
Happy Reading 😘
Pagi ini Lala sudah siap dengan Mama Rose untuk pergi ke Mall. Mereka akan membeli cincin untuk pertunangan Lala dan Al nanti malam.
"Ma, Sayang, maaf ya aku gak bisa nganter. Tapi nanti pulangnya aku jemput." Ucap Al sambil meminum kopi nya.
"Iya Al, gak papa." Jawab Mama Rose.
Setelah sarapan selesai, Al langsung berangkat ke kantor. Dia juga memberikan kartu ATM nya pada Lala untuk belanja.
Soalnya selain beli cincin, Mama Rose juga akan membawa Lala ke salon untuk perawatan.
"Sudah siap sayang?" Tanya Mama Rose saat Lala menuruni tangga.
"Sudah Ma." Jawab Lala
Mereka pun melangkah menuju mobil setelah pamit pada Papa Blossom.
Dengan kecepatan sedang, mobil melaju membelah jalanan ibu kota yang sangat padat.
Ibu kota Jakarta tak pernah sepi oleh kemacetan, entah itu karena roda dua atau roda empat.
Sesampainya di Mall, Lala dan Mama Rose langsung masuk kedalam, mereka menuju lantai dua dimana toko toko emas berjejeran.
"Sayang, kamu mau toko yang mana?" Tanya Mama Rose sambil melihat jejeran toko Emas dan berlian.
"Lala terserah Mama saja."
Mendengar itu, Mama Rose langsung membawa Lala ke sebuah toko berlian. Dia meminta Lala untuk memilih cincin mana yang cocok.
Mata Lala memilih dan memilah setiap cincin yang ada di estalase.
Semua nampak cantik dan mewah, tapi Lala tak mau itu semua. Lala tahu jika itu harga nya bahkan bisa membeli 2 sampai 3 motor.
"Kamu mau yang mana sayang?"
"Eum, Ma. Kita beli cincin biasa saja ya." Pinta Lala.
"Loh, kenapa sayang? Kamu gak suka?" Heran Mama
Lala menggeleng. "Bukan Lala gak suka Ma, hanya saja pasti ini semua sangat mahal. Kita beli emas biasa saja ya!" Jelas Lala
Mama Rose malah terkekeh mendengar ucapan Lala. Dia benar-benar kagum pada Lala, biasanya setiap wanita akan suka dengan barang mahal dan juga mewah.
Tapi Lala malah menolak nya dan lebih memilih emas biasa.
"Sayang, kamu jangan pikirkan soal harga nya! Sebab harga itu tak penting, di bandingkan dengan pertunangan kamu dan Al nanti malam." Jelas Mama
Akhirnya setelah di bujuk, Lala pun memilih satu cincin dengan permata di tengah nya.
Terlihat sederhana namun sangat mewah dan elegan.
Saat mereka naik ke lantai 3,tiba tiba Lala bertemu dengan seseorang yang tak sengaja berpapasan dengan nya.
'Mama.' Batin Lala
Dengan langkah cepat Lala melewati wanita hamil itu, tapi sayang sebuah suara menghentikan langkah Lala.
"Lala...." Panggil wanita yang bernama Desi, mamanya Lala
Desi mendekat ke arah Lala, sedangkan Mama Rose hanya diam saja memperhatikan.
Dia sebenarnya tahu siapa wanita hamil itu, tapi dia tak mau ikut campur sebab bukan ranah dia.
Dia akan ikut campur jika di butuhkan.
"Lala, kamu disini sayang?" Tanya Desi sambil mengangkat tangan nya hendak memegang tangan Lala
Namun dengan cepat Lala menarik tangan nya.
Desi yang melihat itu merasa miris. Dia ke Mall sebenarnya berbelanja kebutuhan untuk calon anaknya.
Tapi dia malah tak sengaja bertemu dengan putri kandungnya. Setelah pertemuan nya dan Lala di rumah sakit waktu itu.
Desi terus kepikiran soal Lala dan mantan suaminya.
"La, maafkan Mama La." Ucap Desi dengan nada lirih.
Lala pura pura tak mendengar, rasa sakit di hatinya membuat Lala sulit memaafkan sang Mama.
"Ma, kita cari lagi yuk!" Ajak Lala sambil menggandeng tangan Mama Rose.
Mama Rose mengangguk lalu mengikuti kemana Lala pergi.
Desi yang mendengar Lala menyebut wanita lain dengan sebutan Mama, tentu saja merasakan sakit dan sesak.
Dengan cepat Desi menarik tangan Lala.
"Lala, kenapa kamu menyebut dia Mama? Apa dia Mama baru kamu?" Tanya Desi sambil menahan sakit di hatinya.
Lala yang mendengar itu mencebikan bibir nya. "Urusan nya apa sama Mama? Yang pasti, dia seorang ibu yang baik dan penyayang. Oh, dan tentunya dia tak pernah meninggalkan seorang suami dan anaknya hanya karena sebuah harta." Jelas Lala dengan nada tajam.
Ucapan Lala sangat menohok hati Desi. Dia seakan di tampar oleh ucapan Lala.
Setelah mengatakan itu, Lala pun menggandeng tangan Mama Rose untuk pergi dari sana.
Dia meninggalkan sang Mama yang diam dengan luka di hati nya. Luka karena sebuah rasa bersalah.
"Maafkan Mama La! Mama terpaksa." Gumam Desi.
Bersambung.......