
Happy Reading😘
Al membawa Lala ke balkon kamar nya, lalu duduk di sofa yang ada di sana. Lala pun menyenderkan kepala nya di bahu kekar Al.
Sementara itu Al menggenggam tangan Lala. Dua dua nya sama sama terdiam sambil memandangi langit yang bertabur penuh bintang.
Menyalurkan rasa cinta lewat genggaman tangan.
"Kak Al..." Panggil Lala
"Kenapa Kak?" Bingung Al sebab Lala menyebutnya dengan kata Kakak.
"Gak papa, manis aja kalau Lala panggil Kak!" Jawab Lala sambil memandangi bintang di langit.
Cup
Al mengecup tangan Lala, membuat wanita itu menoleh ke arah nya lalu melihat lurus kembali ke depan.
"Lala bahagia sekali, sebab Tuhan memberikan Lala seorang pangeran idaman. Pangeran yang selama ini Lala idamkan." Tutur Lala
Al yang mendengar itu merangkul pundak Lala dan mendaratkan sebuah kecupan manis di pucuk kepala Lala.
Lala yang merasakan itu seketika menutup mata nya, merasakan sebuah kehangatan yang Al salurkan kedalam tubuhnya.
"Aku akan selalu menjadi pangeran yang kamu dambakan." Ucap Al
"Yasudah, sebaiknya kamu tidur! Ini sudah malam sayang." Titah Al, namun Lala dengan cepat menggeleng.
"Sebentar lagi Kak, Lala ingin seperti ini sebentar saja." Pinta Lala
Al tersenyum manis lalu mengacak rambut kekasih nya itu.
"Lama juga gak papa sayang."
Mereka pun masih duduk dengan posisi yang sama, diam dengan pemikiran nya masing masing.
"Sayang...." Panggil Al
"Heem..." Lala hanya bergumam saja.
"Apa kamu sudah mendapatkan jawabanya?"
"Jawaban apa?" Bingung Lala
"Jawaban tentang lamaranku! Apa kamu sudah tahu jawaban nya? Jika iya, aku ingin mendengarnya sekarang, agar saat nanti apa yang aku inginkan tak sesuai, maka sakitnya tak terlalu dalam." Jelas Al sambil menatap ke arah depan.
Lala mengangkat kepala sekaligus duduk tegap, mata nya menatap Al yang kini juga menatap ke arahnya.
"Apa Kak Al mau jawaban nya sekarang?" Tanya Lala
Al langsung mengangguk cepat, tapi tapi bukan hanya itu, bahkan jantung Al juga saat ini sedang berdebar dengan kuat.
Dia menanti jawaban apa yang akan Lala berikan pada nya. Tapi yang Al takutkan adalah sebuah penolakan. Sebab itu pasti akan membuat hatinya amat sangat hancur.
"Lala......"
Lala sengaja menggantung ucapan nya dan melihat wajah tegang Al. Dia bisa melihat sorot ketakutan dalam mata tegas nan sendu milik kekasih tampan nya itu.
"Apa kak Al benar benar ingin mendengarnya?" Tanya Lala memastikan.
"Iya sayang, aku yakin." Jawab Al dengan yakin, padahal hatinya sudah bergemuruh.
"Kalau begitu Lala akan menjawabnya! Lala....."
"Maaf kak, Lala gak bisa." Ucap Lala dengan tatapan serius pada Al.
Seketika raut wajah Al yang tadinya hangat menjadi datar, genggaman tangan nya pun seketika terlepas.
Terlihat jelas raut wajah kecewa Al, apalagi sorot mata yang memancarkan cinta seketika redup tertutup sorot penuh kecewa.
Ya, Al kecewa dengan jawaban Lala. Walaupun Al sudah menyiapkan hatinya untuk itu, namun nyatanya amat sakit saat menjadi sebuah kenyataan.
"Tidak apa, aku faham." Ucap Al dengan nada kecewa.
Setelah itu Al berdiri hendak masuk kedalam kamar nya.
"Tidurlah, ini sudah malam." Ucap Al dengan suara datar.
Lala yang melihat kekasih tampan nya itu kecewa dan pergi masuk kedalam kamar, segera berdiri dan memeluk tubuh Al dari belakang.
Seketika langkah Al terhenti, saat merasakan sebuah pelukan hangat di tubuhnya, apalagi saat Al merasakan sebuah benda kenyal menabrak punggung kekarnya.
"Kenapa tinggalin Lala? Lala kan belum selesai bicara?" Ucap Lala.
Al langsung melepaskan pelukan Lala di perutnya. "Buat apa sayang? Kan tadi kamu sudah mengatakan nya?" Ujar Al dengan lesu.
Lala membalik tubuh Al agar menghadap ke arahnya, lalu memegang kedua pipi Al agar menatap dirinya. Sebab sedari tadi Al terus memalingkan wajah nya.
Sebenarnya Al hanya menyembunyikan sebuah luka dari sorot kedua mata nya saja.
"Iih, lihat Lala." Kesal Lala
Al pun menatap Lala.
"Lala kan belum selesai bicara! Kenapa main pergi aja hem?" Tanya Lala sambil mengalungkan kedua tangan nya di pundak Al.
"Tidur, sudah malam." Ucap Al
Lala tersenyum melihat kekasihnya itu menjadi cuek. "Kak Al, Lala gak bisa kalau Lala itu..... Nolak pria setampan kamu."
Cup
Lala langsung mengecup bibir Al dengan cepat lalu berlari masuk kedalam kamar.
Al masih dalam mode syok, kabel di otaknya masih berusaha mencerna ucapan Lala.
Tapi saat kabel itu tersambung, Al segera menengok ke arah Lala.
"Jadi kamu menerima aku sayang?" Teriak Al dengan senang.
Lala yang sudah sampai di pintu tersenyum lalu mengangguk, kemudian dia keluar dari kamar Al dengan senyum bahagia di wajah nya.
"Sayang, kamu ngerjain aku hah... Awas kamu ya!" Ucap Al sambil mengejar Lala, tapi Lala keburu keluar dari kamar Al.
"Awas ya kamu, akan ku balas kamu kelinci kecil." Gumam Al dengan bahagia.
Bahkan Al sampai berjingkrak dengan senang.
"Yeeee..... Gw bakal susul Lo Dev." Ucap Al sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Bersambung......
Ciiieee.... Yang lagi seneng🤣🤭