
" kenapa kamu menarikku?? Kita bisa berbicara di rumah. Dengar kan apa kata teman sekelas kita tadi semuanya sudah tahu tentang aku" Ucap Manda terlihat matanya berkaca kaca seolah menahan air mata yang akan tumpah membasahi pipinya.
" jangan hiraukan omongan mereka, mereka hanya iri pada kamu tidak bisa tinggal dan dekat denganku dan kak Aron" Vino memegang ke dua bahu Manda.
Di balik itu di sebuah pohon besar sedang duduk di teras.ada seorang gadis cantik bernama Ike. Dia gadis yang sangat populer di sekolahan bahkan wajahnya seperti gadis asia yang mempesona para lelaki di sekolahan. Dan itu adalah gebetan Vino saat ini.
Dan kini Dia menatap Vino dari kejauhan melihatnya berduaan dengan Manda. Ingin rasanya dia marah namun dia hanya diam karena Ike sudah tahu kelakuan Vino seperti gimana dia memang sering ganti ganti wanita.
" Ke.. lihat dia anak baru berani deketi Vino"
" dan kabarnya dia juga dekat dengan kakak Vino Aron yang terkenal sangat sadis" saut yang lainnya.
" kamu harus kasih pelajaran dengannya" Pungkas salah satu temannya.
" Tenang saja aku akan membalas dia tapi gak sekarang. Kita harus berfikir cerdik untuk menghadapi dia" Ucap ike tersenyum Sinis seakan otaknya sudah penuh dengan rencana licik untuk Manda.
----0o0----
Hingga berjam jam di sekolah. bel pulang sudah berbunyi menjalar ke seluruh sekolahan. Semua anak mengemasi bukunya dan sudah bersiap untuk pulang. Sementara Manda dengan langkah terburu buru keluar dari sekolahan sebelum Aron datang menjemputnya. Dia saja kabur dari Vino yang dari tadi menunggunya di depan pintu kelas. namun dengan bantuan Sisil akhirnya dia bisa lolos dari Vino.
Dia berjalan mengendap endap keluar dari sekolahan dengan menatap ke kanan dan ke kiri melihat apa Aron benar benar tidak ada atau malah sudah menunggunya di depan gerbang. Langakah Manda terhenti di deoan gerbang dia menatap sekelilingnya tak ada batang hidung Aron di sana.
" Untunglah dia tidak ada di luar??" Ucap Manda segera berlari menjauh dari sekolahan.
Karena dia juga sudah janji pada penjaga kedai untuk mulai bekerja hari ini. Manda sangat menepati janji dia tidak pernah sekalipun mengingkari janji yang pernah dia ucap. Kini dia nampak berjalan santainya menuju ke sebuah kedai yang lumayan jauh dari sekolahan berjarak sekitar 2km. Hanya butuh 15 menit bagi dia untuk sampai di sebuah kedai.
Manda segera beralari masuk ke dalam kedai dan mengganti pakaian yang sudah di sediakan pemilik kedai untuknya, lalu dia mulai pekerjaannya untuk melayani para pelanggan di kedai.
#Aron POV
Di dalam gedung yang menjulang tinggi nampak seorang lelaki duduk di kursi kerjanya. Dia terlihat sangat sibuk dengan semua berkas yang berserakan di meja nampak luas di depannya.
Tok... tok...
" masuklah "
" Maaf tuan Manda tidak ada di sekolahan dan Vino juga sedang mencarinya" Ucap sopir menunduk pada Aron.
" Brakk..." menggebrak Meja kerjanya.
" apa katamu?? Kamu bisa kehilangan dia?? cepat cari dia sampai ketemu jika tidak aku akan membunuhmu di sini" Bentakan Aron sangat keras membuat sopirnya bergidik ketakutan.
" Ba...baik tuan" Sopir terlihat sangat ketakutan tubuhnya bergetar beranjak pergi dari kantor Aron.
" Sialan di mana gadis itu pergi?? Beraninya dia kabur dariku. Kalau sampai dia berbuwat macam macam di luar terpaksa aku akan mengurung dia rumah" Ucap Aron dengan tatapan tajamnya bersandar di kursi kerja.
Dia terlihat sangat marah. Entah apa yang akan di lakukannya pada Manda selanjutnya dia benar benar tidak bisa mengontrol Emosinya. Aron segera meraih ponselnya di meja mencari kontak Vino dan mulai memanggilnya.
" Iya kak.. ada apa??"
" kamu di mana??"
" Aku di sekolahan Kak.. memangnya kenapa??" Vino nampak santai seolah tak terjadi apa-apa.
" kamu di sekolahan?? kenapa kamu bisa kehilangan Manda bukannya dia satu kelas denganmu?" Kini Ucapan Aron dengan nada semakin tinggi.
" Tadi temannya minta bantuan aku gak taunya dia bantu Manda untuk kabur. Tapi sekarang aku sudah tahu di mana dia sekarang kak!!. Dia gak akan kabur jauh tenang saja. Manda hanya bekerja di kedai roti dan kopi di dekat sini" Ucap Vino dengan nada santainya.
"Ya sudah!! Cepat cari dia dan bawa pulang" Ucap Aron finish menutup telfonnya. Dan kini amarahnya mulai mereda.
Aron meletakkan kembali ponselnya, lalu bersandar di kursi menenangkan fikirannya sejenak. Dia ingat akan membawa Manda ke dokter yang pernah menanganinya. Namun tugas yang menumpuk harus menunda jadwalnya. Mungkin besok pagi dia akan mengantar Manda.
