
Happy reading........
Nina dan juga Hazel tidak menyadari jika tidak jauh dari mereka, ada sepasang mata yang sedang melihat dengan sinis ke arah mereka. Bahkan mata itu memancarkan kebencian dan amarah kepada Nina.
'Siapa wanita norak, yang dansa bersama Hazel? Sungguh tidak cocok sekali,' batin wanita itu sambil menatap sinis pakaian yang dipakai oleh Nina.
Hingga 15 menit kemudian, acara dansa pun telah usai. Dan lampu kembali menyala. Nina langsung menjauhkan tubuhnya dari Hazel, dan kembali duduk di meja. Dia menjadi sangat gugup setelah acara dansa tadi.
Bahkan Nina terus saja menunduk, dia tidak berani menatap Hazel. Dia sangat malu karena pipinya saat ini sedang merona, dan itu pasti terlihat oleh Hazel.
"Tuan, ayo kita pulang sekarang saja. Ini sudah jam 10 malam, saya tidak enak kepada Dea dan juga tante Linda," pinta Nina kepada Hazel.
Mendengar ucapan Nina, Hazel pun melihat jam yang ada di tangannya. Dan ternyata benar, Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Kemudian Hazel pun mengangguk. "Ya sudah, kita pulang yuk, Tapi sebelum itu, kita izin dulu sama Olive," ucap Hazel pada Nina, dan langsung dibalas anggukan oleh wanita cantik itu.
Hazel dan Nina pun berjalan ke arah Olive, yang sedang berkumpul dengan ketiga wanita yang berpakaian seksi, dan mereka adalah sahabat Olive. Di sana juga ada wanita yang menatap Nina dengan tatapan sinis, saat Nina dan juga Hazel berdansa tadi.
"Olive, gue sama Nina mau pamit dulu ya! Ini udah malam, Nina nggak biasa pulang malam," ucap Hazel kepada sepupunya itu.
Olive mengangguk, lalu memeluk tubuh Nina. "Makasih ya, sudah mau datang ke sini, dan Thanks juga buat kadonya. Aku suka kadonya," ucap Olive kepada Nina.
Nina sangat bahagia saat mendengar, jika Olive menyukai kado pilihan dia. "Sama-sama! Maaf ya, aku tidak bisa lama-lama. Kalau gitu aku pulang dulu! Sekali lagi, selamat ulang tahun. Semoga kamu diberikan umur yang panjang, keberkahan di setiap urusan, dan kelancaran di setiap langkah kamu," ucap Nina sambil memeluk tubuh Olive kembali.
Wanita yang di samping Olive menatap Nina dengan sinis, dengan senyuman miring di bibirnya. Lalu dia merangkul lengan Hazel. "Kenapa tadi kamu nggak dansa sama aku sih? Kenapa malah sama dia? Cewek kampung kayak gitu, kok kamu ajak dansa? Ketara banget kalau dia itu nggak bisa dansa," ucap Monica teman Hazel, sekaligus sahabatnya Olive
Mendengar itu, Nina hanya diam saja sambil tersenyum. Dia tidak ingin menanggapi cacian, atau makian dari wanita yang ada di hadapannya itu. Karena Nina sangat tahu, melihat dari sorot mata Monica saja dia sudah mengetahui jika Monica tidak menyukainya.
Hazel melepas tangan Monica dengan kasar. "Sorry Mon, gue mau ajak Nina pulang dulu." Mendengar itu, Monica mendengus dengan kasar.
Nina pun pamit kepada Olive, dan juga kepada sahabat-sahabatnya. Dan kedua sahabat Oliv, menyambut hangat Nina. Tetapi tidak dengan Monica, sejujurnya Monica itu sangat mencintai Hazel, tetapi sayang Hazel hanya menganggap Monica sebagai teman saja, tidak pernah lebih.
Nina berpamitan kepada Olive dan hendak meninggalkan tempat itu, namun tiba-tiba mau Monica tersenyum jahat, lalu dia berpura-pura tersandung dan menabrak tubuh Nina hingga tercebur ke dalam kolam renang.
Byyuuur
Hazel, Olive dan juga kedua sahabat Olive begitu kaget,.saat melihat Nina terdorong dan juga jatuh ke dalam kolam. Dengan cepat Hazel pun menolong Nina, saat melihat ternyata Nina tidak terlalu pandai berenang. Dia membuka jasnya, dan langsung nyebur ke dalam kolam dan membawa Nina untuk naik ke atas kolam renang dibantu oleh Olive.
"Kamu nggak papa kan?" Tanya Olive dengan cemas.
Nina menggeleng dengan pelan. "Aku nggak papa kok!" jawab Nina dengan lirih.
Hazel menatap ke arah Monica dengan tatapan tajam, sedangkan yang ditatap pura-pura tidak menatap ke arah Hazel. Kemudian Hazel pun memakaikan jas kepada Nina, dan langsung membawa Nina ke dalam mobil. Tapi sebelum itu dia berbisik di telinga Monica.
"KAuU AKAN MENERIMA AKIBATNGA MONICA!" bisik Hazel dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya, membuat Monica seketika merinding dan merasa takut.
-----------------------
Dev pulang dengan wajah lelah, sebab dia baru saja dari luar kota dan baru sampai ke rumah jam 10.00 malam. Dengan langkah gontai, dia menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Saat Dev masuk ke dalam kamar, dia langsung melihat Dea sedang tertidur di atas sofa, sambil menggunakan kimono tidur selutut.
Dev melangkah mendekat ke arah Dea, dia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu, dengan lembut Dev mengecup kening Dea. Dia begitu bahagia, sebab sekarang dia sudah bisa menggenggam Dea kembali.
"Aku berharap, kebahagiaan kita akan terus menerus sampai tua, dan sampai maut memisahkan." Dev berucap dengan Lirih sambil mengusap kepala Dea.
Setelah itu Dev pun masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Badannya terasa sangat lelah, sehingga setelah 15 menit Dev pun selesai, dan dia berjalan kembali menuju ke arah istrinya. Setelah itu Dev menggendong Dea untuk membaringkannya di atas kasur.
Dea sama sekali tidak terganggu, saat tubuhnya digendong oleh Dev. Tidurnya begitu nyenyak, sebab dia juga sangat kelelahan seharian bermain dengan Berlian. Walaupun ada Nina, tetapi dia tidak mau jika Berlian diurus oleh orang lain. Karena dia ingin merasakan menjadi Ibu seutuhnya.
'Awalnya, aku pikir jika aku tidak akan pernah bisa mencintai wanita seperti kamu. Dulu, aku berpikir jika wanita berhijab itu, tidak semenarik untuk aku cintai, tetapi aku salah! Ternyata wanita berhijab itu, lebih menarik dari wanita yang tidak berhijab. Selain aurat yang ditutup, mereka juga mempunyai hati yang mulia. Walaupun tidak semua memiliki itu, tapi kamu begitu sempurna di mataku. Tidak ada satupun yang cacat dari kamu, mulai dari perilaku, akhlak, hati dan juga fisik kamu. Semua begitu sangat sempurna, dan aku benar-benar beruntung, karena aku bisa memiliki Bidadari Surga sesempurna dirimu.'
Dev menatap wajah Dea yang terlelap dari tidurnya, dengan tatapan yang begitu dalam. Kemudian dia mengecup dahi Dea cukup lama, menyalurkan rasa cinta yang ada di hatinya kepada istri tercintanya. Kepada Bidadari surganya, dan kepada Ibu dari anak-anaknya.
Bersambung.......