Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Memeluk


"Syang udah selesai, sekarang boleh aku manjain kamu?"tanya Aron merengkuh erat istrinya, masuk ke dalam kehangatan tubuh Aron.


"Apaan sih syang, udah malam ayo tidur" ucap Manda, beranjak berdiri.


"Syang kangen tahu, sudah berapa bulan aku gak kamu jatah"ucap Aron.


"Jatah, nunggu kalau aku sembuh total syang. Aku gak mau habis melahirkan nanti kalau sakit gimana" ucap Manda, yang sekarang sudah paham apa yang di maksud oleh suaminya itu.


"Aku sudah browsing di internet syang, kalau gak apa-apa berhubungan, kalau sudah 3 minggu. Lagian kamu melahirkan sudah satu bulan lebih kan, kalau kondisi kamu sudah sehat gak apa-apa syang, kalau kita berhubungan badan"ucap Aron memeluk tubuh manda dari belakang. 


"Gak mau, aku masih takut"ucap Manda.


Aron berdengus kesal, "Ya, udah kalau takut, aku temani kamu tidur berdua saja ya, yang dengan baby Duke"gumam Aron.


"Aku mau tidur peluk baby Duke syang"ucap Manda.


"Aku juga, emangnya gak boleh aku ikut tidur dengan kalian, lagian aku juga mau syang tidur dengan baby aku"gumam Aron.


"Ya sudah, ayo"ucap manda memegang pipi Aron dengan ke dua tangannya.


"Syang semakin aku menatap kamu seperti ini, semakin aku jatuh dalam lubang cinta yang sudah lama kamu gali. Dan aku sudah terkubur dalam lubang cinta dalam hatimu"ucap Aron, menatap mata Manda sangat dalam, ia semakin mendekatkan wajahnya, hingga berjarak dua jari dari pandangan Manda.


Manda mendekatkan semakin dekat wajahnya ke arah Aron. Tersenyum tipis dan mulai ia menjauhkan wajah Aron dari padnagannya.


"Kamu bicara apa sih syang, gak jelas banget"gumam Manda.


Aron menarik tangan Manda duduk kembali di sofa, di sampingnya. "Aku mau menemani baby Duke tidur dulu syang, jangan seperti ini"ucap Manda, yang mulai bangkit dari duduknya.


"Syang, bentar"ucap Aron, meraih tangan Manda yang beranjak pergi. "Tetaplah di sisiku memegang tanganku, semakin erat menuju surga cinta kita berdua" ucap Aron. "Maksud kamu?"tanya Manda bingung dengan apa yang di katakan Aron padanya.


"Jangan bilang kamu maj mibat hubungan, aku gak berani syang"ucap Manda, mulai melangkahkan kakinya pergi.


"Kamu mau kemana syang?"tanya Aron.


"Pergi tidur dari pada aku terus mendengar perkataan kamu yang semakin gak jelas"gumam Manda kesal.


"Syang"panggil Aron, berjalan mendekati manda. Ia menyilakan helaian rambut manda, yang menghalangi pandangan matanya ke belakang telinga.


"Biarkan aku selalu menatap wajah cantik istriku ini, saat tertidur lelap"ucap Aron.


"Syang, kamu gak apa-apa kan?" tanya Manda, mencoba mengecek dahi dan pipi Aron.


"Gak demam, tapi kenapa kamu jadi berubah aneh"tanya Manda.


"Aneh gimana?" gumam Aron.


"Omongan kamu semakin hari semakin ngelantur syang, aku gak paham apa yang kamu bicarakan. Gak jelas banget"ucap manda, menepis tangan Aron, dan beranjak berbaring di samping baby Duke.


"Syang padahal aku ingin, melihat kamu"ucap Aron, berbaring di samping Manda, memeluk Manda bagai guling yang baisa ia peluk.


"Bukannya setiap hari aku melihatku"ucap Manda. Yang mulai membalikkan badanya. Menatap menggoda ke arah Aron.


"Itu yang bikin aku semakin nafsu dengan kamu"gumam Aron berjalan mendekati manda, dan berbaring di belakang manda.


