Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Jalan-jalan ke pantai


"Maa udah sampai?" tanya Duke yang tiba-tiba terbangun.


"Aku mau turun, mau main pasir"ucap Duke. Baiklah tapi jangan mendekat ke pantai, ya syang"ucap Manda yang khawatir dengan anaknya itu.


"Iya ma"ucap Duke berlari kecil, dengan langkah yang masih belum bisa jauh, dan kaki mungilnya sangat lincah berlari ke sana kemari. Diikuti dengan Manda yang jalan di belakangnya. Ia tidak mau jauhd aei Duke, takut jika Duke hilang nantinya di tengah banyaknya pengunjung di pantai tersebut.


Aron meraih tangan manda di sampingnya, ia memegang tangan Manda erat seakan seperti anak muda yang sedang pacaran lagi di pinggir pantai sambil jaga Duke bermain.


"Kamu mau foto-foto gak?" tanya Aron pada Manda.


"Iya fotokan momen aku dan Duke, tapi emangnya kamu bawa camera sekarang?" tanya Manda.


"Wah kalau hari ini aku bawa khusus mengabadikan kelucuan Duke. dan pastunya ke mesraan kita"ucap Aron.


"Tapi kamu fotoin aku dulu"gumam Manda.


"Baiklah"ucap Aron yang kini mulai mengambil posisi untuk foto Manda dan Duke yang saling berpegangan menatap ke pantai.


"Syang udah?" tanya Manda.


"Sudah syang. ganti gaya lagi?" ucap Aron.


"Baiklah" Manda segera ganti gaya lagi hingga berbagai pose bersama dengan babynya yang selalu terlihat datar saat di foto.


"Syang kenapa baby kita kalau di foto terlihat sangat galak. Bahkan matanya juga sangat tajam. Dia bakalan jadi penerusku"ucap Aron.


Manda melihat wajah datar Duke saat foto penuh dengan ambisi. Sepertinya dia akan menjadi orang yang sangat cuek dan tegas dalam segala hal, tapi Manda gak mau jika sama seperti Aron yang kejam dengan orang.


"Maa aku mainan pasir ya"ucap baby Duke.


"Iya, main di sini saja ya. Jangan kemana-mana" ucap Manda pada Duke.


"Iya ma"ucap Duke, yang terlihat sangat senang bisa bermain pasir meski kini ia sendiri dan tidak ada temannya.


"Kamu minta apa?" tanya Manda.


"Maksudnya?" tanya Aron menatap manda bingung.


"Aku bawa makanan tadi, aku bawakan buat makan di sini. Dan sekalian aku juga bawa minuman. jadi kita gak banyak-banyak lagi beli amaknan di luar"ucap Manda.


"Dan sekarang kamu ambilkan makananya di bagasi belakang mobil kamu, ada snack dan lain-lainnya"ucap Manda.


"Kenapa aku gak tahu kalau kamu tadi bawa makanan banyak syang"gumam Aron.


"Habisnya kamu sibuk di dalam kamar lama sekali, jadi sekalian aku persiapkan bawa makanan banyak."ucap Manda. "dan sekarang aku mau kamu bawa semua kesini, sekalian tikar kecil yang aku bawa"ucao Manda.


"Kenapa kamu seperti piknik saja syang"ucap Aron.


"Gak apa-apa pa, biar aku gak bili vdmilan Juh-jauh"saut Duke yang sudha asyik bermain pasir. Ia membentuk sebuah istanan kecil dari pasir.


"Sudah ambilkan sana syang"gumam Manda mendorong bahu Aron.


"Iya syang aku yang bawel" ucap Aeon mencubit hidung mungil Manda.


"Kamu buat apa syang?" tanya Manda melihat anaknya sednag sibuk sendiri dari tadi.


"Buat sebuah istana, untuk Duke dan jodoh Duke nantinya"ucapnya polos, membuat Manda terdiam seketika. Bagaimana bisa ia berpikir soal jodoh.


"Syang kenapa kamu berpikir soal jodoh kamu, jangan bilanvg itu ya, kamu masih kecil jangan bicara yang aneh-aneh"ucap manda masehati.


"Iya, ma."


Manda dan Aron menikmati suasana pantai dengan suara gemuruh air laut, di tamvah angin sepoi yang membuat rambut Manda terlibat sangat bernatakan.


