
“Sayang udah siap belum”Teriak Aron dari luar pintu kamarnya.
“Iya bentar syang, ini aku mau keluar. Gimana Vino apa dia sudah siap juga?”Tanya Manda,
yang sibuk menggunakan anting yang baru saja di belikan Aron kemarin. Banyak
anting serta perhiasan lainnya yang di belikan Aron kemarin.
“Semua sudah siap syang, tinggal nunggu kamu saja yang masih lama. Keburu telat nanti
acaranya. Kasihan Vino sudah nunggu dari tadi.”ucap Aron.
“Emangnya kesha juga udah siap?”Tanya Manda, ia mulai membuka pintunya perlahan. Aron sudah
berdiri di depan kamarnya dengan pakaian berjas hitam dengan balutan kemeja biru tua. Dan jam tangan ber-merk warna hitam melingkar di tangannya. “Sayang kamu kenapa?”Tanya Aron, menatap manda yang sibuk menggunakan anting yang dari tadi belum bisa di pakai.
“ini sayang aku mau coba pakai anting yang kamu kasih kemarin, tapi gak bisa”ucap Manda
kesal.
“lain kali kalau kesusahan pakainya, bisa panggil aku sayang. Dah sini aku pakaikan”ucap
aron, yang mulai memasang anting panjang di kedua telinga manda.
Aron langsung memeluk Manda dari belakang, menyandarkan dagunya di pundak Manda.
“Sudah syang sekarang kita berangkat ya”ucap lembut Aron.
Manda menyentuh tangan Aron yang melingkar di perutnya. “Syang nanti saja mesranya,
katanya sekarang kita sudah telat”ucap Manda.
“Bentar syang, aku kangen peluk kamu seperti ini”gumam Aron, semakin mempererat pelukannya.
“Kak Udah belum”saut Vino yang sudah di lantai satu dari tadi menunggu Aron dan Manda
duduk di ruang tamu.
“Syang udah di tunggu Vino tuh di bawah”ucap Mnada melepaskan pelukan Aron yang melingkar
di pinggangnya.
“Iya, ayo keluar tuan putri Mnada”ucap Aron lembut berlutut seakan menyambut tuan putri
yang akan berjalan masuk dalam kereta. Dengan tangan kanan di ulurkan ke arah Manda.
Dengan senang hati Manda menerima uluran tangana Aron, berjalan menuruni anak tangga.
“Kalian udah menikah masih saja romantis”sindir Vino yang melihat Aron dan Manda
bergandengan tangan.
“Kalau kamu menikah nanti kamu pasti tahu apa manfaat kemesraan ini meski tidak begitu romantis,
tapi setidaknya hal kecil dalam suatu hubungan janganlah di sepelekan. Tetaplah
romantis, dan selalu mesra di manapun. itu akan membuat cinta kamu semakin
bertambah pada istri kamu. Dan tidak akan mudah di lupakan meskipun ada orang
ketiga yang akan mengganggu suatu hubungan yang susah payah kalian bangun.
Suatu hubungan yang di dasari dengan cinta dan kasis sayang tulus tidak akan
mudah tergoyahkan. Dan ingat jika kamu selalu perlakukan pasangan kamu
romantis. Kalau dia berniat untuk melupakkanmu. Maka butuh waktu seumur
hidupnya untuk melupakan kenangan terindah itu.”ucap Aron, berjalan mendekati
Vino menepuk pundak adiknya itu.
Kenapa kakak bicara seperti itu, apa dia habis ini akan merestui hubunganku dan Kesha,
dan setuju aku menikhinya segera, epertinya kakak memang sengaja memberi tahu
tentang itu padaku, agar akumenikah dengan Kesha selalu akur dan romantis, gumam Vino.
“Sha, kamu terlihat cantik”ucap Manda duduk di kursi belakang.
“Kesha menatap ke arah Manda seperti ada yang beda dari dirinya. “Sha kenapa kamu
mentapku seperti itu?”Tanya Manda Nampak bingung.
“Aku melihat kamu berbeda dari biasanya, tapi apa ya, Bentar aku pikir-pikir
dulu.”ucap Kesha menoleh ke belakang mentap ke arah Manda dari sekujur
tubuhnya. “Nah aku tahu sekarang. Kamu sekarang pakai anting, paka kalung mahal
serta semua yang membalut tubuh mu itu barang-barang ber-merk mahal. Dan higles
kamu juga mewah.”ucap kasha yang tak berhenti mandang ke arah Manda.
“wah kamu beruntung ya, kak Aron sekarang sangat perhatian dengan panampilan kamu, dia
memberikanmu segala hal yang belum pernah kamu miliki. Aku jadi iri padamu” lanjutnya, menatap kagum.
“Kamu ini Sha, lagian ini pertama kali aku pakai barang mahal. Aku merasa ada yang beda
dari diriku. Jadi agak minder sebenarnya. Apa lagi nanti aku akan bertemu dengan teman sekolah aku dulu.”ucap Manda. “Tapi.. “ Manda menundukkan kepalanya.
Aron masuk ke dalam Mobil,“Kenapa syang, apa ada hal yang kamu inginkan lagi. Atau kamu ada masalah lain”ucap Aron yang mulai masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Manda.
“Gak ada kok”ucap Manda menyembunyikan rasa sedihnya, ia mencoba tersenyum di depan
“Sudalah, kamu jujur saja. Sama suami sendiri gak usah malu untuk cerita apapun tentang
masalah kamu”ucap aron.
“Iya aku dan Vino pura-pura gak denger deh”saut kasha,
Vino yang sudah menegmudi mobilnya keluar dari halaman rumahnya, tersenum tipis mlihat Mnada
yang nampak masih malu curhat dengan suaminya.
