Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Tangan Suci ku


Happy Reading😘


Maaf ya, author masih sangat sibuk🙏🤧sampai cma bisa up 2 bab saja. padahal hari ini rencana mau up 3 bab, tapi ternyata masih sangat sibuk🙏


Sepulangnya dari Gardens by the Bay, Dev dan Dea langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, mereka sangat kelelahan karena sedari datang belum istirahat sama sekali.


Sedangkan di negara Indonesia, Al sedang mengerjakan pekerjaan nya di kamar.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, sedangkan di Singapura jam 12 malam.


"Euugh, rasanya pegal sekali." Keluh Al sambil meregangkan otot otot tangan nya.


Mata nya menatap ke arah meja di samping tempat tidur. Dia melihat paperback coklat yang tadi sore ia bawa pulang.


"Ya ampun, itu kan hadiah yang mau gw kasih sama Lala." Al menepuk jidatnya saat menyadarinya.


Lalu dia pun menelfon salah satu pelayan untuk menyuruh Lala membuatkan kopi untuknya.


Padahal itu hanya alibinya saja.


Selang 15 menit, pintu kamar Al di ketuk. Dan Lala masuk kedalam kamar itu dengan secangkir kopi di tangan nya.


Terlihat jelas wajah mengantuk Lala, bagaimana dia tidak mengantuk. Dia sedang enak enaknya tidur malah di bangunkan oleh teman nya dan di suruh membuatkan kopi.


Al tersenyum tipis saat melihat wajah bantal Lala. Bagi Al wajah Lala terlihat sangat lucu dan menggemaskan dengan wajah mengantuk nya.


"Ini sayang, kopi nya." Ucap Lala sambil menaruh kopi di depan Al


Setelah itu Lala hendak pergi, namun Al segera menarik tangan nya hingga Lala lagi lagi jatuh ke atas pangkuan Al.


"Sayang, lepaskan. Lala ngantuk mau tidur." Pinta Lala


Dia saat ini enggan untuk berdebat dengan Kekasihnya itu. Mata nya sangat berat jika harus berdebat dengan Al.


"Temani aku." Pinta Al


"Ck, aku ngantuk." Melas Lala


"Kalau gak mau menemani, maka aku cium kamu!" Ancam Al


"Dasar pengancam." Gerutu Lala


Al tersenyum mendengar ucapan kekasih kecilnya itu. Lalu Al kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan Lala yang duduk di pangkuan nya.


"Sayang, sebenernya aku kesini mau ngasih kam--"


Padahal tadi Al ingin memberitahu soal paperback yang ia siapkan untuk Lala. Tapi melihat Lala tertidur nyenyak, membuat Al tak tega membangunkan nya.


Al pun menggendong tubuh sinyal Lala ke atas kasur, lalu membaringkan nya. Kemudian dia juga naik ke atas kasur dan tidur di sebelah Lala.


"Entah kenapa kamu wanita yang mampu meluluhkan hatiku La! Padahal selama ini, banyak sekali wanita yang mengejar ngejar diriku. Tapi aku bersyukur, sebab kamu wanita yang tepat." Gumam Al sambil menyingkirkan anak rambut di kening Lala.


Cup


Al mencium dahi Lala dengan lembut, mata nya tertuju pada bibir sexy Lala yang kemerahan. Membuatnya benar benar tak kuat ingin melahapnya


Dengan perlahan wajah Al mendekat, dan mencuri ciuman Lala saat gadis itu tertidur nyenyak.


Awalnya hanya kecupan, lama lama Al melu mat perlahan bibir Lala agar tak membuat sang empu terganggu.


Setelah puas dengan buah palem itu, Al mengusap bibir manis Lala denan jari jempolnya.


"Selamat tidur sayang." Ucap Al sambil memeluk tubuh Lala dari samping.


Al benar benar sudah gak sabar ingin segera menghalalkan Lala menjadi istrinya. Dia merasa tak akan kuat jika harus berlama lama terus begini.


Al takut jika nanti akan ke bablasan. Sebab mau bagaimanapun, Al tetaplah pria normal yang pasti akan tergoda dengan pesona Lala.


Pagi harinya, tepat jam 5 pagi. Lala mengerjapkan mata nya, dia menatap sekeliling dengan bingung sebab itu bukanlah kamar nya.


Lala merasa aneh saat memegang sesuatu yang keras namun terasa panjang. Dia merasa asing dengan benda itu.


"Perasaan guling aku gak begini bentuknya?" Gumam Lala sambil mengerjapkan mata nya.


Saat Lala menengok ke samping, betapa kagetnya dia saat melihat Al tertidur lelap di samping nya.


Lala langsung menutup mulutnya dengan satu tangannya. Lalu mata Lala beralih ke bawah, dan seketika matanya membulat saat tahu apa yang dia pegang barusan.


'Omg, jadi yang ku pegang tadi belalai gajah?' Batin Lala dengan dada berdebar.


Dia segera menarik tangannya dari area terlarang itu. Lalu Lala turun dari ranjang. Dia bingung kenapa bisa tidur di kamar Al.


'Kenapa bisa aku tidur di sini? Ya ampun, belalai nya gede banget? Untung saja Tuan Al belum bangun. Benar benar rezeki sekaligus kesialan ku! Tangan suci ku sudah ternoda.' Batin Lala dengan wajah memerah.


Lala pun berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya dengan pelan pelan. Dia tak mau membangunkan Al yang sedang tertidur nyenyak.


Lala pasti akan sangat malu, jika Al tahu kalau dia tadi memegang barang nya.


Bersambung......