Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Kabar Bahagia


Happy Reading😘


Sesampainya di rumah sakit, Dev langsung menggendong Dea dan memanggil suster.


Setelah itu Dea di bawa ke ruangan salah satu dokter untuk di periksa. Sebab itu bukan hal yang urgent jadi tidak di bawa masuk ke UGD.


Dea berbaring di ranjang pasien, lalu dokter mulai memeriksa keadaan Dea. Tapi Dev segera menghentikan nya.


"Tunggu Dok."


"Iya Pak." Jawab dokter itu dengan bingung.


"Apa gak ada dokter perempuan? Saya maunya dokternya perempuan."


Suster dan dokter yang ada di sana saling pandang dengan tatapan bingung.


"Tapi istr---"


"Saya mau dokternya perempuan Dok." Tegas Dev.


Suster melirik ke arah dokter itu, dan sang dokter pun mengangguk. Setelah itu suster keluar dan memanggil dokter perempuan untuk memeriksa Dea.


Dev tak mau jika pria lain memegang istrinya apalagi sampai mencuri curi pandang ke arah Dea.


Padahal dokter pria tadi sudah setengah abad. Tapi Dev tetap tak mau.


Dokter itu pun keluar dari ruangan, tak berselang lama seorang dokter perempuan masuk kedalam, lalu memeriksa Dea.


"Bagaimana Dok? Istri saya sakit apa?" Tanya Dev dengan wajah cemas.


Dokter wanita itu tersenyum sambil duduk di kursi.


"Begini Pak, istri anda sebenarnya tidak sakit. Tapi, dari hasil yang saya periksa, istri anda sedang berbadan dua." Jelas dokter


"Hah, berbadan dua? Maksudnya?" Bingung Dev.


Sedangkan Dea yang mendengar itu seketika langsung memegang perut nya.


"Maksud saya, istri anda sedang hamil Pak! Selamat ya."


Dev yang mendengar itu tentu saja sangat kaget, ia melihat ke arah Dea dan kembali menatap dokter di depan nya.


"Dokter serius?" Tanya Dev dengan tatapan kaget.


Dokter itu mengangguk mantap, Dev yang melihat itu segera memeluk tubuh Dea yang masih terbaring di ranjang pasien.


Kemudian Al mencium seluruh wajah Dea bertubi tubi sampai membuat wajah cantik itu merona malu.


"Sayang, kita akan jadi Momy dan Dady. Kita akan jadi orang tua sayang!" Ucap Dev dengan bahagia.


Dea mengangguk dengan senyum manis di wajah nya, bahkan air mata nya menetes bahagia.


Dev segera mengusap perut rata Dea dan mencium nya. "Anak Dady, baik baik ya sayang di dalam."


Dea begitu bahagia melihat pemandangan itu, hatinya seketika mengahangat.


Setelah itu Dev membantu Dea bangun, dan dokter itu memberikan vitamin untuk Dea.


🌹


🌹


"Apa gak cari yang di restoran aja sayang?"


"Nggak mau Mas. Aku lagi mau yang di pinggir jalan saja." Tolak Dea


Dev pun melajukan mobil nya sambil melihat kanan kiri, mencari gerobak bubur ayam.


Tak jauh dari area rumah sakit ada sebuah gerobak bubur ayam yang sedang mangkal. Lalu Dev turun dan membeli nya untuk Dea.


"Ini sayang." Dev menyerahkan bubur ayam itu pada Dea saat sudah di dalam mobil.


Dengan cepat Dea membuka bungkus bubur itu, dan mulai mencampur kuah dan sambal kedalam nya, lalu memakan nya dengan lahap.


'Ya Allah, semoga istri dan anaku selalu sehat.' Batin Dev dengan senyum bahagia di wajah nya.


30 menit, mobil pun sampai di kediaman Bachtiar, Dev dan Dea langsung masuk kedalam dan menuju meja makan, sebab Dev belum sarapan.


"Dev, Dea. Gimana? Dea sakit apa kata dokter?" Tanya Mama Linda dengan wajah panik.


Dev tersenyum lalu memeluk sang Mami.


Di meja makan sana juga ada Arumi dan Dira. Mereka beberapa hari ini tak terlihat, sebab Dira lagi di India untuk bertemu dengan neneknya yang sedang sakit.


"Mam, Pap. Aku punya kabar bahagia buat kalian." Ucap Dev.


"Kabar bahagia? Kabar apa?" Tanya Papa dengan penasaran.


"Sebentar lagi, Mama dan Papa akan jadi..... Kakek dan Nenek." Ucap Dev dengan antusias.


Mama dan Papa nya Dev yang mendengar itu seketika menatap Dev dengan wajah sumringah.


"Maksud kamu Dea hamil?"


"Iya Pah."


Mama Linda langsung memeluk tubuh Dea dengan erat dan mencium kening nya dengan senang.


"Makasih ya sayang, kamu sudah memberikan Mama sebuah kado terindah."


"Iya Ma."


"Waaah... Arumi bakal dapet ponakan dong Aunty?" Timpal Arumi.


"Iya sayang, kamu akan jadi aunty juga. Nanti kamu akan jagain adik sekaligus ponakan kamu!" Ucap Dira


"Selamat ya De, aku ikut bahagia."


"Makasih kak."


Rumah itu pun terasa penuh aura kebahagiaan di pagi hari ini. Dan nanti akan ada dua tangisan bayi yang menghiasi rumah mewah itu.


Bersambung.......