Jodohku Pilihan Mama

Jodohku Pilihan Mama
Pencemburu Akut


Happy Reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Pernikahan Nina pun tengah di lakukan hari ini, semua tamu undangan sudah hadir di sana termasuk Dea dan juga Dev. Mereka datang lebih awal, tepatnya Dea lah yang datang lebih awal sebab ia ingin menemani sahabatnya itu.


MUA di kampung itu pun sedang merias wajah Nina, hingga membuat Nina terlihat sangat cantik dengan kebaya putih di badan nya.


Hari bahagia yang di nantikan oleh setiap pasangan, tapi tidak dengan Nina dan Fahri, mereka tak menginginkan pernikahan ini.


"De, aku gak tahu rumah tangga ku akan seperti apa nantinya?" Ucap Nina dengan wajah sedih.


Dea yang melihat itu segera menggenggam tangan Nina sahabat nya. Dia tahu apa yang di rasakan Nina saat ini, sebab Dea juga pernah merasakan nya.


"Nin, kamu harus bisa mengambil hati nya Kak Fahri. Aku yakin kok, kalau nanti kak Fahri akan mencintai kamu." Ujar Dea


"Ya, semoga saja De. Ngomong ngomong kamu dan Dev sudah belah duren gak?" Tanya Nina dengan suara berbisik.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari Nina, Dea malah mencubit tangan sahabat nya itu dengan senyuman malu malu, dan Nina paham itu. Bagi Nina senyuman Dea sudah menjawab nya, walaupun Dea tak menjawab nya secara gamblang.


"Aku do'akan supaya kamu dan Dev segera di kasih keturunan."


"Aamiin....."


Di luar rumah Nina, rombongan mempelai pria sudah datang di iringi dengan keluarga yang membawa seserahan.


Tak nampak senyum di wajah tampan Fahri, sebab ini bukanlah pernikahan yang dia mau dan inginkan. Fahri tak bisa menampilkan senyum bahagia nya sebab wanita yang akan di nikahnya itu bukanlah Dea.


Semua sudah berkumpul di dalam rumah Nina, dan akan melangsungkan ijab qobul, Dea membawa Nina keluar dengan ibu nya.


Pandangan Fahri tertuju pada Dea, bukanlah pada Nina sang calon mempelai wanita nya yang amat sangat cantik hari ini, tapi sayang walaupun Nina sudah cantik tapi di mata Fahri Nina biasa saja.


'Aku rindu kamu De.' batin Fahri sambil melihat Dea dengan tatapan penuh kerinduan.


"Heh, jaga matamu jika tak mau ku habisi kau." Ancam Dev yang ada di belakang Fahri.


"Ck, dasar pencemburu akut." Sinis Fahri


Dev memang memperhatikan kemana arah mata Fahri, sebab Dev sangat tahu jika nanti Fahri pasti akan melihat Dea. Dan Dev tak rela akan hal itu.


Acara ijab pun di lakukan, Nina juga sudah duduk di samping Fahri. Dan dengan satu kali ucap, Fahri sudah memperistri Nina.


'Harusnya momen ini membuatku bahagia, tapi kenapa rasanya begitu hambar ya? Aku tak bisa merasakan getaran juga di hati ini saat tadi mencium dahi Nina.' batin Fahri saat duduk di atas pelaminan.


Nina yang melihat wajah Fahri begitu datar, tak ada senyum ataupun raut wajah bahagia pada pria itu merasa amat sangat miris.


Tepatnya Nina merasa miris dengan pernikahan nya yang tak di dasari cinta. Hingga terasa begitu hambar.


Dea dan Dev naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat pada pasangan pengantin baru itu.


"Selamat ya Nin, Kak Fahri. Aku do'a kan agar rumah tangga kalian langgeng sampai maut memisahkan." Ucap Dea.


"Aamiin... Makasih ya De." Jawab Nina.


Sedangkan Fahri hanya diam saja sambil beradu tatapan tajam dengan Dev, kedua nya seperti sedang perang batin satu sama lain.


"Selamat ya, gw harap setelah Lo nikah, Lo gak bakal ganggu istri orang lagi." Sindir Dev dengan senyuman sinis nya.


"Mas, jangan gitu ah." Ucap Dea merasa tak enak hati.


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Di tempat lain, seseorang tengah duduk di sebuah restoran bersama dengan seorang pria, dia adalah Amber.


"Kata kamu dia sudah mati? Mana buktinya hah? Kenapa aku tak mendengar berita kematian nya sama sekali?" Ucap Amber pada lelaki di hadapan nya itu.


"Maaf Bos, tapi saya memang sudah mengebom mobil itu Bos. Bahkan mobil nya sudah hancur Bos." Jawab Pria di hadapan Amber.


Amber mendengus kasar, lalu menyuruh pria itu untuk pergi.


"Jika kalian masih hidup, maka aku gak akan berhenti sampai kalian mat*. Jika Dev tak bisa ku miliki, maka kau pun tak bisa miliki nya juga." Ucap Amber dengan penuh amarah membara.


Amber tak sadar jika ada seseorang yang memantau setiap gerak geriknya. Orang itu melihat senyum sinis di bibir Amber. Dia tahu pasti Amber sedang memikirkan sebuah rencana jahat..


Bersambung.......