
Matahari pagi sudah menampakkan sinarnya. Burung burung berterbangan di karangan rumah Kesha dengan suara kicauan yang terdengar merdu.
5 hari berlalu keadaan Manda semakin hari semakin pulih dan ia juga sudah berangsur membaik. Manda perlahan sudah bisa jalan meski tak bisa secepat biasanya. Namun semangat Manda untuk pulih semakin kuat. Ia tidak mau merepotkan Kesha dan Vino lagi. Beberapa hari ini kesha sangat baik dengannya selalu merawatnya. Bahkan ia sangat tulus merawatnya sepanjang hari.
namun hari hari ini Vino sudah tak datang menjenguknya. Entah kenapa dia tidak menemuinya ataupun menjenguknya sama sekali. mungkin ia sibuk, tapi Manda pun juga tak terlalu perduli hal itu.
Kini ia berusaha keras berjalan dengan sempurna lagi.Ia merasa tidak enak dengan kesha harus terus bergantung padanya. Ia ingin memulai hidup baru. Manda sudah mulai merencanakan untuk segera pergi dari rumah kesha agar bisa memulai hidup barunya dengan bekerja part time sambil sekolah. Namun sepertinya ia harus mengulang kelas 3 lagi mulai pelajaran baru tahun depan.
Sekarang ia berusaha untuk tetap mengontrol emosinya agar lebih stabil. Usahanya hari hari ini membuahkan hasil ia bisa mengendalikan kepribadian gandanya. Dan sekarang ia berharap bisa mengulangi sekolahnya lagi dari awal.
Entah ada sekolah yang mau menerimanya atau tidak nantinya. Manda sudah tidak mau sekolah di tempat milik Aron. Karena ia sudah benar benar ingin melupakan Aron suaminya itu. Dan jika sudah saatnya perlahan ia akan membalas perbuatan Aron padanya.
Mungkin sekarang belum saatnya tapi tunggu setelah ia mulai dewasa dan berfikir jernih agar bisa memisahkan antara cinta dan balas dendam nantinya
" Manda !!" Kesha berjalan menghampiri Manda di ranjangnya.
" Kamu sudah bangun" kesha melanjutkan ucapanya.
" Baru aja aku bangun Sha" Jawab Manda.
Ia masih bersandar di ranjangnya dengan sebuah kertas dan bolpoin di tangannya.
" Kamu lagi ngerjakan apa" tanya kesha.
" cuma gambar aja hilangin rasa jenuh" Jawab Manda. Kesha mencoba apa yang ia lihat di gambarnya sebuah karya yang begitu mengagumkan.
" kamu yang gambar semua ini" Tanya kesha terkagum melihat lukisan Manda.
" Iya . Jelek ya?" Manda mengerutkan bibirnya sekilas menundukkan kepalanya.
" ini luar biasa Manda. Gimana kalau kamu jadi pelukis saja atau kamu bisa buwat komik. Aku punya usaha penerbitan komik kalau kamu mau aku bisa bantu kamu terbitkan komik kamu. Kalau kamu mau melukis kamu bisa menjualnya di gerai lukisan mamaku yang ada di kota ini. Mamaku juga suka banget melukis" Pungkas Kesha duduk di samping Manda dengan senyum manisnya.
" benarkah?? Baik aku mau" Ucap Manda terlihat sangat senang. Tak perlu mencari pekerjaan part time lagi. Ia sudah dapat bantuan dari kesha.
" Sha.." panggil Manda
" iya ada apa" Tanya Kesha menatap manda.
"Boleh aku tinggal di tempat lain. Aku bisa kontrak rumah kecil kecilan hanya untuk tinggal satu orang. Aku tidak mau merepotkan kamu lagi. Dan nanti jika Aron tiba tiba kesini" ucap Manda.
Kesha mengehela nafas sejenak.
" Baiklah jika itu keputusanmu. Kamu bisa kirim karya komik kamu lewat kantor pos ke alat ini aja nanti" ucap Kesha tersenyum tipis.
" Benar gak papa Sha.. makasih ya" Manda memeluk erat kesha tanda terima kasihnya pada kesha.
" Tapi aku harus tahu tempat kos kamu. Janji deh gak akan cerita pada siapun" Ucap kesha.
