
Kesha yang sudah siap mengantar Duke dan Lia, ia berjalan keluar ke depan rumahnya. Langkahnya terhenti saat melihat Vino sudah ada di depan rumah Manda.
"Kamu kenapa di sini?" Tanya Kesha, wajahnya terlihat tidak suka dengan kedatangan Vino yang tiba-tiba udah ada di depannyan bersandar di mobil depan milik Aron.
"Om Vino mau antar kita ke sekolah tante, ya kan om" ucap Duke menatap ke arah Vino.
"Iya syang!! Om akan antar kalian semuanya" Balas Vino, mengusap lembut rambut Duke.
"Terus kamu ngapain di sini? Apa kamu sekarang mau dekat denganku" ucap Vino menggoda.
Kesha menyipitkan matanya, ia bergidik geli dengan ucapan Vino.
"Ihh.. Siapa juga yang mau dekat dengan kamu!! Lagian aku itu setiap hari yang selalu ngantar sekolah Duke dan Lia." Ucap Kesha yang tidak mau di sudutkan. "Mungkin kamu yang mau dekat dengan aku lagi ya. Aku sudah bilang sama kamu jika jawaban aku masih sama. Aku gak akan balikan lagi sama kamu, aku memang masih suka tapi aku udah gak mau balikan lagi" ucap Kesha, tanpa berani memandang mata Vino.
"Bentar!! Jangan banyak bicara lagi, kamu diam dulu!!" Ucap Vino, mendekatkan wajahnya. Dengan telunjuk tangan ke wajah gadis cantik di depannya itu.
Kesha terdiam seketika, jantungnya masih sama saat melihat wajah Vino sangat dekat dengannya. Ahhh.. buang jauh perasaan ini Kesha, pikirnya dalam hati, seolah ia menentang jaih-jauh perasaan yang membuatnya merasa sangat ilfil. "Ada bulu mata jatuh di bawah mata kamu" ucap Vino, membuat Kesha menarik napasnya lega. Ia mengira jika Vino tiba-tiba akan menciumnya.
"Kamu jangan terlalu tegang gitu!! Gak malu di lihat anak-anak!"
"Siapa yang tegang!! Udah kalau kamu mau anter Dike dan Lia kamu saja yang antar aku mau pulang!!" Ucap Kesha, membalikkan tubuhnya berjalan pergi.
"TUNGGU!!" Vino meraih tangan Kesha. Memegang ke dua bahunya, membalikkan tubuh mungil gadis itu, menghadap ke arahnya, i membuka telapak tangan Kesha. Dan meletakkan bulu mata Kesha yang jatuh tadi, lalu menutup tangannya. "buat kamu, biar gak terlalu tegang jika berhadapan denganku!!" Ucap Vino, yang tak berhenti menggoda.
"Jangan pergi tante, Duke dan Lia mau tante dan om Vino yang antar kita sekolah" ucap Duke memohon pada Kesha.
"Iya tante, gak ada yang jagain kita nantinya" sambung Lia, memasang wajah memohonya.
Melihat wajah anak kecil itu yang terus memohon padanya. Ia tidak tega jika meninggalkan mereka berdua sendiri.
"Baiklah!!" Ucap Kesha terpaksa.
"Yee, gitu dong tante!!" Kata Duke dan Lia kompak.
"Udah ayo berangkat keburu telat nanti" ucap Vino, membawa anak-anak untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan sopir Aron dari tadi.
"Pak, saya akan antar anak-anak. Mana kuncinya!" Ucap Vino pada sopir di sampingnya.
"Ini tuan!!" Ucap sopir itu, menundukkan badanya dengan tangan memberikan kunci mobil Aron pada Vino
Duke dan Lia sudah masuk lebih dulu di dalam mobil. Dan Kesha masih diam melamun di depan rumah Manda. "Aku akan buat kamu merasakan cinta itu lagi Kesha, aku yakin kamu tidak akan bisa memungkirinya dan tidak akan bisa lagi berbohong" gumam Vino dalam hatinya, tersenyum tipis emmandang waniga pujaannya itu.
"Sha!! Apa yang kamu lakukan? Ayo cepat masuk, sudah jam segini anak-anak keburi telat nanti" teriak Vino yang sudah masuk di dalam mobilnya.
"Eh.. tapi kenapa kamu juga ikut, biar aku dan sopir yang antar anak-anak" ucap Kesha kesal, berjalan dengan langkah cepat mendekati Vino.
