Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Mama Yang Jahat


Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


"Mama...." Panggil Lala pada seorang wanita hamil yang jalan melewati nya.


Wanita itu berhenti lalu menengok pada Lala, kedua mata wanita itu membulat dengan raut wajah terkejut..


Lala melangkah ke hadapan wanita itu dengan raut wajah penuh benci, lalu Lala menatap laki laki di samping Mama nya dengan tatapan benci juga.


"Oooh... Jadi karena dia Mama meninggalkan aku dan Papa? Waaaw... Sekarang juga Mama lagi hamil? Amazing, benar benar amazing." Ucap Lala sambil menepuk tangan nya.


Membuat wanita di hadapan nya menatap Lala penuh kerinduan, tapi juga tatapan nyalang.


"Lala, kamu sedang apa di sini?" Tanya wanita itu sambil mencoba memegang tangan Lala, tapi Sayang Lala segera menarik tangan nya.


"Apa perlu aku kasih tahu kenapa aku ada di sini? Asal anda tahu ya! Anda wanita yang tak punya hati. Anda meninggalkan saya dan Papa, saat kami dalam kesusahan? Saat Papa butuh seseorang untuk menguatkan dirinya? Tapi anda malah pergi sama dia? Pria kaya yang anda poroti harta nya?" Ucap Lala dengan lantang dan penuh nada benci di setiap kalimat nya, bahkan Lala sampai menunjuk pasangan di hadapan nya itu.


Plak


"Jaga bicara kamu Lala." Bentak wanita itu.


Lala memegang pipi nya, lalu menatap dengan senyuman sinis pada wanita di hadapan nya itu. Lala tak merasakan sakit di pipinya, bagi Lala tamparan itu tak seberapa dengan rasa sakit dan penderitaan yang ia dan Papa nya rasakan selama ini.


Lala begitu membenci sang Mama, walaupun Lala tahu ia adalah Mama kandung nya. Tapi bagi Lala Mama nya bukanlah seorang Mama yang patut ia hormati. Bagi Lala dia sudah tak punya Mama sejak wanita itu meninggalkan Lala dan Papa nya dalam keadaan mereka yang susah.


Mama nya Lala pergi meninggalkan Lala dan Papa nya saat perusahaan Papa nya sedang mengalami kebangkrutan. Mama nya yang sudah biasa hidup enak dan mewah, seketika meninggalkan Lala yang saat itu sedang kelas 2 SMA.


"Buat apa aku jaga ucapan aku hah! Bagiku, anda itu sudah tiada. Anda bukanlah Mamaku. Anda adalah wanita penggila harta yang doyan dengan laki laki lain tanpa memikirkan keadaan anak dan suami anda." Teriak Lala dengan suara keras dan dada naik turun.


Saat ini dada Lala sangat sesak, bahkan air mata nya tak bisa lagi ia bendung. Setelah mengatakan itu Lala pun pergi dari sana, meninggalkan Wanita yang ternyata Mama nya itu dengan pria di samping nya.


Sedangkan Wanita yang bernama Amel, ibu kandung Lala, hanya menatap kepergian Lala dengan tatapan sedihnya. Ada rasa sesak di hatinya saat Lala mengatakan jika ia telah menganggap nya mati.


'Maafkan Mama La.' batin wanita itu.


Sedangkan pria di samping nya sedari tadi hanya diam saja, tanpa mau ikut campur urusan istri siri nya itu.


Mereka sebenarnya hanya menikah siri, sebab lelaki itu juga mempunyai istri sah. Amel hanya di jadikan istri siri sebab lelaki yang bernama Tomi itu hanya ingin anak laki laki, sebab ke tiga anak dari istri pertama nya adalah perempuan semua.


Alvin melihat Lala duduk di taman sendirian, lalu Al menghampiri Lala dan duduk di sebelah nya.


Lala menangis sesegukan dengan kepala di taruh di atas lututnya, dia bahkan tak perduli jika Alvin duduk di samping nya. Lala hanya ingin mengurangi rasa sesak yang ada di dadanya saat ini.


Sakit, begitu sangat sesak, hingga Lala tak bisa jika untuk berucap. Kenyataan yang pahit membuat dia menangisi kehidupan nya yang begitu menderita.


Al merasa kasihan dengan kehidupan Lala, tak ia sangka jika Lala menaruh luka yang begitu dalam di balik senyum nya.


"Jika kamu butuh tempat sandaran, maka saya kali ini memberikan bahu saya buat kamu." Ucap Al.


Lala yang mendengar itu, segera menyenderkan kepala nya di bahu kekar Alvin. Tak Lala pungkiri jika saat ini dia butuh bahu seseorang untuk bersandar.


"Menangislah, jika itu bisa buat perasaan mu lega." Ujar Alvin sambil mengusap kepala Lala.


Mendengar itu Lala menangis lebih pilu lagi, bahkan kali ini dia sampai memukul mukul dada nya yang terasa amat sangat sesak.


"Kenapa? Kenapa semua terjadi padaku." Ucap Lala dengan lirih dan nada sesegukan.


Bersambung......