" Baiklah ok" Manda tersenyum senang ia segera beranjak dari tempat duduk ya. Ia bergegas membereskan baju bajunya dan mulai bekemas semuanya. Manda ingin segera pergi secepatnya. Kalau soal Vino entahlah lain kali jika ada kesempatan bertemu lagi maka aku akan bilang padanya.
" kamu mau pergi sekarang?? " Tanya kesha beranjak dari duduknya membantu Manda.
" Iya apa kamu bisa bantu aku cari tempat kontrakan" Ucap Manda.
" Tenang saja pasti aku bantu. Udah sekarang biar pelayan yang bawa barang barang kamu ke mobil. Ini masih pagi kamu segera mandi dan turun untuk sarapan" Ucap Kesha beranjak pergi darinkamar Manda.
Sebanarnya ia tidak mau Manda pergi. Karena hanya dia teman satu satunya di rumah. Namun ia tidak bisa menolak keputusan manda. Ia hanya bisa membantunya dari jauh nantinya.
Manda segera membersihkan diri berendam air hangat dalam bathup. Hingga hampir setengah jam ia segera keluar dari kamar mandi. Memakai baju yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Dengan panampilan sederhana hanya dengan rambut di kuncir ke atas tanpa balutan make up.ia segera keluar dari kamar kesha. Lalu menutupnya kembali.
Manda berjalan turun dari tangga. Ia mulia terbayang tentang keadaan Aron sekarang. Apa dia masih sadar atau tidak. Ia juga belum mengetahui kabar nya. Dan sepertinya Kesha dan Vino menutup rapat rapat tentang Aron.
" Manda!! Sini" Teriak Kesha dari meja makan dekat dapur.
Manda senyum terpaksa mendekati kesha. Tak lama ponsel kesha berbunyi. Tapi entah kenapa setiap mengangkat telfon ia selalu menghindar dari Manda. Entah apa yang di sembunyikan kesha darinya seolah kesha tidak bukam tentang beberapa rahasia.
Manda yang oenasaran mencoba untuk mendekati kesha bersembunyi di balik tembok.
#Telfon Kehsa.
" Ada apa Vin??" Tanya Kesha.
" gimana keadaan Manda?"
" Dia baik. Sekarang sudah mulai pulih ia juga bisa berjalan sendiri. Oya kakak kamu gimana apa dia sudah sadar" tanya kesha
" Balum entah kenapa kakakku terus mengeluarkan air mata namun ia seakan tak mau membuka matanya" Ucap Vino.
" sekarang kamu sama kak Jack di sana?" Tanya Kesha.
" ia dia lagi di dalam melihat kakak. Aku bingung harus gimana lagi agar kakak bisa sadar" ucap Vino terlihat sangat pasrah.
" apa kita pertemukan saja dengan Manda" Ucap Kesha.
" jangan. Manda pasti gak mau bertemu kakak. Kamu tahu kan gimana kejinya kakak pada Manda"
" Baiklah terserah kamu. Aku nanti akan kesana" Ucap kesha mengakhiri telfonya melihat Manda lewat di depannya.
" Manda??" kesha nampak terkejut melihat Manda.
" Sejak kapan kamu di sini" Tanya kesha ia takut jika manda mendengar ucapanya barusan. Wajahnya mulai terlihat panik.
" kenapa kamu tegang gitu. Aku baru saja lewat" jawab Manda.
Kesha mengehela nafasnya lega.
" syukurlah" ucap kesha.
" apa?"
" maksud aku syukurlah bukan hantu tadi"
Pungkas Kesha. Menarik tangan Manda untuk duduk di ruang makan bersama.
" kamu harus makan banyak Manda biar cepat sembuh dan bisa kembali normal seperti biasanya" Ucap Kesha mengambilkan 2 entong nasi pada Manda.
" Ini kebanyakan kesha"
" udah gak papa. Kamu harus habiskan semuanya" Ucap kesha yang mulai melahap makananya.
#Vino PoV
Di ruang ICU Aron masih berbaring tak berdaya di rumah sakit sudah 5 hari dia di rawat tepat saat kepergian Manda. Namun ia masih belum sadarkan diri sampai sekarang. Matanya terus mengeluarkan air mata namun ia masih betah memejamkan matanya.
" Kak?"
" bangunlah kak" Ucap Vino berdiri di samping kakanya dengan tangisan tak bisa tertahan lagi.
" Kak aku sama kak jack di sini" Gumam Vino.