Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Rencana


Setelah seharian ia bekerja. Rasa lelah terasa dalam tubuhnya. Ia membaringkan tubuhnya sejenak di ranjang. Dengan fikiran masih menatap ke arah Aron. Jam diding sudah menujukan pukul 20.00. Ia berdiam merenung sendiri di rumahnya.


Ternyata apa yang aku curigai sebelumnya memang benar. Makanya dari awal sangat familiar saat melihat wajah samarnya saat itu. Ia pernah berfikir jika itu Aron namun dia masih tetap menyangkal tak mau berprasangka buruk dan jika dia salah orang kan bisa malu sendiri.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang" Gumam Manda yang masih membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Ia terlihat bingung memikirkan cara untuk membalas dendam dengannya nanti. Mungkin apa yang ia lakukan salah namun mau gimana lagi rasa sakit hatinya atas perlakuan keji yang ia terima waktu itu membuatnya harus menderita. Bahkan hingga mentalnya terganggu.


Jika bukan karena Kesha dan Vino yang selalu setia merawatnya. Entah apa yang akan terjadi padanya. Mungkin saat ini ia akan terus di siksa dan di randahkan sebagai seorang wanita.


" Aku harus mulai dari mana untuk membalasnya" Gumam Manda menatap atap langit kamarnya.


Tok..tok..


Suara ketukan pintu mengehentikan pikirannya sejanak. Ia berharap itu kesha. Karena banyak hal yang ingin ia ceritakan padanya. Kesha lah satu satunya temannya sekarang. Ia butuh pendapat seorang taman yang dekat dengannya untuk memikirkan masalah yang terjadi.


Manda beranjak dari kamar tidurnya segera turun untuk membuka pintu siapa yang datang menemuinya jam segeni. Dengan penuh keraguan ia membuka pintu rumahnya. Ia takut jika yang datang Aron. Entah apa yang harus ia perbuwat nantinya.


" Manda!!" Kesha memeluk tubuh Manda erat baru beberapa jam tidak bertemu seolah sudah puluhan tahun. Sepertinya ia sedang menyembunyikan masalah dalam hatinya.


" cepat masuk ada yang aku mau bicarain ke kamu" Pungkas Manda menungun kesha masuk dalam rumahnya.


" Pasti tentang Aron kan aku sudah tau semuanya dari kak Jack tadi. Manda kamu boleh benci sama dia tapi apa kamu tidak ada rasa sedikitpun buat maafin dia" Ucap kesha menghentikan langkah manda. Ia memegang ke dua bahunya.


" Aku tahu semuanya pasti butuh proses tapi kasihlah kesempatan buwat dia untuk berubah. Aku gak mau kamu menyesal nantinya" kesha melanjutkan ucapanya.


" sudah lah Sha, aku tidak akan menyesal nantinya. Aku tetap pada pendirianku. Aku tidak akan memaafkan dia kali ini" Ucap Manda menepis ke tangan Kesha di bahunya.


" tapi..." belum sempat melanjutkan ucapanya Manda memotong pembicaraan kesha lebih dulu.


" Udah jangan bahas dia aku bosan mendengarnya" Pungkas Manda dengan rasa kesalnya.


" Baiklah .. kamu akan menyesal nanti saat istrinya yang sah akan datang. Sebelum dia berubah berpihak ke lain hati cepat temui dia" Ucap kesha. Beranjak duduk di sofa.


" Apalah daya aku hanya simpanan dia. lagian juga itu istri sahnya wajar saja dia datang dan menemui suaminya meungkin dia merindukan suaminya" pungkas Manda beranjak duduk di samping Kesha.


" Entahlah. Terserah kamu sekarang. nanti kamu juga akan tahu sendiri. Jika kamu mau balas dendam silahkan. tapi kalau kamu tetap di sini tidak mendekatinya gimana mau balas dendam padanya nanti" Ucap Kesha yang mulai menyalakan televisi di depannya.


Tak lama Vino tiba-tiba masuk dalam rumahnya dengan langkah terburu buru.


" Manda" Dengan nafas ngos ngosan ia memegang ke dua tangan Manda.


" Ada apa! Kamu cepat kembali sebelum istri Aron datang. Hanya kamu nantinya yang bisa menyelamatkannya" Ucap Vino agak terpatah patah.


" Maksud kamu?" Manda nampak bingung apa yang di bicarakan Vino.


Di sisi lain Kesha terus melihat Vino yang masih terus memegang tangan Manda erat. Perasaan cemburu timbul dalam hatinya. Namun ia hanya bisa diam melihat semuanya.


" istri pertamanya sebenarnya menginginkan semua harta Aron. Bukan karena cinta. Mereka menikah karena rencana busuk keluarganya untuk menguasai semuanya. Dan kini Aron tiba-tiba memanggilnya kembali. Aku dan jack sudah mengingatkan dia namun ia selalu marah marah gak jelas. Entah kenapa dia kembali marah marah lagi. Emosinya sekarang sepertinya kurang stabil dan tidak bisa di kontrol lagi" Pungkas Vino duduk di samping Manda.


