Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Kamu Kan Bestie Ku


Happy reading...........


Dea pulang bersama dengan Dev ke hotel, dimana mereka menginap. Setelah mereka berjalan-jalan dan menghabiskan waktu seharian, Dea juga merasa jika badannya cukup sangat lelah, karena menyambangi beberapa tempat yang ada di negara itu.


Setelah memandikan Berlian, dia pun membersihkan diri karena badannya begitu lengket.


"Mas, aku titip Berlian dulu ya! Soalnya aku mau mandi, badan aku lengket banget," pinta Dea kepada Dev, yang sedang memangku laptopnya untuk mengecek email yang kirim oleh asistennya.


Dev mengangguk sambil tersenyum manis ke arah Dea. Kemudian Dev kembali Menatap layar laptopnya, sementara itu Dea masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah membersihkan diri, Dea pun duduk di tepi ranjang lalu dia mengambil ponselnya, dan saat dia membuka kunci ponselnya. Dia kaget saat mendapati pesan dari Nina, kemudian dia pun membaca pesan itu dan tertulis jika Nina ingin berbicara kepada Dea.


Dea melihat jam yang tertempel di dinding, dan baru saja menunjukkan pukul 07.00 malam. Sedangkan di Indonesia sudah jam 12.00 malam, melihat itu Dea pun mengurungkan niatnya untuk menelpon Nina.


Dev melihat istrinya yang kebingungan, kemudian dia pun menanyakan kenapa dengan Dea. "Ada apa sayang? Kenapa wajah kamu terlihat begitu bimbang?" Tanya Dev pada Dea.


"Ini Mas, Nina nge-chat aku. Katanya dia mau curhat, tapi bukannya sekarang di Indonesia sudah jam 12.00 malam?"


Mendengar itu Dev mengangguk. "Besok saja menelponnya, takut Nina sudah tidur," ujar Dev dan langsung dibalas anggukan oleh Dea.


Setelah meletakkan ponselnya, Dea pun langsung membaringkan tubuhnya, karena dia merasa amat sangat lelah. Sedangkan Berlian sudah tidur nyenyak di sampingnya.


*************


Nina terbangun dari tidurnya, kemudian dia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu melaksanakan salat subuh. Setelah itu Nina pun menyiapkan sarapan untuk kedua orang tuanya.


Sambil mengaduk sayur di kompor, Nina melihat ponselnya, dan ternyata masih tidak ada balasan dari Dea. Tetapi Pesannya sudah dibaca oleh Dea.


Setelah sarapan siap, Nina pun memasukkan beberapa lauk dan juga nasi ke dalam rantang untuk dibawa ke sawah, di mana Ayah dan Ibunya sudah berangkat dari subuh, untuk menggarap sawah.


"Bu, Pak. Sini makan dulu" Ajak Nina kepada kedua orang tuanya.


Saat Nina tengah mempersiapkan makanan, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata itu dari Dea. Nina pun merasa senang kemudian dia menggeser tombol hijau ke atas.


"Halo Assalamualaikum De..."


"Waalaikumsalam," jawab Dea di seberang sana. "Nin Maaf ya, semalam aku nggak bales chat kamu. Tadinya aku mau nelpon kamu, tapi melihat jam sepertinya kamu sudah tertidur. Jadi aku putuskan pagi ini buat nelpon kamu," jelas Dea kepada Nina.


"Iya nggak papa De, aku ngerti kok kalau kamu pasti sudah tertidur dan kelelahan. Maaf ya kalau aku ganggu kamu."


"Ganggu apa sih Nin? Nggak sama sekali kok! Oh iya, kemarin dipesan kamu bilang ingin curhat? Curhat soal apa?" Tanya Dea dengan penasaran.


"Iya, aku mau curhat soal acara kemarin. Sebenarnya aku takut kalau Mas Fahri mengacaukan acara aku nanti bersama dengan Bang Hazel. Soalnya kemarin Mas Fahri itu ngancem, kalau dia tidak akan membiarkan aku bahagia bersama dengan Bang Hazel," jelas Nina dengan wajah yang sendu, sambil menatap luas sawah yang ada di hadapannya yang mulai menguning dan siap untuk dipanen.


"Nggak usah takut! Aku yakin kok, Kak Hazel itu pasti sudah menyiapkan penjagaan yang ketat untuk acara pernikahan kalian."


"Iya, memang benar. Bahkan Bang Hazel enyarankan agar pernikahan kami tidak dilangsungkan di rumah, dan pernikahan kami akan dilangsungkan di rumahnya Bang Hazel di kota. Dan semua keluarga juga sudah setuju! Aku minta doa kamu ya De, supaya acara nanti berjalan lancar."


"Doa itu pasti Nin! Kamu kan sahabat aku. Lagi pula, aku beberapa hari lagi juga pulang. Dan aku juga akan menemani kamu untuk membeli kebaya, dan juga perlengkapan nikah yang lainnya. Jadi aku akan ikut andil! Kamu kan Besti aku, masa aku nggak bantuin di hari spesial kamu sih?"


Mereka pun mengobrol tentang acara Nina yang akan dilangsungkan dua minggu lagi, di kediaman Hazel. Hingga telepon itu terputus karena Berlian bangun dari tidurnya dan meminta susu.


Bersambung...........