
"Aku mau mandi kamu mau ikut apa di sini dulu??" Tanya Aron menggoda Manda.
"Aku di sini saja!!" Ucap Manda. "Mana ponselku"lanjutnya.
"Tu di meja, emanganya buwat apa sih" tanya Aron beranjak berdiri.
"Mau cari resep masakan untuk belajar masak" ucap Manda singkat.
"Ya sudah, ambil aja sendiri itu di meja"gumam Aron. Ia segera melangkahkan kakinya pergi menuju kamar mandi membasuh badannya yang terasa kotor.
Melihat Aron sudah tidak ada ia segera mengambil ponselnya, ia baru belajar lagi mencari beberapa resep di internet untuk belajar. Saat di rumah nanti ia mau praktekkan untuk suaminya.
--00--
Di sisi lain, Vino berjalan menelusuri gelapnya malam di dekat hotel. Ia terus melamun berjalan dengan kedua tangan berada dalam kantong celananya.
Kenapa semuanya tak perdulikan aku, semuanya pergi, pergi, sekarang hanya aku sendiri di sini, berjalan sendiri tanpa ada seseorang di sampingku menuntunku dalam kebahagiaan yang ada di depan mata. Namun kebahagiaan itu semakin menjauh dariku, seakan enggan untuk mendekat, gumam Vino.
Ia bahkan terus menendang kaleng yang beserakan di jalan, hingga tepat mengenai seseorang di depannya. "Aww.. "ucap seseorang itu.
seorang wanita di depannya meringis kesakitan karena ulah Vino, dengan wajah sudah nampak kesal, ia membalikkan badannya menuju ke arah Vino. "Apa kamu gila, sudah menendang kaleng ke arahku, kalau kamu lagi ada masalah jangan di lampiaskan pada kaleng itu"gumam seorang wanita itu.
"Terus di lampiaskan ke apa??" Tanya Vino, ia seolah sudah lupa tak mau mengucap kata maaf pada perempuan itu.
"Kamu ikut aku sekarang, ku akan ajak kamu ke suatu tempat"ucap Wanita itu, tiba-tiba menarik tangan Vino berjalan menelusuri kota.
"Kamu mau membawaku kemana?" Tanya Vino yang dari tadi terus mengikuti Kemana wanita itu pergi.
"Udah diam nanti juga kamu tahu" ucap Wanita itu.
Mereka terus berjalan beriringan menuju suatu tampat yang tidak pernah Vino ketahui.
"Sudah sampai!!" Ucap wanita itu tempat depan air mancur.
"Apa ini?" Tanya Vino. Yang merasa aneh pada air mancur dengan desain unik di depannya.
"Ini adalah Air Mancur Trevi. Sebuah air mancur yang sangat indah hasil rancangan arsitek Italia Nicola Salvi. Namun, air mancur ini telah diselesaikan oleh Pietro Bracci. Air mancur menakjubkan ini mempunyai tinggi 26,3 meter dan lebar 49,15 meter yang dibangun pada tahun 1762. Terdapat mitos jika melepar koin di air mancur ini akan di kambulkan semua keinginannya." Ucap Wanita itu menjelaskan detail tentang air mancur di depannya.
"Sepertinya kamu tahu sejarah tentang air mancur ini" ucap Vino.
"Iya tahu, mekipun aku kelahiran China, aku tinggal di sini sudah hampir 10 tahun. Sudah sejak aku kecil. Dan di sini sudah seperti kampung halamanku sendiri. "Ucap Wanita itu.
"Oo.. jadi kamu orang sini"gumam Vino.
"Kamu lagi patah hati ya, sekarang mana koin kamu" ucap wanita itu nengelurkan tangannya minta koin pada Vino.
Vino mencoba mencari koin di saku celananya. Ia tidak menemukan satu koin pun di sakunya. "Gak ada!!" Jawabnya cuek.
"Ya sudah, aku sekarang sepertinya punya koin" wanita itu segera mencari koin di tasnya. "Nih, kamu pakai dan pejamkan matamu, minta sesuatu yang kamu inginkan"ucap wanita itu memberikan satu buah koin pada Vino.
Meski Vino tak percaya hal-hal tersebut, baginya itu hal yang tak logis meminta sesuatu dari air buwatan dari tangan manusia. Tapi setidaknya buwat hiburan saja saat ia merasa sendiri sekarang.
