Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Muncul Tiba Tiba


Detik jam berdetak cepat. Kini hari sudah pagi menunjukan pukul 06.00. Manda sudah tebangun dari tidurnya. Ia yang tak bisa masak hanya menyiapkan sarapanya sebatas makan roti dan nenyeduh teh hangan buatannya.


" Sarapan pagi yang oebih enak dari pada daging" gumam Manda dengan mulut panuh roti.


Ia bekerja jam 8.00 pagi namun entah kenapa tiba tiba ia terbangun lebih pagi dari baiasanya. Gadis itu berjalan dengan membawa secangkir teh dan sepiring roti selai coklat yang ia buat. Lalu duduk di sofa meletakkan makanannya ke meja. Ia mulai meraih remot tv dan menyalakannya.


Untuk menghilangkan rasa bosannya ia menonton tv lebih dulu sebelum jam kerjanya sudah dekat. Dengan tatapan serius ia duduk bersila diatas sofa mendekap piring roti di dadanya .


Acara yang ia lihat hanya kartun ataugak berita gak jelas yang membuatnya bosan. Ya kalau ada drakor pasti ia lihat dari pada nonton berita yang sama dan di ulang ulang.


" Hari ini gak ada kesha. Jadi sepi gak ada teman bicara" gumam Manda yang terus memasukan roti dalam mulutnya.


Tak lama ponselnya berbunyi ia mulai meletakkan piringnya ke meja. "Kemana ponselku" Manda menatap ke kanan dan kiri. Ia lupa tadi menaruh ponselnya di mana.


Ia memasang telinga tajam mendengarkan baik baik di mana bunyi ponselnya itu. " Kenapa aku jadi pikun gini ya. Muka masih seger belum keriput udah sering lupa" cerocos Manda dengan mata masih menatap detail setiap ruangan di sekelilingnya.


Hingga langkahnya terhenti di dapur matanya memutar menatap meja di dapur.


" Ini dia yang aku cari " Ucap Manda dengan senyum gembiranya. Seperti baru dapat udian berhadiah.


" Tok..tok..tok.." suara ketukan pintu membuat senyum itu seolah pudar. pandanganya beralih seketika menatap pintu di depannya.


" Siapa pagi gini datang?" Manda terdiam " Apa itu Kesha" lanjutnya beranjak menuju ke pintu ia mengintip dari lubang kecil di pintunya. Nampak seorang lelaki berbadan tegap, tinggi berdiri di depan pintunya.


" Siapa ya ? Mukanya gak terlalu kelihatan dia terlalu tinggi atau lubangnya terlalu kecil" Gumam Manda. Ia berdiri tegap menghela nafas sejenak. Mengumpulkan semua keberaniannya untuk membuka pintu.


" Semoga bukan pejahat" gumamnya. Mulai membuka pintu rumahnya ia menatap lelaki bermasker itu lagi.


" Tuan?" Manda mebelalakan matanya seketika menatap lelaki yang datang tiba tiba mendekatinya di Cafe kini ia berada tepat di depan matanya.


" hai..." Sapa Aron masih dengan penyamarannya.


" Hai juga. Tuan kenapa ada di sini" Pungkas Manda dengan senyum terpaksa. Ia tidak terlalu suka ada orang asing yang selalu menggangunya. Namun mau gimana lagi. Dia sangat baik dan sepertinya juga dapat di percaya. Membuat Manda jadi mudah berteman dengannya.


" Aku kesini mau jemput kamu" Ucap Aron beranjak masuk ke dalam rumah Manda tanpa izin atau di persilahkan masuk.


" Nih orang gak punya sopan santun apa gimana sih. Main nyelonong masuk aja yang punya rumah juga masih di belakangnya" Decak kesal Manda mengerutkan bibir sexynya berjalan mengikuti lelaki itu masuk.


" Maaf tuan jangan masuk ke dalam kalau aku gak izinin masuk" gumam Manda mendekatkan wajahnya.


" Emangnya kenapa?" Lelaki itu semakin mendekatkan wajahnya juga di hadapan Manda.


" Kalau aku menatapnya dari dekat seperti ini benar benar membuat ku gak bisa nafas" batin Aron. " Semoga dia tidak mengenali ku" Lanjutnya dalam hati.


Manda terlihat sangat kesal.


" Baiklah terserah kamu" decak kesal Manda membalikkan badannya sekatika berjalan menuju ke dapur yang memang dekat dengan ruang tamu.


" Mau minum apa?" Ucap Manda kentus mencoba memberi tawaran minun pada Aron.


" terserah " Aron beranjak duduk di sofa duduk menyilang ke dua kakinya dengan tangan terlentang di atas.


" Pertama tau dia sopan baik eh ini tiba tiba datang main masuk aja gak ada sopannya sama sekali" gumam Manda kesal dengan tatapan tertuju pada lelaki di depannya. Ia mulai mengaduk teh hijau dengan penuh kesal membuat air teh berserakan di meja.


" tuh orang ya maunya di aduk aduk rata hingga luntur" pungkas Manda mengaduk semakin keras gelasnya.


" kalau bukan karena dia kemarin sudah baik. Gak mungkin aku berbuwat baik padanya" Gumam Manda membawa secangkir teh hijau untuk di hidangkan ke depan lelaki di depannya itu.


