
Happy Reading 😘😘
Langkah Alvin semakin dekat dengan gadis itu, dan dia pun tidak tahu kenapa. Alvin merasa seperti ada magnet yg menariknya agar mendekat ke arah gadis badut itu.
"Kalau segini gimana bisa buat nebus ijazah dan berobat Papa?" Ucap gadis itu yg tak lain adalah Lala.
Ekhm
Alvin berdehem dan duduk di samping gadis itu.
"Loh, Om batu...." Kaget Lala saat melihat Alvin duduk di samping nya.
Mata Alvin mendelik tajam saat Lala menyebutnya dengan Om Batu.
'Apa apaan dia? Enak aja manggil gw Om batu?' Kesal Al dalam hati.
"Om, om kok bisa ada di sini?" Tanya Lala dengan raut wajah penasaran.
"Emang kenapa? Ini kan tempat umum? Siapa aja boleh kesini?" Decak Alvin dengan nada ketus.
"Dih, si Om ini jutek banget? Emang siapa yg bilang ini hotel?" Ketus Lala
"Kamu ngapain pake baju badut? Bukan nya kamu kerja di cafe ya?" Heran Alvin sambil menatap pakaian badut Lala.
Gadis itu malah nyengir kuda, memperlihatkan deretan gigi putih nya.
"Hehe... Iya Om! Harusnya sih Lala kerja di sana. Tapi sayang, Lala sudah di pecat."
"Apa! Di pecat? Bukan nya waktu itu gak jadi?" Kaget Alvin.
Lala mengangguk. " Iya Om, di pecatnya mah 2 hari yang lalu. Si perusuh datang lagi dan ngajak ribut! Ya, auto di pecat deh Lala nya." Jelas Lala.
Alvin merasa kasihan dengan gadis itu, apalagi saat tadi mendengar Lala harus menebus ijazah dan juga berobat Papa nya.
"Terus kenapa kamu kerja begini?" Tanya Al
Lala menengok ke arah Alvin, lalu tertawa hambar. Tapi bagi Al, itu seperti tawa untuk menutupi sebuah luka.
"Om, Om. Kalau saya gak gini ya gak makan dong? Dimana mana kerja juga buat makan Om! Emang saya kagak butuh makan?" Heran Lala dengan kekehan nya.
"Ya saya tahu! Monyet juga butuh makan? Masa kagak? Yg saya tanyakan, kenapa kamu yg bekerja? Orang tua kamu kemana?"
Lala diam saat mendengar pertanyaan Alvin, tawa nya seketika berhenti berganti dengan wajah sedih dan murung.
Tapi sedetik kemudian Lala kembali merubah wajah nya seperti biasa, seperti tak ada raut kesedihan.
'Ni anak kayak bunglon deh? Bentar bentar wajah nya bahagia, terus sedih, sekarang normal lagi?' Heran Al dalam hati.
"Aku harus bekerja buat berobat Papa Om! Papa ku lagi sakit keras, dan harus cuci darah. Sedangkan Mama ku entahlah! Dia sudah pergi meninggalkan kami tanpa kabar." Jelas Lala dengan raut wajah yg di buat biasa saja.
Padahal siapa yg tahu jika jauh di dalam hatinya dia sangat hancur berkeping-keping mengingat kehidupan nya sekarang.
Dia selalu menutupi luka nya dengan sebuah senyuman ceria. Setidaknya semua orang tidak akan tahu luka yg di balut dengan apik, luka yg begitu besar dan menyakitkan.
"Pergi? Kenapa? Eum, maaf saya tak bermaksud ikut campur." Ucap Alvin merasa tak enak hati.
"Gak papa Om santai saja! Oh ya Om. Apa Om punya kenalan gitu yg butuh tenaga kerja? Saya nyari kerjaan belum nemu nemu Om?"
"Itu Om, ART misal nya! Tapi yg pulang pergi aja. Lala soalnya butuh banget Om. Kalau ngamen gini kan, uang nya gak cukup Om?" Jelas Lala
Alvin terlihat berpikir sambil melirik ke arah gadis itu.
"Kenapa kamu gak malu ngamen pakai kostum badut ini? Emang kamu gak takut di ledek lagi sama mereka?"
"Buat apa malu Om? Lala kan cari uang nya halal dan gak ngerugiin mereka? Kalau mereka nyinyirin Lala, berarti mereka syirik dengan kehidupan Lala Om. Sehingga gak ada kerjaan lain, selain merecoki hidup Lala." Jelas Lala
Alvin begitu kagum dengan gadis di samping nya. Zaman sekarang bahkan orang orang sering berbondong-bondong untuk beradu gaya kehidupan dan style nya.
Tapi Lala tanpa gengsi malah mancari uang untuk nya dan keluarga nya.
"Gimana Om? Ada gak?" Tanya Lala penuh harap.
Alvin melihat kesungguhan dan harapan di kedua netra coklat Lala. Lalu Alvin pun mengangguk.
"Ada, tapi kalau kau mau!"
"Mau Om, Lala mau asalkan halal." Ucap Lala dengan antusias.
Alvin tersenyum tipis saat melihat wajah bahagia Lala.
Kriiing
Krriing
Anggap saja bunyi ponsel🤣
Alvin mengambil ponsel nya di saku celanan nya. Dan ternyata itu dari Dillon.
"Ya, kenapa?" Tanya Al saat telfon tersambung.
"Lo dimana kamvret? Kita udah sampe nih di mansion Dev." Kesal Dillon
"Iya, iya. Gw udah di jalan. Sabar dulu nama Mbe."
"Apa Lo bilang? Lo nyama----"
Tut
Telfon di tutup oleh Al, dia malas kalau harus berdebat dengan sahabat nya itu yg terkenal cerewet bak emak emak berdaster.
Kemudian Alvin mengeluarkan dompet nya dan memberikan kartu nama pada nya
"Besok datanglah jam setengah tujuh pagi. Jangan telat." Ucap Al, setelah itu dia berdiri dan pergi.
"Makasih Om..." Teriak Lala dengan bahagia.
Al kembali masuk kedalam mobil nya dan melaju menuju tempat tujuan nya dari awal.
Giveaway othor terbuka buat siapa aja ya😘jadi jangan lupa ikutan ya😘😘
Bersambung.......