Terlintas dalam benak Aron bayangan Sindy kekasihnya yang pergi jauh meninggalkan dia. Bahkan dia sudah tak bisa melihatnya lagi. Namun kenangan indah berdua tak bisa di lupakannya. Apalagi sekolahan Manda sama dengan sekolahan Sindy dan awal dari pertemuan sama dengan Vino dan Manda.
#Back Story Manda
" Mbak sini!!"
Ada gerombolan anak muda yang memanggilnya untuk memesan sesuatu.
"Iya kak!! Mau Pesan apa kak??" Tanya Manda pada salah satu pelangganya.
" Hai cantik ....pesannya nanti saja aku ingin kamu tamani kita kita di sini" para lelaki seumuran Manda mulai menggodanya mencoba menyentuh tubuhnya dan salah satu dari mereka memegang tangan Manda.
" lepaskan aku!!" ucap Manda menarik tangannya dan..
" Brakkkk..." Manda menggebrak meja sangat keras hingga terdengar jelas ke seluruh ruangan. Semua mata menatap bingung ke arah Manda.
" hmzz maaf" dengan senyum tipis beranjak pergi mengabaikan pelanggan yang menggodanya tadi.
Vino yang melihat dia dari kejauhan sebenarnya ingin menolong Manda namun sepertinya Manda bisa menghadapi semuanya sendiri. Dia gadis kuat dan tegar bahkan dia sangat berani. Dengan kakaknya saja dia berani apa lagi dengan cecunguk itu pasti bisa dengan mudah di hadapinya.
Vino terus memandang Manda dari kejauhan melihat dia gadis yang beda dengan yang lainnya. Bahkan dia bisa meminta uang padaku jika dia butuh namun Manda lebih memilih berjuang sendiri mencari uang untuk sekedar uang jajan dan juga pengobatannya. Dia tidak mau apa yang dia alami akan semakin membuat dia jadi depresi.
Vino tersenyum tipis menutup kepalanya dengan topi jaketnya.dia berjalan masuk ke dalam kedai dan duduk di dekat pintu masuk.
" Mbak sini...??" Panggil Vino melambaikan tangan pada Manda.
Manda tak sadar itu adalah Vino dia datang dengan langkah perlahan seakan dia masih terlihat marah akibat kejahilan lelaki tadi. Dia berhenti
Tepat di depannya Vino dan berdiri tegap dengan wajah yang terlihat memerah, seakan sisa amarahnya masih menumpuk di dalam dirinya. Vino menarik tangan Manda duduk tepat di pangkuannya.
" Deg...deg..."
Jantung mereka seolah bergejolak bersamaan. Manda terdiam seketika menatap seseorang itu. Namun dia belum sadar jika itu adalah Vino.
Vino menarik dagu Manda lembut dan mencium bibirnya.
"PLAKKK" tamparan mendarat di pipi kanan Vino. Membuat semua mata tertuju padanya dengan tatapan bingung. Bagaimana tidak ke dua kalinya dia membuat para pelanggan nampak kebingungan dengan ulahnya.
Vino membuka kelupuk jaketnya. " ini aku Vino??" Dengan tangan yang masih memegang pipinya yang terasa sangat sakit akibat tamparan keras Manda.
" Vino?? Kenapa kamu bisa tahu aku di sini?" Ucap Manda terkejut tangannya spontan langsung memegang pipi Vino yang memerah akibat tamparan keras darinya.
" Maaf aku tidak tahu kalau kamu.?? " manda nampak sangat khawatir pada Vino yang terkena tamparannya.
" Udah gak papa" Vino memegang ke dua tangan Manda menatap ke dua mata indahnya. Mata mereka saling menatap satu sama lain. Di dalah hati Manda nampak sangat senang bisa melihat mata Vino dari dekat bahkan jantungnya terus berdetak sangat cepat seakan mau rontok di buatnya. Perasaan senang, gembira jadi satu terasa di aduk aduk merata dalam hatinya.
" Manda kamu kenapa??" Vino mengibaskan Tangannya di depan wajah Manda yang melamun tersenyum sendiri.
" ou...iya.. iya... ada apa??" Ucap Manda sangat gugup seketika Vino mengajaknya Bicara.
"hayoo kenapa kamu gugup??" Ucap Vino menggoda Manda.
" apa sih..?? Udah kamu mau pesan apa sekarang??" Ucap Manda berdiri tegap memegang bolpoin dan kertas kecil .
" baiklah.. aku pesan Coffe latte 2 !!"
" Memangnya kamu ke sini sama pacar kamu ya?" Manda nampak memutar mata menatap sekelilingnya. Dia sangat penasaran dengan pacar Vino yang katanya memang sangat Cantik.
" enggak..." jawab Vino singkat mengerutkan ke atas ke dua alisnya.
" Kenapa pesan 2 apa kamu sangat kehausan??"
" gak juga" menggelengkan kepalanya
" satu lagi Buwat kamu!! Aku mau kamu temani aku duduk di sini??" Ucap Vino.
Tanpa menjawab Manda tersenyum seolah kode jika dia mau menemani Vino untuk minum berdua. Dia dengan langkah terburu buru segera mengambilkan pesanan Vino . Wajahnya terlihat merah muda, terlihat berseri seri seperti seorang yang sedang jatuh cinta. Di hujani bunga bunga yang cantik membuat hatinya tambah bersinar. Namun entah Manda juga bingung dengan perasaannya pada Vino.
Apa dia memang telah jatuh Cinta atau sekedar perasaan kagum pada Vino karena ketampanan Vino yang membuat dia leleh seketika.