"Ada hal yang kamu sembunyikan lagi ya?”Tanya Aron.
“Emm … aku iri saja sama Vino bisa meneruskan sekolahnya. Dan dia juga akan kuliah.
Sedangkan aku, harapanku semua pupus di tengah jalan. Dan kini aku hanya pendidikan SMP. Aku ingin bisa seperti Vino dan Kesha yang bisa lulus sekolah dan melanjutkan kuliah di luar negeri. Dan bisa bekerja di perusahaan juga”ucap Manda, ia menundukkan kepalanya. Manda takut jika Aron akan marah dengar
curhatannya.
“Baiklah, kalau itu yang kamu mau. Gimana kalau kamu sekolah home schooling. Dan kalau
kamu mau kuliah juga gak apa-apa. Aku juga tidak melarangnya. Tapi nunggu anak kita lahir dulu ya. Aku gak mau jika anak kita kenapa-napa nantinya.”ucap Aron, mengusap lembut rambut Manda.
“Beneran aku bsa sekolah lagi, kamu gak bohong kan?”Tanya Mnada memastikan.
“Iya boleh”ucap aron tersenyum tipis menatap Manda.
“tapi anak kita nanti sama siapa”Tanya Manda.
“Bisa sama baby sister atau ikut denganku ke kantor”ucap Aron.
“Emangnya gak apa-apa syang, nanti malah ngerepotin kamu lagi”ucap Manda.
“Eggak apa-apa syang, sudahlah jangan pikirkan soal itu, yang penting kamu meneruskan
cita-cinta kamu. Dan kamu bisa langsung ke kantorku saat pulang kuliah.”ucap Aron.
Manda spontan memeluk tubuh Aron erat, meluapkan rasa terima kasih padanya. Dan kini
dirinya benar-benar sudah beruntung dapat suami yang pengertian. Dan mau beubah
demi dirinya, demi cintanya.
“Makasih syang”ucap manda, mengecup pipi Aron tanpa rasa mau pada Vino dan Kesha yang
melirik mereka dari kaca spion.
Vino memegang tangan Kesha, “syang, semoga kita bisa sepertoi mereka ya
nantinya”gumam Vino, melirik sekilas ke arah Kesha.
“Iya, aku berharap kamu juga bisa selalu syang dengan aku nantinya. Dan selalu perduli
denganku.”ucap Kesha.
Manda dan Aron yang duduk di belakang, hanya tersenyum menatap ke arah Vino dan Kesha. Aron merengkuh bahu Manda agar menyandarkan kepalanyadi bahu kirinya. Usapan lembut jemari Aron di kepalanya membuat Manda merasa sangat nyaman berada dalam dekapannya.
“Syang mereka sepertinya iri dengan kita”ucap Manda.
“Biarkan, biar Vino juga bisa belajar dariku.”ucap Aron lirih.
“Belajar apa syang?”Tanya Manda.
“Belajar semuanya sayang tugas yang akan dia terima jika sudah jadi seorang suami” ucapAron.
“Emangnya kak Aron mau, berbagi tips denganku?”Tanya Vino, melirik ke arah Aron dari kaca spion.
“Tergantug”jawab Aron.
“yah, kaka. Sama saja kalau gitu.”ucap Vino kesal.
“Kamu harus belajar sendiri, kamu bisa lihat dari orang lain yang sudah menikah.
Keharmonisan keluarga mereka patut di tiru, yang jelek tinggalkan. Tergantung kita juga bagaimana menyingkapinya. Resap ilmu itu dan mempraktekkan dalam dunia nyata. Tapi bagi suami yangbelum ernah seperti itu sebelumnya. Mungkin akan sulit untuk mempraktekkannya”ucap Aron.
Kesha yang duduk di samping Vino, mlikrik ke arah Vino, yang dari tadi hanya diam.
Mendengarkan apa yang di katakana kak Aron dengan mata masih fokus dengan jalan di depannya. “Seoga kamu bisa belajar banyak ari kak Aron”batin Kesha. Ia ragu sebanrnya dengan calon suaminya itu. Apalagi umur mereka masih sangat muda. Dan rawan untuk jatuh cinta lagi. Dan itu yang bikin Kha merasa sangat ragu, jadi
menikah dengan Vino atau tidak. Tapi kecuali kalau Vino bisa berpikir dewasa, Kesha merasa sangat senang dan tanpa ragu lagi menikah dengannya.
“sayang, kenapa kamu mentapku seperti itu?”Tanya Vino, melirik sekilas ke arah Kesha.
“Gak ada apa-apa syang”jawab Kesha, mencoba mengelak pada Vino.
“Terus kenapa kamu diam mentapku seperti itu, apa kamu kagum ya melihatku terlalu tampan ini”ucap Vino, dengan sangat percaya diri.
Manda dan Aron hanya diam di belakang tak menghiraukan ucapan Kesha dan Vino. Mereka
mebiarkan Vino dan Kesha untuk berbincang berdua. Dan sedangkan mereka lebih memilih untuk bermanja ria di belakang.
“Pede banget sih”ucap Kesha, mencubit ppi Vino.
“Syang sakit”ucap Vino.
“Lagian kamu kepedean banget, tapi bentar kamu dandan tampan gini bukan untuk bertemu mantan
kamu kan di sana. Klau kamu sampai bertemu dengan dia lagi. Aku akan tonjok
kamu langsung”ucap Kesha, mengepalkan tangannya mengarah kea rah Vino.
“iya syang enggak, lagian aku dadan tampan itu untuk kamu. Kenapa kamu kira untuk orang
lain sih”ucap vino, mengerutkan bibirnya.