Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Mogok


Satu bulan kemudian, semua berjalan dengan lancar dan tidak seperti yang di bilang manajer Mo, mantan manajer perusahaan Aron yang di London. Dan Fany juga sudah hamil, baru satu bulan. Dan dia juga hidup bahagia dengan suami yang dia cintai.


Dan Fany leburan ke Sydney hanya keinginan dari bayinya. Ya, mungkin dia lagi nyidam kehamilan pertamanya, sebelumnya ia tidak tahu jika sudah hamil, saat sampai Sydney, tiba-tiba dia muntah-muntah dan suaminya langsung membawanya pergi ke rumah sakit terdekat di Sydney. Pertemuan mereka, atau rencana mereka untuk menculik anak Aron semua gagal, Fany tidak boleh banyak tingkah oleh suaminya. Dan memang semenjak tahu jika Fany hamil suaminya jadi over protektif terhadap kehamilannya.


Dia memutuskan hanya bertemu baik-baik dengan Aron dan Manda sebagai silahturahmi di antara mereka. Agar tidak ada lagi musuh di antara mereka. Bagi Fany dan juga Manda semua sudah berlalu, sekarang yang ada hanyalah masa depan yang harus ia gapai.


Tapi jika bagi Aron, semua belum selesai, tiba waktunya nanti, anaknya akan membalas semuanya. Ia paham potensi yang di miliki anaknya.


Saat pertemuan Manda dan fany saling berbincang, tak seperti dulu yang tak pernah duduk bersama, bahkan menyapa-pun juga tidak. Dulu mereka selalu bertengkar Dan sekarang semuanya sudah selesai, rasa benci di antara mereka sudah berangsur membaik.


-------


Pricilia juga sudah memutuskan, untuk tinggal bersama Duke dan orang tuanya, dan mama kandung Pricilia juga sudah meninggal karena depresi. Dan Manda memutuskan untuk mengadopsi dia, agar bisa jadi teman Duke.


Proses buat anak lagi juga belum berjalan mulus, Aron gagal dalam rencana pertamanya. Dan ia memutuskan untuk membuat lagi saat pikirannya tidak tegang, dan tidak terlalu banyak pekerjaan yang mengganggu. Jadi hubungan mereka di ranjang nanti bisa lebih rileks lagi.


Aron tidak kecewa dengan proses yang gagal itu, ia ingin semakin mencoba dan mencoba lagi, agar bisa buat adik baru untuk Duke dan Pricilia anak angkatnya. Keinginannya punya anak lagi masih terlintas dalam benaknya, meskipun dia sudah punya anak angkat.


-----


"Syang! Kamu makan sendiri ya, aku mau berangkat kuliah dulu" ucap Manda terburu-buru.


"Tapi kamu yakin? Gimana dengan Duke dan Lia, apa dia sudah mandi?" tanya Aron.


"Sudah syang, mereka sekarang ada di kamar. Lagi sama baby sister mereka. Aku juga sudah siapin semua bekal dia, minuman susunya. Dan snack.yang mereka bawa ke kantor kamu. Tapi ingat jaga mereka baik-baik ya"gumam Manda, yang masih sibuk memakai sepatunya.


"Kamu sama sopir hari ini?" tanya Aron.


"Iya, syang." ucap Manda mengulurkan tangannya ke arah Aron, dan di balas uluran tangan oleh Aron.


Manda mengecup lembut punggung tangan Aron. "Aku berangkat dulu syang" ucap manda, yang juga melayangkan sebuah kecupan di kening Aron.


"Iya, hati-hati. Ingat jaga hati dan jaga mata ya" teriak Aron mengingatkan. "Jangan suka dejat dengan lelaki lain."


"Siap syang" Teriak Manda.


Manda bergegas menuju ke mobil, ia hari ini ada kuliah pagi, dan seperti biasa bangun harus lebih pagi, dari biasanya dan menyiapkan semua kebutuhan suaminya, selesai ia langsung berangkat kuliah.


"Siitttt"


"Pak jangan ngerem mendadak dong"ucap manda yang kesal. Karena terbentur kursi depan.


"Maaf non, sepertinya mobilnya mogok, aku coba cek mesinny ya non." gumam sopir.


"Haduh pak lama gak?" gumamĀ  Manda yang sufha tidak sabar sampai ke kampus.


"Bentar non" ucap sopirnya.


"Kalau lama, aku naik taksi saja pak gak apa-apa"


"Tapi di sini jarang ada taksi lewat non"


"Semoga ada pak" ucap Manda.


