Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Minta Maaf


Happy Reading😘


Dev makan tanpa selera sama sekali kepalanya terus menengok kanan dan kiri mencari keberadaan Sang istri. Mama Linda dan semua yang ada di sana, tentu saja memperhatikan itu.


"Jika kamu khawatir sama Dea, samperin gih," Ucap Mama Linda.


Dev segera berdiri dan menyudahi makan malam nya, dia pergi dari sana untuk mencari Sang istri. Dev begitu cemas tentang keadaan Dea.


Semua ruangan sudah Dev cek, taman, balkon, kolam renang, kamar, tapi semua tidak menampakan dimana Dea. Dev pun kembali ke lantai bawah.


Dev membuka pintu kamar tamu satu persatu, lalu saat dia membuka kamar tamu yang berada dekat tangga, dia melihat Dea sedang terbaring dengan TV masih menyala.


Hati Dev terasa sangat lega, saat menemukan keberadaan Dea.


"Kamu membuatku cemas sayang." Dev mengusap kepala Dea yang terbalut hijab, lalu mengecup kening Dea, hingga membuat dua kelopak mata indah Dea terbuka saat merasakan sesuatu di dahi nya.


"Mas...." Panggil Dea sambil duduk dan mengucek mata nya.


Dev langsung memeluk tubuh Dea dengan erat. "Maafkan Mas sayang, maafkan Mas. Mas tahu kalau Mas salah padamu! Gak seharusnya Mas mendiamkan dirimu." Dev begitu menyesali nya.


Sebuah senyuman manis terbit di bibir Dea. Dia begitu bahagia sebab Dev menyadari kesalahan nya, dia merasa lega. Rasa sakit yang ia rasakan sebelum nya, seketika hilang begitu saja.


"Iya Mas, gak apa-apa. Dea faham kok!"


🌹


🌹


Lala duduk di balkon kamar nya sambil membaca buku, tak lupa telinga nya di sumpel dengan headset, dan mendengarkan musik kesukaan nya.


Pintu kamar terbuka dan Al pun masuk kedalam. Sudah dari tadi dia mengetuk pintu, namun tak juga di buka oleh Lala. Akhirnya Al pun masuk kedalam kamar.


"Kemana kelinci kecilku?" Dia tak melihat keberadaan Lala di sana, tapi mata Al menatap ke arah pintu balkon yang terbuka.


Dia pun melangkah kesana dan saat sampai di balkon, Al melihat Lala sedang duduk sambil membaca buku.


"Pantas saja dia gak denger pintu di ketuk, ternyata telinga nya di tutup headset."


Al berjalan mendekat dan duduk di samping Lala. Tentu saja Lala sangat terkejut saat Al tiba-tiba ada di samping nya. Dia pun membuka headset di telinga nya.


"Sudah dari tadi, hanya saja kamu itu sibuk. Pantas ku ketuk pintu kamu gak nyaut. Ternyata telinga kamu lagi di sumpel." Ledek Al


"Hehe, maaf ya sayang." Kekeh Lala


"Lagi baca apa sih?" Tanya Al dengan penasaran.


"Ini Loh sayang, aku lagi baca buku Novel ISTRI TAK DIINGINKAN. Cerita nya bikin nyesek banget." Ucap Lala sambil memperlihatkan bacaan nya pada Al.


"Apa yang menarik?"


Lala pun menjelaskan tentang isi cerita dalam novel itu, dan Al hanya mendengarkan tanpa mau menyela ucapan kekasihnya itu.


"Gimana, sedih kan?" Tanya Lala


"Iya, dan aku gak akan menyia nyiakan kamu seperti pria di novel itu." Al memeluk tubuh Lala dari samping.


"Oh ya sayang, besok kamu jadi kan fitting baju pengantin bersama Mama?" Tanya Al


Pernikahan mereka memang sudah di tentukan 1 bulan lagi, setelah Al melamar Lala. Dan pernikahan mereka akan di rayakan di gedung hotel ternama di kota itu.


"Iya sayang! Kamu gak mau ikut?"


"Mau, tapi gak bisa sayang. Ada kerjaan yang harus ku urus, tapi nanti aku akan jemput kalian ya." Jelas Al


Lala mengangguk, lalu menyenderkan kepala nya di bahu kekar Al. Dia tidak menyangka jika dalam umurnya yang masih muda, Lala akan menjadi seorang istri, bahkan mungkin seorang ibu di usia nya yang terbilang masih muda.


"Sayang, kamu yakin gak mau kuliah?" Tanya Al sambil mengelus kepala Lala.


"Nggak Sayang, aku kan bakal jadi seorang istri dan aku mau fokus aja ngurus kamu." Ujar Lala


Al mengecup pelipis Lala, dia begitu bahagia sebab Lala lebih mementingkan dirinya. Padahal jika Lala mau kuliah, Al pasti akan mendukungnya.


Al juga sudah menyuruh Lala, namun ternyata Lala bersikeras tak mau kuliah. Dan Al juga tak bisa memaksanya.


Bersambung.......