Vino meraih koin itu, ia segera memejamkan matanya. Dan mulai mencoba apa yang di bilang wanita itu. Aku hanya ingin melihat sosok wanita yang aku cintai itu bahagia, meski tidak bersamaku, setidaknya aku bisa menatap senyumnya, menatap wajahnya, aku tidak mau dia menangis lagi. Apalagi gara-gara aku, aku tidak mau melukai hatinya lagi. Semoga dia di pertemukan dengan lelaki yang benar-benar bisa membuat dia bahagia, karena aku merasa gagal dalam mejalin cinta dengannya. Dan aku hanya bisa menyakitinya. Tak bisa membuat ia bahagia saat bersamaku, gumam Vino.
Ia membuka matanya melemparkan koin itu berputar ke atas hingga jatuh jauh sampai ke tengah air mancur. "Wah... hebat" ucap wanita itu bertepuk tangan melihat apa yang Vino lakukan.
"Sebanarnya apa yang kamu inginkan, kenapa kamu meminta permohonan sangat lama sekali, mungkin permintaanmu terlalu panjang ya"tanya wanita itu.
"Masalah cinta" ucap Vino singkat.
"Oo.. cinta. Ya sih cinta tu terlalu rumit ya, sampai kamu jadi galau begini"ucap wanita itu. "Oya, kenalkan aku Angela, kamu siapa?" Tanya wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Vino.
"Aku Vino"jawabnya singkat tanpa menerima uluran tangan Angela.
Angela yang merasa tak di hargai, tak permasalahkan itu. Ia tahu jika Vino lagi dalam suasana hati yang tidak menyenangkan. "Oya kamu liburan di sini, atau tinggal di sini?" Tanya Angela mencoba basa-basi.
"Aku liburan di sini"ucap Vino. Ia bahkan tak memandang wanita cantik di sampingnya itu.
Angela mengangguk, "Oo, dengan kekasihmu ya?" Tanya Angela.
"Bukan kekasih, namun mantan kekasih" ucapnya, menundukkan kepala.
"Oo. Ya sudah aku sekarang mau pergi dulu, semoga lain kali kita bertemu lagi ya, tapi saat kamu sudH tak ada masalah"ucap Angela. Melambaikan tangan melangkah pergi meninggalkan Vino.
Vino hanya terdiam menatap Angela, ia tersenyum tipis tanpa beranjak sama sekali dari duduknya.
Tak sengaja Ia melihat Kesha berjalan sendiri dengan seorang lelaki yang tak ia kenal. Terlihat dia sangat akrab berbicara berdua, berjalan beriringan entah menuju ke arah mana.
Bahkan mereka sangat asyik ngobrol berdua tanpa melihat sekelilingnya.
"Siapa lelaki itu?" Gumam Vino.
# Flash back On Kesha.
Sebelumnya kesha bertemu dengan temannya di korea yang sekarang memang kuliah di Itali. Mereka bertemu di lobi hotel saat temannya itu beranjak masuk ke dalam hotel, entah bertemu dengan siapa.
"Hai!!" Sapa lelaki itu.
"Emm..bentar sepertinya aku kenal kamu"ucap Kesha menatap terkejut pada lelaki itu. "Siapa ya?" Tanya Kesha.
Lelaki itu tersenyum, "Aku Reyhan kamu gak mengenaliku"tanya lelaki itu.
Kesha terdiam sejenak, ia mencoba mengingat-ingat tentang lelaki di depannya itu.
"Ohh.. iya Reyhan yang dulunya sangat cupu banget di kelas, dan kamu selalu duduk di belakang waktu sekolah"ucap Kesha tertawa tipis.
"Iya itu kamu ingat, oya kamu ngapain di sini??" Tanya Reyhan.
"Aku liburan di sini?, kalau kamu masih kuliah di sini?" Tanya Kesha.
"Iyalah, aku saja baru masuk semester 2 bulan depan"ucapanya."Oya kamu mau kemana?" tanya Reyhan pada Kesha.
"Aku mau jalan-jalan keluar"jawabnya.
"Boleh aku temenin gak?, sekalian sebagai penunjuk jalan kamu. Dan ini juga udah malam, gak baik wanita keluar sendirian"ucap Reyhan.
"Okey baiklah"ucap Kesha.
Mereka segera berjalan keluar dari hotel, menikmati pemandangan malam di sana. Meski suasana masih ramai. Itu semakin membuat Kesha merasa senang. Ia ingin mencari hiburan di saat ia sedang galau dengan perasaannya.