Manda yang terburu-buru karena sudah telat, ia segera meninggalkan sopirnya sendiri.


Manda terdiam sejenak, melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah menunjukan pukul 08.00. kurang 10 menit lagi, dosen killer itu datang. "Tapi sudah telat! Apa yang harus aku lakukan" gumam Manda. Dengan kaki tak berhenti menghantakkan. ia menatap ke kanan dan ke kiri tak ada taksi satu-pun yang lewat di depannya.


"Non, maaf non sepertinya petlu di bawa ke bengkel mobilnya"ucap sopir menghampiri Manda.


"Iya, terserah pak segera urusi itu mobil, aku naik angkit atau taksi gak apa-apa. Dan jika Aron tanya bilang jika kamu antar aku sampai kampus, aku gak mau dia khawatir dengan aku nantinya" ucap Manda. "Kalau dia tahu akau berangkat sendiri, pasti dia akan marah dengan kamu"


"baik non, aku langsung bawa ke bengkel dulu mobilnya. Non gak apa-apa aku tinggal duluan" tanya sopir Manda.


"Udah gak apa-apa"


-----


Sepertinya di depan ada mobil lewat, aku coba hentikan saja, siapa tahu boleh numpang sampai ke kampus, lagian hanya berjarak beberapa km lagi. Gak begitu jauh juga.


Manda melambaikan tangannya ke arah mobil itu.


Sshhhhiiiiiittt... suara pinjakan rem tepat berhanti di depannya, membuat ia terkejut. perlahan kaca mobil itu terbuka, manda menatap ke depan, melihat seorang lelaki dengan kaca mata hitam, dan kaos biasa seperti anak kampus sama seperti dia.


"Ada apa?" tanya lelaki itu, membuka kaca matanya, menaruhnya di atas kepalany.


Manda sempat menatap kagum ketampanan lelaki itu, tapi ia sadar ia sudah punya suami dan anak, tidak boleh ada lelaki lain yang tiba-tiba terpikir di otaknya.


"Emm.. aku boleh numpang gak"Manda mendekatkan wajahnya ke kaca pintu mobil.


"Numpang ke mana?" tanya Lelaki itu.


"Ke kampus"ucap Manda.


"Di mana kampus kamu?" tanya Lelaki itu detail.


"Udah, nanti aku beri tahu kamu, sekarang aku numpang dulu ya" ucap manda, belum sempat lelaki itu menjawab mengijinkan atau tidak, Manda beranjak masuk ke dalam mobilnya. Kalau bukan karena terpaksa karena telat, ia tidak mau menumpang pada orang yang tidak di kenal. Lagian ia itu dapat beasiswa, jadi harus disiplin dalam saat masuk ke kampus. Gak boleh telat, dan rajin mengerjakan semua tugas, nilai juga harus melonjak naik tiap tahun.


"Diamlah, dan cepat jalan?" gumam Manda.


Lelaki itu menarik alisnya menatap aneh pada Manda, ia bingung gimana gadis ini tiba-tiba masuk dan duduk manis di mobilnya.


"Eh.. tapi aku hanya.."


"Udah cepat jalan" Manda memotong pembicaraan Lelaki itu, membuatnya hanya diam dan menjalankan mobilnya perlahan.


tak butuh wkatu lama, lelaki itu berhenti di depan kampus Manda. "Udah sampai sini" ucap lelaki itu.


"Iya, makasih" ucap manda, beranjak keluar dari mobil itu.


"Tunggu!" Lelaki itu memegang pergelangan tangan manda mencegahnya pergi. "Ada apa lagi?" tanya Manda.


"nama kamu siapa?"


"Aku Manda, udah maaf aku buru-buru"ucap Manda terburu-buru. Berlari masuk ke falam kampus, meski kelasnya jauh dari depan kampus.


"Eh.. tapi.. " belum sempat bertanya manda sudah berjalan menjauh darinya. Ia hanya menatap punggung Manda yang sudah jauh di depan. "Dasar wanita aneh" lanjutanya.


Lelaki itu terus bergumam. "Padahal tadi aku mau tanya jalan sama dia" ucap lelaki itu.


Dia adalah Lucky, sebenarnya lelaki itu baru pulang dari Paris dan mau ke rumah kakaknya, namun ia tidak tahu di mana rumah kakaknya di Sydney. Dan berniat mau tanya jalan sama Manda. Tapi Manda yang buru-buru tak mengijinkan lelaki itu berbicara.