"Kamu yang menggodaku, jadi jangan mengelak ya"gumam Aron, memeluk erat pinggang Manda.


"Kamu tidur di samping kanan baby Duke syang, jangan di belakangku"ucap Manda.


"Iya, entar aku di sana syang"gumam Aron.


"Aku ingin menyentuh istri aku ini, udah lama gak pernah seperti ini"gumam Aron.


Ia tersenyum menatap dekat wajah Aron, "Kalau kayak gini kamu mau bagaimana syang "tanya Manda menggoda.


Aron menarik pinggang Manda masuk ke dalam dekannya. "Kalau gini kamu gak bisa gerak"ucap Aron, tersenyum menggoda Manda, dengan jemari semakin liar bermain dengan tubub mungil Manda.


"Udah syang, jangan seperti uni geli tahu, lagian aku mau tidur"ucap Manda mencoba menepis tangan Aron.


"Kasihan Baby kita nantinya di kebangun jika denger kita seperti ini"ucap Manda.


"Ya, udah kalau kamu mau tidur, tidur saja dulu."ucap Aron.


"Terus kamu gak tidur" ucap Manda.


"Masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan syang, kalaian tidur saja dulu"ucap Aron.


"Ya, udah kamu di sini saja kalau mau mengerjakan kerjaan kamu"ucap Manda.


"Iya, syang karena aku ingin melihat kamu dan anak aku tertidur, biar jadi penyemangat saat aku kerja"ucap Aron mengusap lembut rambut Manda, wajah mereka saling dekat dengan hembusan napas yang berpacu cepat.


"Syang, semakin hari cintaku semakin dalam padamu"ucap Aron.


"Apaan sih syang gak jelas benget"gumam Manda, Aron semakin mendekatkan wajahnya, hingga benda kenyal menempel di bibir mungil Manda, membiatnya berhenti berbicara seketika.


"Uupp.. syang lepaskan"ucap Manda mendorong tubuh Aron.


"Kenapa syang"tanya Aron.


"Ayo tidur, udah malam. Kamu juga nanti jangan tidur malam-malam"ucap Manda.


"Baiklah, tapi lain kali saja ya kita lanjutkan lagi"ucap Aron.


"terserah, tapi ingat jangan sampai kamu sakit karena kurang istirahat."ucap Manda.


"Iya syang, bawelku"ucap Aron mencubit pipi Manda.


"Udah kamu sekarang tidur saja"lanjut Aron, yang mulai beranjak dari ranjangnya. menarik selimut tebal menutupi setengah tubuh istrinya.


"Selamat tidur syang"ucap Aron mengecup kening istrinya. dengan sentuhan lembut jemari tangan Aron di kepalanya.


"Makasih ya"ucap Manda.


Aeon hanya tersenyum dan mengusap lembut rambutnya. Ia beranjak pergi menuju ke sofa, membiarkan Manda untuk tidur lebih dulu.


Karena pekerjaan gang menumpuk di kantornya. Ya, habisnya mau gimana lagi, sekarang Aron jarang ke kantor karena harus rutin check up kesehatannya yang kini sudah semakin membaik.


Dan banyak Client baru juga, yang ingun gabung dengan perusahaan barunya itu. Berkat kerja keras Aron smeakin hari perusahaannya semakin berkembang pesat.


"Sudah tidur"ucap Aron, melirik sekilas ke arah istrinya yang terbaring di ranjangnya.


Aron yang merasa kengen dengan baby Duke, ia mengecup pipi baby Duke. "Tidur nyenyak ya syang"ucap Aron.


---000---


"Syang,"panggil manda yang tiba-tiba terbangun karena baby Duke menangis.


"kemana Aron?" tanya Manda yang tidak melihat Aron di sampingnya. Ia menatap jam dinding yang telihat sudah menunjukan pukul 03.00 pagi.


Manda menggendong baby Duke dan memberinya susu, ia beranjak dari ranjangnya melihat Aron yang tertidur di sofa.


"Dasar suami aku ini, kalau ngantuk masih saja di paksakan untuk bekerja"gumam Manda.