu Mas." Ucap Dea sambil melepaskan diri.


Dev mengendurkan pelukan nya, dan itu di manfaatkan oleh Dea untuk langsung berlari ke kamar mandi.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


"Sayang, udah siap belum?" Tanya Dev pada Dea.


Mereka akan pergi ke sebuah restoran untuk meeting bersama klien nya Dev, sekaligus Dev akan mengajak Dea berjalan jalan.


"Sayang, nanti kamu di sana jangan jauh jauh ya dari aku." Ucap Dev saat di dalam mobil.


Dea mengangguk, lalu mobil pun melaju menuju tempat tujuan. Sesampainya disana, Dev langsung menggandeng Dea masuk kedalam restoran.


"Selamat malam Tuan Dev. Senang bertemu dengan anda!" Ucap pria itu yang bernama tuan Jasson.


"Apa dia sekertaris anda Tuan?" Tanya Jasson sambil melihat kearah Dea.


Tatapan Jasson begitu dalam menatap Dea. Dia begitu kagum dengan kecantikan Dea.


"Oh, bukan Tuan! Perkenalkan, dia adalah Dea istri saya. Dan sayang, kenalkan dia ini klien aku." Ucap Dev.


Jasson merasa patah hati saat mendengar jika Dea adalah istrinya Dev.


"Maaf Tun, saya kira nona ini adalah sekertaris anda! Kalau begitu perkenalkan Nona, saya adalah Jasson Al-ghifari."


Jasson mengulurkan tangan nya sambil tersenyum manis pada Dea.


Namun Dea tak menjawab ukuran tangan itu, dia mengatupkan kedua tangan nya di depan dada sambil menunduk.


"Saya Dea Tuan." Jawab Dea.


Ada sedikit rasa malu saat Dea menolak ukuran tangan nya.


Lalu Dev pun memulai meeting nya, sedangkan Dea hanya bermain ponsel karena ia tak tahu apa yang di bahas oleh Dev.


Setelah meeting selesai, Dev mengajak Dea kesebuah tempat dimana biasanya turis akan singgahi di kota Singapore itu.


"Kita mau kemana Mas?" Tanya Dea saat sudah masuk kedalam mobil.


"Kesebuah tempat yang aku yakini kamu pasti bakal suka." Jawab Dev sambil melakukan mobilnya.


Sesampainya disana, Dea sempat tercengang dengan keindahan tempat itu. Matanya terus menatap sekeliling dengan penuh kagum.


"Ini tempat apa Mas?" Tanya Dea


"Ini namanya, Gardens by the Bay." Jawab Dev.


Gardens by the Bay, adalah sebuah taman unik yang berada di sekitar mariana bay. Seperti selayaknya taman, Gardens by the Bay mempunyai banyak pohon dan tumbuhan hijau. Yang membuat unik disini adalah kamu dapat menemukan beberapa pohon buatan raksasa. Pohon-pohon buatan ini terbuat dari baja dan berfungsi untuk menampung air hujan dan juga menampung energi matahari.


Pada malam hari, lampu yang di pasang di pohon buatan setinggi gedung bertingkat 16 ini akan menyalamenyala, sehingga menjadi sangat indah.


Bersambung.......