"Bukannya tadi kamu sudah setuju, sekarang kenapa lagi!!" Ucap Kesal Vino. "Sudah masuklah jangan banyak bicara, kamu mau antar anak-anak atau berdebat di skni. Kalau berdebat nanti saja sekarang cepat masuk" ucap Vino, dengan senyum samarnya. Ia memang sengaja ingin menggoda Kesha, agar ia semakin dekat dengannya.
Kesha menguntupkan bibirnya kesal. Ia merasa sangat senang dalam hatinya. Tapi ia malu untuk mengungkapkan. Kesha ingin membuktikan apa benar dirinya tidak bisa jauh dari Vino. Atau malah ia bisa melupakan Vino dan bisa mencintai orang lain.
Kesha segera masuk ke dalam mobilnya. Ia terpaksa ikut karena tanggung jawabnya anak-anak ada di tangannya. Jika dia tidak ikut kalau ada apa-apa dengan anak Manda nanti ia juga yang salah. Dan ini sudah ia anggap sebagai pekerjaannya untuk menebus hutang yang sudah Aron dan manda berikan padanya. Lagian melihat anak-anak memohon ia tidak tega lagi.
Tit.. tit... tit..
"Suara apa itu? Ada bom di dalam mobil!!" tanya Kesha yang terlihat khawatir, ia mengira jika itu adalah suara bom.
Vino tersenyum, ia ingin tertawa tapi ia takut jika Kesha tersinggung nantinya, laki-laki itu hanya cekikikan, menoleh ke arah Kesha.
"Diamlah!! Tidak ada bom di sini, sekarang kamu pakai seatbeltnya. Kalau gak pakai mobilnya gak akan bisa jalan" ucap Vino, menatap ke arah kesha yang dari tadi hanya diam melamun.
"Iya!!" Jawab Kesha jutek. Ia segera memakai seatbeltnya. Merasa Kesha sangat lama, ia dengan sigap, badan Vino mendekat ke arah Kesha dan memakaikan seatbelt miliknya. Ke dua mata mereka tertuju satu sama lain beberapa detik. Lali Vino yang merasa sangat gugup. Ia kembali lagi ke tempat duduknya
"Ehh. Maaf!! Aku hanya ingin memakaikan, jangan berpikiran negatif" ucap Vino, yang mulai kembali duduk dan menyalakan mesin mobilnya. Ia segera keluar dari halaman rumah Manda.
"Eh... siapa yang berpikiran negatif!!" Ucap Kesal kesha.
"Kamulah!! Siapa lagi?"
"Terserah!!" Umpat kesal Salsamelebarkan matanya, menarik alis kananya sedikit.
Kesha hanya diam, menguntupkan bibirnya, lalu memalingkan pandanganya berlawanan Arah.
"Tante, Om. Kalian kapan menikah?" Tanya Duke dengan polosnga.
"Uhuk... Uhukk..." Kesha tmtersendak ludahnya sendiri, saat mendengar apa yang di katakan Duke.
"Kenapa kamu?" Tanya Vino.
"Gak apa-apa? Mereka kamu yang ajari ya?" Tanya Kesha melotot ke arah Vino.
"Siapa juga yang ajari mereka. Pasti kamu, lagian mereka beberapa hari ini dekat denganmu kan? Sekarang jawab igu pertanyaan Duke."
Kesha berdengus kesal, menarik bibirnya sedikit mengejek pada Vino. "Duke!! Tante sudah ada calon sendiri, dan tante akan menikah dengan orang lain" Kesha, membalikkan badanya, jemarinya mengusap lembut wajah Duke.
Wajah Duke seketika tidak berubah saat mendengar jawaban Kesha. Vino menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi dari halaman rumah Manda.
"Duke kenapa diam?" Tanya Vino, yang memang sengaja memancing Duke untuk menjawab.
"Tante kenapa gak mau menikah dengan om, kalau kalian menikah nanti Duke punya adik dari paman Vino kan. Kalau kalian belom menikah jadi aku panggil paman Vino Om saja." ucap Duke dengan polosnya.
"Iya, kamu harus paksa tente agar mau menikah dengan om ya!!" canda Vino, membuat Kesha menajamkan matanya ke arahnya.
"Jangan bilang aneh-aneh pada anak-anak" umpat kesal Kesha.
