Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Dev Berubah


Happy Reading 😘


Pagi hari Dea sudah bangun dan menyiapkan kebutuhan Dev untuk ke kantor. Setelah itu dia membangunkan suaminya yang tertidur kembali sehabis shalat subuh tadi.


"Mas.... Bangun Mas, ini sudah jam 7." Ucap Dea sambil menggoyangkan bahu Dev.


Heeem


Dev hanya menggumam saja, dan itu membuat Dea menghela nafas nya dengan pelan.


"Nanti kamu telat ke kantor Mas." Ucap Dea lagi.


Dev pun membuka mata nya, lalu langsung duduk dan beranjak ke kamar mandi untuk mandi.


Dea sebenarnya agak heran dengan Dev, soalnya pria itu bangun tidur tanpa menyapa nya dulu.


Biasanya Dev kalau bangun tidur, akan menyapa Dea dengan kata Good morning Sayang. Lalu mencium bibir Dea sekilas.


Tapi pagi ini sangat beda, bahkan Dev tak melirik ke arah Dea sedikitpun.


'Ah, mungkin Mas Dev masih ngantuk.' Pikir Dea sambil duduk di ranjang dan membuka ponsel nya.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka, lalu Dev keluar dan memakai baju kerja nya. Dea yang melihat itu segera bangkit dan membantu Dev seperti biasa.


Tapi siapa sangka, jika Dev malah melarang Dea membantunya.


"Tidak usah, aku bisa sendiri. Kamu siapkan sarapan saja!" Ucap Dev sambil memakai celana nya.


Dea menautkan kedua alisnya dengan heran, sebab tidak biasanya Dev berkata dingin dan cuek seperti itu.


Namun lagi lagi Dea menepis perasaan itu, dia berpikir mungkin Dev banyak pikiran soal kantor.


Dea pun berjalan keluar kamar untuk membuatkan kopi untuk Dev. Sementara itu Dev menatap punggung Dea dengan perasaan yang masih kesal.


'Ada apa denganku! Kenapa aku mencueki Dea? Kenapa perasaan ini masih sangat kesal padanya?' Batin Dev.


Sesampainya Dev di meja makan, Dea langsung mengambilkan sarapan untuk Dev. Sementara itu Dev meminum kopi nya.


Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut Dev, dan itu tentu saja membuat semua orang yang ada di meja makan menatap Dev dengan heran.


Biasanya Dev akan mengatakan hal romantis saat Dea mengambilkan nya sarapan, tapi ini sangat terlihat jelas jika Dev begitu pendiam pagi ini.


"Aku berangkat." Ucap singkat Dev..


Dea mengangguk lalu mengantar Dev ke teras, setelah itu dia mencium tangan Dev.


"Mas..." Panggil Dea saat Dev mulai melangkah menuju mobil nya.


Dev berhenti dan berbalik pada Dea.


"Kenapa?"


"Apa Mas melupakan sesuatu?" Tanya Dea.


Dev nampak berpikir, lalu menggeleng cepat. "Tidak! Sudah aku berangkat dulu." Ucap Dev.


"Sebenarnya ada apa sama kamu Mas? Kenapa aku merasa kamu begitu beda dari semalam?" Gumam Dea.


Dia pun masuk kedalam rumah kembali dengan wajah yang begitu lesu, Dea kembali ke meja makan nya.


"Nak, apa kamu dan Dev sedang bertengkar?" Tanya Mama


Dea menggeleng cepat.


"Nggak Ma! Aku sama Mas Dev baik baik saja, tapi aku juga bingung dengan sikap Mas Dev pagi ini?" Keluh Dea


"Iya De, Dev seperti orang kesal. Dia biasanya akan mengatakan 'Terimakasih istriku.' Tapi ini apa? Dia bahkan hanya diam saja?" Heran Dira.


Dea yang mendengar itu hanya menggeleng pelan.


"Mungkin Dev lagi ada masalah kantor, coba nanti kamu bicara sama Dev setelah dia pulang." Timpal Papa


Dea mangngguk, yang di katakan Papa mertuanya itu benar. Mungkin Dev hanya punya masalah kerjaan pikir Dea.


Setelah sarapan, Dea ke taman samping untuk berjemur. Pikiran nya masih tertuju pada Dev suaminya.


Sedangkan di dalam mobil, Dev terus memukul setir dengan kesal. Dia pun tak tahu kenapa hatinya terasa amat kesal.


"Aaghh... Kenapa denganku! Kenapa aku tak mencium kening Dea tadi?" Kesal Dev pada dirinya sendiri.


Sesampainya di kantor, Dev langsung menuju ruangan nya, dan saat dia sampai di ruangan ternyata Al sudah berada di sana.


Entah kenapa saat melihat Al, Dev malah semakin kesal.


"Mau apa Lo disini?" Ketus Dev.


Al sempat kaget dengan nada suara Sahabat sekaligus bosnya itu.


"Lo kenapa Dev? Kok Lo kayak lagi kesal?" Heran Al


"Gak papa! Udah, kalau Lo gak ada urusan mending keluar dari ruangan gw." Ketus Dev lagi.


'Nih orang kenapa sih? Kesambet apa dia?' Batin Al dengan heran.


"Lo kenapa? Datang-datang udah marah marah aja!" Heran Al


"Apaan sih, Lo mau apa kesini?" Ucap Dev dengan nada dingin sambil menatap Al dengan tatapan dingin.


"Nih, gw mau ngasih berkas yang harus Lo tanda tangani."


Al menaruh berkas itu di meja Dev, lalu keluar dari ruangan itu dengan kesal.


"Tuh beruang kutub kenapa sih? Datang-datang udah marah marah? Salah gw apa coba? Lagi PMS kali tuh orang?" Gerutu Al dengan kesal..


Bersambung........


sebenernya Dev kenapa Ya🤔🤔