Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kembali Ke Rumah


Matahari sudah menampakkan sinarnya. Manda menyambut indahnya pagi hari dengan sebuah senyuman manisnya. Ia menatap pemandangan luar dari atas jendela kamarnya. merasakan sejuknya udara pagi hari yang menyeruak masuk ke hidungnya. Burung burung berterbangan di sekitar rumahnya. Dengan pepohonan rindang miliknya terlihat lebih segar dengan warna hijau tua.


Manda melipat ke dua tangannya di jendela menatap ke luar untuk menenangkan fikirannya sejenak. Pagi hari di awali dengan pikiran sehat. " Kali ini aku harus sudah mulai memberi keputusan akan kembali atau tidak" Gumam Manda menyandarkan dagunya di atas lipatan tangan.


" Gimana nanti aku berhadapan dengan istri sahnya. Apa lagi dia lebih tua dariku. Apa aku bisa berhadapan dengan dia nantinya" Gumam Manda terus memabayangkan apa yang akan terjadi nantinya.


Kali ini ia tidak mau terlihat lemah. Ia harus bisa melindungi diri dari orang orang yang menindasnya nanti. Manda beranjak dari ranjang turun menuju ke kamar mandi. Ia segera membersihkan tubuhnya dan beranjak pergi ke rumah Aron.


Meski perasaan ragu di selimuti rasa takut. ia tak habis pikir nantinya apa yang akan terjadi padanya. Namun demi mengetahui semua kenyataan tentang orang tuanya maka dia harus rela mengorbankan semuanya.


Tak lama Manda keluar dari kamar Mandi masih mengenakan handuk putih yang menutupi tubuhnya. Ia beranjak menuju ke kamar mengambil membereskan beberapa baju sekalian. Mungkin jika ia benar benar lelah maka akan pulang kembali ke rumah kecilnya itu.


Ia segera memakai baju lengan pendek dengan rambut di biarkan terurai panjang. Dengan celana panjang ia meraih tasnya segera turun memakai sepatu. Dia berjalan dengan punggung menggendong tas ranselnya. Dengan langkah ringan ia menuju ke depan pintu. Membukanya lalu menutupnya rapat. Ia tak lupa mengunci pintunya.


Seketika mengerutkan keningnya menatap Vino sudah di depan pintu.


" Vino! Kamu ngapain di sini" Ucapnya.


" Aku mau jemput kamu. Aku akan antar kamu agar kamu bisa masuk ke dalam rumah itu. Di sana sekarang yang jadi kuasa adalah istri Aron. jadi setiap orang yang gak ia kenal tak pernah ia izinkan masuk" Ucapnya menarik tangan Manda menuju ke mobil.


Vino menoleh sekilas ke belakang melihat Manda terlihat cantik dengan rambut terurai panjang.


" Masuklah" Ucap Vino dengan tangan lihai memakaikan Sabuk pengan di tubuh Manda.


" Kenapa dia sangat perhatian denganku" Batin Manda menatap Vino di depannya.


Vino berlari memutar ke depan mobil segera masuk ke dalam. Ia perlahan menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Manda.


" Vin !" Panggil Manda dengan penuh keraguan.


" Ada apa?" Vino tersenyum manis melirik sekilas ke arah Manda.


" kenapa kamu berantem dengan kesha? Apa semua gara-gara aku" Pungkas Manda lirih memenekuk wajahnya.


Vino memegang tangan manda di atas pahanya. " Manda tenang aku sama dia tidak akan berantem lama. Nanti juga ia akan balik lagi. Sekarang yang penting kamu fokus pada apa tujuan kamu nanti masuk ke dalam rumah ku" pungkasnya dengan senyum manis menatap Manda.


" Jadi benar! Kemarin itu soal selingkuh, kamu dia bohong. Jadi memang benar gara-gara aku" Manda terlihat lesu wajahnya seketika muram. Ia tidak tahu jika selama bersama Kesha cemburu dengannya dan Vino. Ia tak menyadari sebelumnya.


Vino merapikan rambut manda.


" Manda sudah jangan pikirin itu. Sekarang pikirin tentang tujuan kamu" Ucapnya Vino berhentikan seketika mobilnya menatap manda nampak sangat muram. Ia terus menundukan wajahnya.


" Manda kamu gak papa" Vino membelai rambut Manda dengan sigap di tepis olehnya.


" Manda tatap aku" Ucapnya menarik dagu Manda ke atas agar bisa menayapnya. Vino tak kuasa melihat kecantikan Manda. Ia mendekatkan wajahnya menyentuh bibir kenyal Manda.


" Soal kemarin kesha memang benar, mungkin gara-gara aku selingkuh dengan teman sekolah. Dan dia juga cemburu melihat ku dekat denganmu" Pungkasnya. Jemarinya membelai lembut rambut halusnya.