Manda melirik sekilas ke arah Kesha yang sepertinya cemburu padanya dan Vino. Ia melepaskan tangan Vino di tangannya.


" terus apa hubungannya dengan aku. Bukannya itu urusan mereka" pungkas Manda dengan santainya.


Manda terdiam seketika ia berfikir apakah ia harus pulang ke rumah itu lagi. Namun ia tak sanggup jika melihatnya ia harus mengingat kejadian itu. Tapi sepertinya Vino sangat serius membuatnya tak bisa menolak. dan di lain pihak ini kesempatan dia untuk segera membalas semuanya tentang apa yang di perbuat Aron padanya. dengan mendekatinya sepertinya jalan bagus untuk mengetahui siapa pembunuh orang tuanya.


Beberapa hari sempat ia melupakan kejadian itu. Dengan jaringan luas Aron yang bisa menyuruh orang untuk mencari tahu pembunuh sebenarnya. Dan kini sepertinya ia bisa memanfaatkan semuanya sekaligus. Sekalian bikin dia benar benar bertekuk lutut padanya.


" baiklah. Aku akan pikirkan lagi nanti" Pungkas Manda.


" kalian di sini dulu aku mau bikin minuman buwat kalian" ucap Manda beranjak berdiri.


" Manda aku teh hijau ya." ucap Kesha seolah menghilangkan rasa cemburu yang tadinya muncul dalam hatinya.


" Aku kopi! " Ucap Vino ia melirik sekilas ke arah kesha di sampingnya. Sepertinya mereka tak saling bicara satu sama lain.


Duduk bersama namun tak saling sapa dan saling tegur bahkan melirik pun juga tidak.


" Sepertinya mereka lagi berantem" Gumam Manda lirih. Ia mulai mengaduk teh dan kopi .


" gak kakak gak adik sama saja" cerocos Manda gak hentinya. Ia segera membawa 2 gelas minuman ke depan Vino dan Kesha.


" Kalian kenapa saling diam" Ucap Manda mencoba menghilangkan keheningan di antara mereka.


" Gak papa lagi males aja bicara sama dia. Kelakuannya sama saja sama kakaknya" Ucap Kesha melirik kesal pada Vino. Sepertinya ia terlihat benar benar marah dengan Vino.


Sebelumnya kesha tahu apa yang di lakukan Vino di belakangnya saat ia jauh. Dia ternyata berselingkuh dengan seseorang di sekolahan. Kalau bukan gadis itu bicara padanya gak mungkin kesha tahu semuanya. Namun Vino tak memberi penjelasan padanya dia hanya diam dan terus menyangkal semuanya. Seolah ia melindungi selingkuhannya. Membuat kesha semakin kesal di buatnya.


" Emangnya Vino kenapa" tanya Manda yang mencoba ingin tahu agar bisa mencari jalan keluar buwat hubungan mereka.


" Tanya saja sama dia" Ucap kesha menunjuk ke arah Vino


" iya kali ini aku mau bilang padamu jika aku besok mau balik ke korea" Ucap Kesha membuat manda dan Vino terkejut seketika.


" Kenapa kamu tiba-tiba balik" Ucap Manda.


Ia merasa sangat kehilangan jika kesha pergi. Selama ini yang selalu nyemangatin dia adalah kesha. Entah gimana jadinya ia nanti tidak ada teman curhat seperti kesha.


" aku sekarang pergi dulu, sopir sudah menungguku di depan" Pungkas Kesha melanjutkan ucapanya. Ia beranjak berdiri meraih secangkir teh hijau dan meneguknya habis seperti orang kehausan. Lalu meletakkanya kembali di meja.


Manda memberi kode pada Vino agar mengejarnya namun Vino tatap terdiam tak berkutik di kursinya. Tak perdulikan Vino ia beranjak mengikuti kesha berjalan ke depan rumahnya.


" Hati-hati" Pungkas Manda pada kesha yang sudah mulai masuk dalam mobil.


" Sepertinya Vino tak perdulikan aku lagi" batin kesha melirik ke arah Vino yang terlihat dari luar.


Melihat mobil kesha sudah melaju jauh Manda berjalan masuk dalam rumahnya.


" Vino kanapa kamu begitu pada Kesha. Kasihan dia jangan seenaknya kamu berbuwat seperti itu pada wanita. Kamu dan kakak kamu sama saja selalu nyakitin hati wanita. Kalian berdua gak ada bedanya" Ucap Manda. Ia terlihat marah-marah dengan Vino. Bagaimana tidak sebagai lelaki yang salah harusnya lebih jantan meminta maaf pada kekasihnya.


Lagian juga dia juga yang salah. Ia jiga gak tahu kenapa vino jadi egois tak mau mengakui kesalahannya.


" sekarang lebih baik kamu pulang" ucap Manda. Vino beranjak berdiri tanpa kata menarik kakinya untuk segera keluar dari rumah Manda.