"Iya, gitu saja marah. Kamu kalau marah cantiknya hilang." ucap Vino, melirik ke arah Duke di balik spion atasnya. "Duke!! tante Kesha cantik gak?" tanya Vino.
"Cantik om!! Sama seperti mama!!" ucap Duke polos.
"Cantikan Lia" ucap lia dengan penuh percaya diri.
"Kamu masih kecil jadi biasa saja!!" ucap Duke.
"Kamu juga kecil, lebih kecil dariku" ucap Lia tak mau terus di sudutkan.
"Sama-sama masih keceil.jadi gak usah lihat yang enggak-enggak" ucap Duke mengingatkan, di usianya yang masih kecil, ia bahkan bisa berpikir seperti orang dewasa.
Sebuah mobil, melaju dengan kecepatan standartnya. Suasana namoak sangat hening, seakan tidak ada kehidupan di dalamnya.
Albert hanya diam, seakan terpojok oleh dua wanita di yang sekarang berada satu mobil dengannya. Mereka tak berhenti terus menggerutu.
"Aku harap kamu bisa sadar akan perasaanmu yang sebenarnya!!" ucap Manda.
Albert menarik napasnya dalam\-dalam. "Aku itu hanya ikuti isi hati aku, emangnya salah jika aku berusaha untuk mendapatkan hati Kesha. Dia juga gak nolak, jadi kalian gak usah ikut campur urusan aku!!" Jawab Albert jutek, ia segera memakir mobilnya. Dan bergegas turun dari mobilnya.
Vina yang semula sudah keluar dari mobil segera menghampiri Albert, dan.
Plaakkkkk..
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Albert. Membuat laki\-laki itu menggerakkan kepalanya menatap tajam ke arah Vina. "Kenapa kamu menamparku!!" bentak Albert, menunjuk tangannya ke arah Vina.
Vina semakin menajamkan tatapanya. "Kamu itu harusnya mikir. Kamu punya otak kan, jangan mentang\-mentang kamu bisa dapatkan Kesha kamu jadi blagu. Dia menerima kamu juga karena terpaksa." Ucap Kesal Vina.
"Emangnya kenapa? Aku yakin dia juga apsti akan cinta dengaku" Albert semakin meninggikan suaranya
"Ha.. ha.. Cinta katamu!! Apa kamu sudah buta hati, dia itu gak bakalan cinta dengan kamu. Di hatinya hanya ada satu nama dan selamanya juga hanya satu itu, tidak akan pernah ada cinta hang lainya." Ucap Vina tidak mau kalah.
"Bilang saja kalau kamu cemburu kan dnegannya?" umpat kesal Albert mendoring bahu Vina.
"Vina udah!!" Manda menciba memisahkan perdebatan mereka, yang tanpa sadar di lihat para mahasiswa lainnya.
"Gak Da!! aku mau menyelesaikan semuanya. Kamu menjauh dariku, aku gak mau kenapa\-napa" ucap Vina, menoleh ke belakang, mendorong pelan Manda untuk mundur. Dan ia mulai melanjutakan lagi memperdebatan mereka.
Manda menarik napasnya, mereka berdua sama keras kepalanya. Susah banget di bilangin. Ia juga tidak mau ikut campur, takut jika nanti kandungan dia kanapa\-napa, apalagi saat mereka marah meledak\-ledak, ia takut jika tangan mereka menenggor dirinya.
Vina melangkahkan kakinya mendakati Albert dengan tangan menunjuk wajahnya.
"Eh.. Asal kamu tahu ya, aku gak cemburu sama sekali. Tapi ingat omonganku. jika kamu bakalan sakit hati, saat kamu tahu kenyataan sebenarnya." ucap kesal Vina.
Albert menepis tangan Vina dari wajahnya. "Kita lihat saja nanti!!" Devid mendmdekatkan wajahnya "Siapa yang akan sakit hati yabg sebenarnya. Aku atau kamu, atau malah kita yang akan sama\-sama sakit hati." lanjut Devid lirih.
Vina, menguntupkan bibirnya kesal, kobaran api kemaran semakin menjadi. Ia mendorong tubuh Albert menjauh darinya. "Jauhkan tubuhmu dariku, aku gak sudi kamu dekat\-dekat dengaku."
"Siapa juga yang sudi dekat denganmu, dasar cewek resek!!"
