
Happy Reading 😘😘
Maaf ya dears, author cuma up 2 bab saja🙏author benar benar sedang sakit dan tak ada tenaga buat nulis🤧🤧i
Dev membaringkan Dea di atas sofa, lalu mengambil air putih di gelas nya dan memberikannya pada Dea, setelah itu Dea meminum nya hingga tandas.
"Sayang, apa ada yang sakit?" Tanya Dev dengan cemas, namun Dea menggeleng lemah.
Mata nya masih menatap kosong ke arah depan, seumur hidupnya dia tak pernah setakut itu. Dea memeluk tubuh Dev dengan erat, rasa takut itu masih saja bersarang di dalam dirinya.
"Sudah sayang, kamu gak usah takut ya! Di sini ada aku. Aku janji gak akan pernah meninggalkan kamu, aku akan kasih mereka pelajaran." Ucap Dev mencoba menenangkan.
Setelah itu Dev pun mengajak Dea untuk makan siang.
🌹
🌹
🌹
Di tempat lain di sebuah markas bawah tanah, seorang wanita tengah duduk bersama 5 orang pria.
"Kenapa gagal hah! Masa menghancurkan kaca mobilnya saja kalian tak mampu." Ucap Wanita itu yang ternyata Amber.
"Mobil itu kuat dari senjata dan juga besi." Jelas salah satu pria.
"Aku rasa mobil itu sudah di modifikasi kebal segalanya. Dan itu sangat jarang! Aku merasa orang yang kita lawan bukanlah orang sembarangan." Timpal Erland ketua geng serigala.
Amber terdiam mendengar ucapan Erland, dia begitu berambisi untuk menghabisi Dea.
"Aku ada ide." Ucap Erland dengan senyum seringai nya.
"Apa itu?" Tanya Amber dengan penasaran. Setelah itu Erland meminta Amber untuk mendekat, lalu membisikan sesuatu. Seketika senyum jahat mengembang di bibir Amber.
🌹
🌹.
🌹
Jam istirahat pun telah tiba, Alvin memutuskan untuk pulang ke apartemen nya untuk mengetahui keadaan Lala. Jujur saja, selama dia bekerja pikiran nya terus menerus ke Lala.
Mobil pun telah sampai di lobi apartemen, Alvin segera menaiki lift menuju lantai atas. Setelah sampai Al menekan tombol apartemen nya.
Tapi dia tak melihat keberadaan Lala sama sekali, Alvin pun berjalan menuju kamar nya, sebab di sana hanya ada satu kamar saja.
Namun setelah pintu terbuka, Lala juga tak nampak, akhirnya dia berjalan ke kamar mandi dan betapa terkejutnya Alvin saat melihat Lala tergeletak dengan handuk yang melilit di badan nya.
"Lala...." Ucap Al sambil berlari menuju Lala. Kemudian dia menggendong Lala dan menidurkan nya di atas kasur.
Dengan susah payah Al menahan sesuatu di dalam tubuh nya saat melihat tubuh mulus Lala yang hanya terbalut handuk dari dada dan paha. Bahkan dia tonjolan keluar sedikit dari atas handuk nya, Al segera memalingkan wajah nya agar tak menatap ke arah sana.
Alvin juga pria normal yang pastinya akan tergiur dengan tubuh Lala. Tapi otak Al masih waras untuk menepis itu semua.
"Ya ampun Alviiiin......." Teriak seorang wanita paruh baya di depan pintu kamar.
Al menengok saat akan menyelimuti tubuh Lala, dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang berteriak.
Gluk
'Mampuslah aku! Pasti Mama salah faham.' batin Al
"Jadi ini yang membuat kamu ingin tinggal di apartemen hah? Kamu ingin bebas untuk tidur dengan siapa saja! Iya?" Bentak sang Mama
"Ma, Mama salah faham Ma. Ini tak seperti yang Mama lihat." Bela Al pada diri sendiri.
"Apa hah! Apa yang mau kamu jelaskan? Dasar anak kurang ajar, Mama gak pernah ngajarin kamu begini Al." Ucap Wanita itu sambil memukul tubuh Al dengan tas nya.
Bugh
Bugh
Bugh
"Awww, aduh Ma sakit. Aww, ampun Ma! Ampuuun...." Teriak Al sambil mengaduh kesakitan.
Eeeuuhhhhh
Pukulan itu terhenti saat Lala melenguh dan memegang kepala nya. Al yang melihat itu segera memberikan air putih untuk Lala, dan membantu nya duduk.
"Tuan..." Panggil Lala dengan suara lemah.
"La, kamu kenapa?" Tanya Al
"Aaawwhhh, aduh Ma sakit." Ringis Al saat Mama Rose menjewer telinga nya.
"Dasar anak kurang asem! Dia begini juga kan gara gara kamu hah! Kamu apain dia Al?" Geram Mama Rose.
"Ma, Mama salah faham." Ucap Al sambil mencoba melepaskan jeweran di telinga nya.
Lala menatap Al dan Mama nya dengan tatapan sayu. Lalu dia menjerit saat tahu dirinya hanya memakai anduk saja. Lala segera menutup tubuh nya dengan selimut, dan menatap Al dengan malu. Lala yakin jika Al pasti melihat tubuh nya.
"Tu-tuan, kenapa saya hanya memakai handuk?" Tanya Lala yang masih belum ingat, sebab kepala nya saat ini sangatlah pusing.
"Saya menemukan kamu pingsan di kamar mandi La! Kamu kenapa?" Ujar Al sambil mengusap telinga nya yg memerah.
Mama Rose melihat Al dan Lala bergantian, Lalu ia melirik ke arah Alvin yang sedang menelfon seorang dokter.
"Al, jelaskan sama Mama, siapa dia? Kenapa dia ada di sini? Apa dia kekasihmu? Kenapa kau tak membawanya ke rumah?" Tanya Mama Rose dengan penasaran.
Al membuang nafas nya dengan kasar, lalu melihat Mama nya. " Mangkan nya Ma! Dengerin dulu kalau Al mau bicara. Jangan asal menjewer saja!" Rutuk Al
"Dia ini Lala Ma! Asisten rumah tangga di apartemen ini." Jelas Al tapi Mama Rose tak percaya.
"Mama gak percaya! Mana ada ART begitu muda dan cantik?" Sanggah Mama Rose.
"Mama tanya saja sama dia." Ucap Al sambil menunjuk Lala.
Lala yang di tunjuk mengangguk lemah, sambil memegangi kepala nya. "Iya Nyonya, saya Lala ART nya Tuan Alvin. Saya bekerja di sini hampir satu bulan." Ucap Lala dengan nada lemah.
Mama Rose manarik tangan Al ke sudut kamar dan meminta jawaban yang benar.
"Al, kamu dan dia sedang bohong kan?" Tanya Mama Rose dengan tatapan menyipit.
"Ma, aku mempekerjakan Lala di sini sebab aku kasihan sama dia Ma! Dia baru saja kehilangan Papa nya Ma. Dia tak punya siapa siapa lagi." Jelas Al
Mama Rose yang mendengar itu menatap Al dengan tatapan serius, dia menatap mata Al yang memancarkan kejujuran. Akhirnya Mama pun percaya dengan Al.
Bersambung......