" Ini tuan silahkan di minum. Aku hanya punya minuman ini" Ucap Manda dengan nada lembut dengan perasaan kesal dalam hati.


" Baiklah " Jawabnya singkat ia mulai menyalakan tv dengan santainya duduk bersandar di sofa. dengan menikmati secangkir teh hijau yang sudah di tangannya.


" baiklah.. cepetan aku tunggu" Ucap Aron tanpa memandang Manda di sampingnya.


Manda bergegas pergi menuju kamar mandi dengan perasaan kesalnya. Bagaimana tidak dia tamu tak di undang tiba tiba masuk seperti tuan rumah di rumahnya sendiri. Membuat Manda memutar matanya malas harus berhadapan dengan orang seperti itu.


Manda mulai masuk dalam kamar mandi untuk sebentar membasuh tubuhnya yang penuh peluh keringat. Karena di rumahnya gak ada AC ataupun kipas angin jadinya yang ia harus rela tidur bermandikan keringat saat udara benar benar panas.


" ternyata memang dia tak mengenaliku" Gumam Aron lirih. Ia melepaskan maskernya sejanak untuk mengambil nafas. Ia merasa sudah tak betah harus seperti itu terus. Harus nyamar agar dapat dekat Manda lagi. Ia ingin cepat dapat Maaf darinya.


Suara ponsel berbunyi mengalihkan pandangan Aron. Ia melihat sejenak ponselnya namun tak ada panggilan masuk. " Apa manda punya ponsel?" Gumam Aron beranjak berdiri menuju sumber suara itu. Ia melihat ponsel manda tergeletak di meja dapur. Hingga ia lupa belum sempat memakai maskernya lagi yang masih tergeletak di atas meja.


" kesha!!" Aron kencoba menerima panggilan dari kesha.


" Manda kamu sudah bangun kah? Oya maaf hari ini aku gak bisa antar kamu ke cafe aku lagi ada kerjaan penting. Dan kamu jangan lupa makan jangan makan roti aja tiap hari. Dan satu lagi jaga diri dan kesehatan jika aku gak merawat kamu ya" Ucap kesha.


Aron yang mendengar itu semua hanya berdiam diri. Ia baru tahu ternyata Manda hanya makan roti saja saat di rumah. "makanya tubuhnya sekarang kurus kering gitu" Ucap Aron mematikan ponselnya seketika.


" Apa yang kurus kering" Ucap Manda di belakangnya membuatnya bergidik sontak menoleh ke belakang.


" Sejak kapan kamu di belakangku" Ucap aron menyipitkan kedua matanya menatap gadis kecil itu di depan menatanya curiga.


Manda mengerutkan keningnya. seolah wajahnya samar samar tertutup kaca mata.


" Harusnya aku yang tanya sejak kapan kamu di sini" pungkas Manda mendekatkan wajahnya memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ia mencoba melihat wajah lelaki di depannya itu. Wajah yang sangat familiar baginya. Dengan tatapan curiga ia selalu memandangi lelaki di depannya.


" Seperti kenal" Gumam Manda lirih.


" jangan melihatku seperti itu" Ucap Aron menutupi mulutnya. ia baru sadar jika lupa pakai maskernya untung saja Manda tak jrlas menatap wajahnya. bisa bisa di usir gitu aja dari rumahnya dan semua rencana jadi gagal total.


" Kenapa tuan menutupi mulutmu, apa mungkin tuan gak pernah gosok gigi ya " manda tersenyum kecil.


Lelaki itu membuka mata lebar seketika.


" Apaan emangnya kamu gak pernah gosok gigi" Ucap Aron dengan nada nampak kesal.


"Sudah cepat pakai baju kerjamu. Kita berangkat bersama" Ucapnya beranjak duduk kembali ke sofa untuk meraih masker menutup mulutnya.


" Dasar aneh" gumam Manda lirih segera naik ke kamar nya untuk sekedar berdandan merapikan rambutnya.


Hingga 15 menit berlalu Lelaki itu masih setia menunggunya. Ia duduk santai bersandar di sofa. Dengan pandangan tertuju pada TV.


Tak lama Manda turun menghampiri lelaki itu.


" kamu mau keluar. Apa jaga rumahku" Ucap Manda beranjak menuju pintu.


Aron beranjak bangun dari tidurnya. ia yang pakai kaca mata hitam membuat Manda tak tahu dia tidur apa gak. ia segera mematikan TV nya dengan langkah terburu buru keluar dari rumah Manda yang perlahan sudah mau ia tutup.


" Ayo masuk mobil" ucap Aron berjalan menuju mobilnha.


Manda menyipitkan matanya. " aku bisa naik sendiri menuju ke cafe" ucap Manda berjalan menghindari lelaki yang masih terus di sampingnya itu.


----------


maaf jadi lama Up. hari ini benar benar susah buwat nulis. baby autor rewel banget jadi bisa nulis saat baby udah tidur. dan itupun entah nyambung gak..hehehe..😂😂


semoga saja nyambung besok batu aku koreksi lagi jika memang ada yang kurang nyambung sekalian up bab selanjutnya.


🙏🙏