"Apa kamu bilang? Kamu itu cowok gak tahu diri."
"Yang gak tahu diri itu kamu, udah bilang gak suka dengan kamu malah dekat\-dekat lagi denganku."
Vina menarik bibirnya dengan tatapan jijiknya. "Apa kamu bilang? Aku gak suka kamu banyak bicara? Lagian siapa yang suka denganmu jangan ke pedean deh!!"
"Shiiitt.. Kamu!" umpat kesal Albert, melayangkan tangannya ke depan.
"Ehhh... Ehh... Kalian semua ngapain bergerombol di sini. Bubar sana!! Bubar!!" ucap Dosen wanita, berbaju staylish, yang tiba\-tiba datang menghentikan keributan di sana.
"Kalian berdua kenapa ribut di sini!!" tanya Dosen perempuan itu, yang terkenal centil dan cerewetnya di kampus.
"Dia, bu. Yang cari gara\-gara!" ucap Vina, menunduk melirik sinis ke arah Albert yang berdiri di sampingnya.
"Eh bukanya yang cari gara\-gara itu kamu, bukanya kamu yang nampar aku duluan" ucap Albert yang tidak mau di sudutkan.
Dosen perempuan itu menutup telingannya, sekaan sudah gerah mendengarkan perdebatan mereka.
"Aaa... Udah, udah!! Kalian ribut terus bikin aku pusing,"
"Ya sudah gak usah di dengar bu!!" ucap Vina lirih.
"Apa katamu? kamu berani menjawab ucapanku,"
"Sapa yang berani bu, dmyang tadi bicara ifu dia" jawab vina menunjuk ke arah Albert. Membuat darah laki\-laki itu naik ke ubun, kobaran api kemarahan semakin menjadi.
"Kenapa kamu jadi fitnah aku? Eh.. kamu sendiri yang bilang!!"
"Udah\-udah!! Sekarang kalian berdua aku hukum tidak boleh mengikuti mata kuliah aku" ucap Dosen dan langsung pergi.
"gara\-gara kamu!!" umapt kesal Vina, mendorong tubuh Albert menjauh darinya, kemudian ia berjalan mendekati Manda dan menuntunya pergi masuk ke dalam kelasnya.
Albert menarik napasnya dalam\-dalam, laku mengeluarkan secara perlahan. Ia mengatur emosinya, memcoba untuk sabar menghadapi wanita nyeselin yang ia temui
"Dasar tu cewek ya, reseknya minta ampun. Kenapa juga dia bisa keterima di sini." umpat kesal Albert dan beranjak pergi.
"Vin!! Kenapa juga kamu marah sama dia seperti itu? tanya Manda yang duduk di sampingnya.
"Lagian dia jiga yang nyeselin!! Kalau dia gak ngelunjak seperti itu aku juga gak bakalan marah dengannya" ucap Kesal Vina. "Rasanya aku itu pengen turus nabok tu wajah gak tahu diri"
"Udah\-udah, jangan emosi terus. Cepat tua kamu nanti" goda Manda.
Vina menarik napasnya dalam\-dalam, mengusap dadanya untuk meredakan emosinya yang semakin menjadi. "Baiklah!! aku harus lebih kontrol emosiku sekarang"
Beberapa menit kemudian jam kuliah di mulai, Manda dan Vina tak mau memikirkan saol tadi lagi. Ia segera mulai berkonsentrasi dengan mata kuliahnya hari ini
Manda juga belan depan sudah mau berhenti semeter selanjutnya, ia lebih memilih untuk mengurus anak dulu.
lima jam berlalu, Vina dan Manda yang sudah menyelesaikan mata kuliah ia segera keluar dari kampusnya.
"Da kita pulang naik apa? Kalau numpang Albert jelek itu lagi aku gak mau!!" ucap Vina, melangkahkan kakinya ringan menuju ke depan kampus.
"Emangnya kenapa? terus kita pulang sama siapa kalau gitu?" tanya Manda.
"Aku juga gak tahu, telepon sopir kamu saja da!! yang penting jangan dengan Albert, atau kamu telepon Vino kalau kita pulang bareng nanti. Pasti sekarang dia sama Kesha kan?" ucap Vina, Albert yang berkalan di belakang mereka tak sengaja mendengarkan ucapan Vina tadi.
Albert yang berjalan di belakang Vina, ia tak sengaja mendengar apa yang di katakan gadis di depannya itu.