Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Suka Sama Nenek Gayung


Happy Reading😘


Tidak terasa kandungan Dea sudah memasuki usia 7 bulan, dan sebentar lagi Dea akan segera melahirkan. Dan saat ini di kediaman Bachtiar, sedang ada acara 7 bulanan untuk kehamilan Dea.


Keluarga besar Dea pun datang dari kampung, begitu pula dengan Nina dan juga Fahri, mereka juga datang ke sana. Dan dia sangat bersyukur saat melihat Nina yang sedang mengandung anaknya bersama Fahri, dan sekarang kandungan Nina juga sudah memasuki bulan ke-4.


"Aku bahagia banget, akhirnya kamu sama Kak Fahri bisa saling mencintai," Ucap Dea saat berada di dalam kamar bersama Nina.


"Iya De, alhamdulillah. Aku juga bersyukur akhirnya Kak Fahri bisa mencintai aku, ya walaupun perjalanan cinta kami tidak semudah dan semulus itu juga. Banyak rintangan yang harus kami lalui bersama, karena kamu tahu sendiri kan, kalau dulu kamulah pemilik hatinya Kak Fahri."


"Sudah, itu kan dulu. Lagi pun aku tidak pernah mencintai Kak Fahri, dan sekarang kamu harus jaga kesehatan, karena kandungan kamu masih rawan dan masih sangat muda," Ujar Dea sambil mengelus perut Nina.


Mereka pun bercerita dan mencurahkan segala kerinduan yang selama ini mereka pendam. Apalagi kan semenjak Dea hamil, dia tidak pernah lagi pulang ke kampung karena takut terjadi apa-apa dengan kandungannya, pasalnya perjalanan ke kampung Dea cukup memakan waktu yang panjang.


"Sayang, acara udah mau dimulai. Yuk kita ke bawah," Ajak Dev saat masuk ke dalam kamar. Dea mengangguk lalu dia menggandeng tangan Dev untuk Turun ke bawah bersama juga dengan Nina.


"Awas hati-hati sayang, pelan-pelan aja turunnya," Ingat Dev saat mereka menuruni tangga secara perlahan. Dev bahkan memegang lengan dan juga bahu Dea, takut jika istrinya itu terjatuh. Semenjak kehamilan Dea semakin membesar, Dev semakin posesif terhadap Dea. Bahkan hanya untuk menyapu lantai pun, dia tidak membiarkannya, dia tidak ingin istrinya kecapean.


Setelah Dea dan Dev sampai di lantai bawah, dia duduk di samping sang ibu. Lalu acara pun dimulai, Dev dan Dea mengundang para anak yatim ke rumah untuk mendoakan kesehatan dan juga kelancaran persalinan Dea nanti.


---------------------------


Setelah acara selesai Dev sedang duduk bersama Al, Lala dan juga kedua sahabat Dev. Mereka sedang mengobrol untuk persalinan Dea nanti.


"Kapan lu nyusul Al?" Tanya Dev.


"Mungkin tahun depan. Soalnya kan umurnya Lala masih sangat muda, gue takut terjadi apa-apa sama istri gue . Jadi di pending tahun depan deh. Kalian doain aja ya, semoga kecebong gue topcer," Ujar Al.


"Eh kalian berdua kapan? Gue sama Dea udah mau punya anak, Al sama Lala juga udah kawin. Terus Kalian berdua kapan?Apa nunggu kalian bangkotan dulu, baru pada kawin?" Ledek Dev pada Hazel dan juga Dilon.


"Kalau gue mah masih pengen sendiri. Nah kalau si Dilon ini, dia kayaknya udah ada calonnya," Ucap Hazel sambil melirik ke arah Dilon, sedangkan yang dilirik hanya berdecih kesal sambil memakan kacang rebus buatan ibunya Dea.


"Eh, emang Lu udah punya calon Dil? Siapa?" Tanya Al penasaran.


" Nggak ada! Hazel di dengar, dia emang otaknya lagi geser," Kesal Dilon sambil melempar Hazel dengan kacang di tangannya.


"Kau suka sama si nenek gayung?" Kaget Dev dengan mata membulat menatap ke arah Dillon.


"Nenek Gayung? Nenek Gayung siapa Mas? Terus siapa yang dikurung Mas?" Tanya Dea sambil menatap ke arah Dev, Hazel dan juga Dilon.


Ketiga pria itu hanya dia mematung dan menjadi gugup, wajah mereka seketika menjadi pucat sambil melirik satu sama lain. Sedangkan Al, dia Santai saja sebab dia tidak ada urusannya dengan wanita itu.


"Mas, wanita siapa yang dikurung?" Desak Dea dengan penasaran.


"Ah itu sayang, nenek gayung film. Itu istrinya kakek cangkul. Iya, kakek cangkul. Si Dillon ini bikin film, terus dia nyewa perempuan buat jadi nenek gayung, iya gak Bro?" Jelas Dev dengan gugup sambil menendang betis Dilon.


"Anjiiir...... Kenapa lo tendang kaki gue? Sakit b*go. Lagian siapa juga yang mau bikin film?" Kesal Dilon sambil mendelik tajam ke arah Dev.


"Loh, bukannya Lo mau garap film kemarin? Terus semua pemain nya udah ada di villa itu, termasuk pemain Si Nenek Gayung?" Ujar Dev sambil mengedipkan matanya, memberi kode kepada Dilon agar sahabatnya itu mengerti.


"Astaga kenapa dengan mata lo? Apa mata lo bintitan? Ya ampun Dev, lo itu kebanyakan nonton ayam kawin sih!" Ledek Dilon.


Dev yang mendengar itu benar-benar geram, bukannya Dilon membantu Dev untuk menjelaskan kepada Dea. Tapi Dilon malah meledek dia, akhirnya dengan sangat kesal Dev menginjak kaki Dilon dengan keras hingga membuat pria itu menjerit kesakitan.


"Dasar lu aki-aki pikun, pantes aja nggak ada cewek yang mau sama lo, udah meleot loh." Geram Dev.


Al dan Lala malah tertawa melihat tingkah Dev dan juga Dilon. Sedangkan Hazel dia hanya menahan tawanya sambil sesekali melirik ke arah Dea yang menatap suaminya itu dengan penuh curiga.


'Sebaiknya gue diem aja lah, daripada gue kena sasaran juga,' batin Hazel.


"Mas nggak ada yang kamu sembunyiin kan dari aku?" Tanya Dea memastikan.


Dev yang mendengar itu seketika menoleh ke arah Dea dengan senyum cengirnya. "Nggak ada Sayang! Emang dasar si Dilonnya aja, udah aki-aki dia, udah bangkotan," Sindir Dev sambil melirik ke arah Dilon.


"Kalian cocok sekali kalau menjadi Andre Taulany dan juga Sule,sangat klop," Timpal Lala sambil terkekeh. Al yang mendengar istrinya berbicara seperti itu pun tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Dev dan juga Dilon malah merengut dengan wajah ditekuk. "Kalian ini benar-benar Sahabat tidak ada akhlak, asem," Umpat Dev dengan kesal.


Bersambung.........