" Vino apa yang kamu lakukan" Manda menepis tangan Vino yang menyentuhnya.


Vino memojokannya ke pintu mobil, menarik kepala manda agar mendekat denganya. Hingga Manda bisa merasakan bibir kenyal milik Vino. Berkali kali Manda memukul Vino agar melepaskan ciuamannya namun tetap tak di gubris. Ia menikmati menciumi Manda semakin dalam.


Tangan Vino melingkar ke punggung Manda merengkuhnya erat. Ia mengusap lembut punggung nya dengan terus menikmati bibir Manda.


" Plakkk..." Sebuah tamaparan mendarat di pipi kiri Vino.


" apa yang kamu lakukan sudah gila!" Ucap Manda dengan nada semakin tinggi.


" Manda aku ...." Vino menutup mulutnya berhenti melanjutkan ucapanya.


" Belum saatnya Vino" Batin Vino mencoba menenangkan hatinnya


" kamu kenapa?" Balas Manda dengan tatapan tajam ke arahnya.


Tak mau menjawab Vino melanjutkan perjalannanya menuju ke rumahnya yang tak jauh dari tempat ia berhenti. 15 menit kemudian ia sampai di depan rumahnya.


Mereka berdua nampak canggung satu sama lain. Manda beranjak turun berjalan lebih dulu.


" Ikuti aku !" Ucap Vino membuka pintunya bdrjalan masuk ke dalam rumah megah itu. Ia tak menyangka akan kembali lagi ke rumah megah itu. Meskipun bukan rumah yang memberikan kenangan buruk padanya dulu.


Manda menatap sekelilinya yang nampak sangat sepi hanya beberapa pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya. Vino maraih tangan Manda berjalan menaiki tangga menuju ke kantor kerja Aron di rumahnya.


Tok..tok...


Vino mencoba mengetuk pintu namun tak di gubris olehnya. Ia memutar gagang pintu, lalu membukanya perlahan. Mata Manda terbelalak seketika melihat wanita sangat cantik duduk di atas meja Aron dengan memeluk lehernya. Ia terus berdesah menikmati aksi Aron yang Sedangkan menciumi benda bulat milik wanita itu sebagian bajunya juga sudah menyelingkap. Seperti memang akan melakukan sesuatu.


Wanita itu menoleh ke belakang." Eh Vino?" Ucapnya dengan nada terus mendesah.


Aron mengetahui ada Vino dan Manda namun ia tak perduli dan terus melanjutkan aksinya. Memainkan milik wanita itu dengan jemarinya hingga rok pendek yang ia pakai menyelingkap ke atas.


Hatinya semakin menjadi melihag Vino dekat dengan Manda.


" Kita pergi aja" Ucap Vino melirik ke arah Manda yang terlihat sangat kesal. Ia sepertinya marah dengan apa yang di lakukan Aron itu.


Vino memegang tangan Manda erat. " Aku pergi dulu kakak ipar" ucap Vino menarik tangan Manda keluar.


Aron memang sengaja melakukan itu semakin jadi dengan Istrinya hanya untuk membuat Manda cemburu. Namun bukannya cemburu Manda malah semakin jijik melihat kelakuan Aron seperti itu. Pagi pagi sudah berbuwat seperti itu di ruang kerja nya.


Manda hanya terdiam setelah kejadian itu. Vino yang mengetahui segera membawa Manda masuk ke kamarnya. " ini kamar kamu dulu kan. Sekarang kamu istirahat saja sepertinya kamu kurang enak badan" pungkas Vino memapah tubuh nya ke atas ranjang.


" tenangkan hatimu dan pikirkan apa rencana kamu nanti" Vino melanjutkan ucapannya. memegang ke dua pundak Manda mencoba menenangkan hati Manda. Ia melemparkan senyum manis padanya beranjak pergi dari kamar manda.


# Aron POV


" Ahhh...." Aron berteriak mengobrak abrik meja kerjanya membuat semua barangnya berserakan di lantai.


" Cepat pergi dari hadapanku" Bentak Aron pada istrinya.


" Apa maksuk kamu? Aron kita lanjutkan yang tadi agar hatimu jadi tenang" Istri Aron memeluk erat tubuh Aron dari belakang dengan tangan mengusap lembut dadanya.


" lepaskan aku" ucap Aron dengan nada tinggi menarik tangan istrinya.


" Jangan sentuh aku! Cepat pergi dari sini. Aku ingin sendiri" Pungkasnya beranjak duduk di kursi kerja dengan tangan kanan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


Dengan nada kesal istri Aron menghentakan kaki berjalan keluar. Dengan perasaan kesal dan marah jadi satu.