Mereka menikmati sambil makan cemilan, dan Manda suapi Duke yang dari tadi sibuk bermain sendiri. Dan Aeon berbaring menutup matanya, dengan balutan kaca mata hitam agar tidak terkena silaunya matahari siang. Ia berteduh di bawah pohon kepala, kencari temoat yang tidak terlalu panas agar Duke bisa bermain lama.


hingga hari sudah semakin sore, dan Duke masih sibuk bermain. "Duke ayo pulang, katanya kamu mau ke taman bermain"ucap Manda.


"Iya, ayo pulang"ucap Duke.


Aron yang merasa sudah mulai ngantuk ia segera menuruti apa kata Manda. Ia tadi hanya sempat tidur sejenak. Dan belum bisa tidur pulas jika belum di ranjang empuknya. Manda menggendong duke dan segera mengganti pakaiannya dulu.


"Kamu mau pulang dulu atau langsung"tanya Manda.


"Kita pulang dulu saja, biar duke bisa mandi dulu. dia habis main pasir masak mau langsung ke taman bermain dengan baju kotor gini.


"Baiklah" Aron merasa lega, ia bisa tidur nantinya, meski hanya sejenak, tapi setidaknya sudah membiat mata Aron terpejam.


"Emangnya kenapa syang"tanya Manda.


"Manda terdiam, ia tidak tahu jika suaminya kemarin malam sibuk urus pekerjaannya. kalau tahu gitu dia tidak ajak Aron jalan-jalan tadinya.


"Kenapa kamu tadi gak bilang syang?" tanya Manda.


"Aku gakut kamu marah"ucap Aron.


Baby Duke sepertinya tidur"ucap Aron, menatap ke spion atas mobilnya.


"biarkan dia capek bermain tadi"ucap Manda.


"Iya, dia semakin hati semakin tubuh jadi anak pintar. Aku harao dia bisa menjadi anak yang bergunan nantinya,"gumam Aron.


"Emang sekarang gak berguna" tanya Manda.


"Bukannya gitu syang"ucap Aron.


"Bukannya gitu gimana syang"ucap Manda.


"Ya sudah sekarang kamu cepat bantu aku"ucap Aron.


"bantu apa?" manda semakin bingung dengan apa yang di katakan Aron.


"Bantu pekerjaan aku syang, biar cepat selesai"gumam Aron.


"Aku harus bantu apa?" tanya Manda.


Aron melirik ke arah babynya, ia melihat Duke masih tidur.


"Bantu melayaniku, setiap aku minta syang"gumam Aron.


"Apa?" ucap Manda terkejut.


"Kenapa ekspresi wajah kamu begitu?" tanya Aron.


"Lagian kamu nyeselin. Kalau layani kamu juga pasti sudah jadi kewajiban aku syang"gumam Manda, menatap ke arah Aron dengan senyum manis terpancar di wajahnya.


"Iya betul itu syang, jadi entar layani aku lagi ya?" ucap Aron menarik alisnya ke atas dengan kedipan menggoda.


"Apaan baru saja kemarin sudah minta lagi" gumam Manda.


"Anak kita ingin cepat punya adik"gumam Aron.


"Anak kita atau memang kamu sudah nafsu?" tanya Manda.


"Ya, nafsu syang kalau kamu selalu berpakaian seksi, tapi meski hanya melihat wajah kamu aku sudah merasa sudah tertarik dan jadi sebuah nafsu syang"ucap Aron, seketika di balas pukulan manja oleh Manda.


"Kamu ya suka banget berbicara seperti itu"ucap manda.


"oya, syang kamu nanti jadi o


pakai lengerii kan, ku sudah siapkan banyak, san manajer aku yang bilikan. Tapi waktu kita di pantai dia sudah kirim cepat jika barangnya sudah di rumah sesuai dengan permintaan aku.


"Baiklah"manda yang tidak tabu itu pakaian apa, ia langsung menerima begitu saja.


"Iya, kapan kamu mulai kuliah"tanya Aron.


"Bulan depan"ucap manda.


"Udah siap semuanya?" tanya Aron.


"Sudah juga syang"ucap Manda.


"Emangnya kamu mau bantu aku?" tanya Manda.


"Bantu apa syang?" tanya Aron dengan ekpresi wajah seriusnya.


"bantu aku saat ada tugas nantinya?"ucap Manda tertawa kecil.


"Katanya dapat biasiswa, kenapa juga aku yang bantu ngerjain tugas kamu nantinya, percuma dong kamu verusaha untuk dapat beasiswa jika kamu tidak belajar sungguh-sungguh"gumam Aron.


"Lagian kan kamu suami Ku"ucap Manda.


"Iya, tali kamu harus berusaha sendiri syang"gumam Aron, mengusap lembut rambut Manda.


"Iya, deh iya syang"gumam Manda.