Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Duke Mau adik


Aron semakin memperdalam ciumanya, Ia mempererat dekapannya, dengan tangan mengusap punggung Manda membuat Manda, tiba-tiba merasakan gairah yang mulai menjalar ke tubuhnya.


"Sudah syang"ucap Manda mendorong tubuh Aron menjauh darinya. Ia tidak bisa lagi meneruskan ini, pasti Aron akan minta jatah lagi nanti dengannya.


"Kenapa syang?" tanya Aron bingung dengan Manda yang tiba-yiba mendorongnya saat ia mulai merasakan nikmat.


"Ayo kita pergi, kasihan baby Duke menunggu lama"ucap Manda, ia teringat dengan Duke yang menunggunya di luar.


"Baiklah, yo sekarnag cepat keluar. kasihan Duke, maaf aku tadi hampir lupa"ucap Aron, memegang tangan Manda berjalan keluar menuju ke meja makan. Baby Duke bahkan sampai bosan menunggu mereka berdua yang tidak kunjung keluar dari kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Manda.


"Maksud kamu apa" gumam Aron.


"Lihatlah baby Duke terlihat kesal"ucap Manda.


"Nanti kalau kita sudah bermain di laur pasti dia tidak kesal"ucap Aron.


"Baiklah, tapi awas saja kalau di marah nanti, aku yang akan marah juga dengan kamu. Lagian kamu yang membuat Duke jadi kesal denganku."ucap manda menatap ke arah Aron.


Aron berjalan mendekati baby Duke, ia mengusap lembut kepala baby Duke. "Syang kamu marah dengan papa?" tanya Aron.


"Iya, kesal, sangat kesal, dengan papa dan mama"ucap Duke yang lagi bete dengannya.


"Kesal kenapa syang kalau boleh tahu"tanya Aron menciba basa-basi pada baby duke.


"Papa lama, dan mama jiga gak kembali dari tadi. katanya hanya mau panggilkan papa untuk segera keluar tapi kalian berdua lama"ucap Baby Duke, dengan gaya sangat menggemaskan membuat Manda semakin gemas dengan bayinya itu, yang kini sudah mulai menginjak sudah semakin tambah umur.


"Maaf ya, semua salah papa tadi lama mandinya"ucap Aron, yang lansung menggendong anaknya.


"Aku masih kesal dengan papa"ucap baby Duke.


"Kenapa lagi?" tanya Aron, yang mulai melangkahkan kakinya berjalan keluar dari rumah.


"Aku bosan gak ada teman di rumah?" ucap baby Duke dengan ekspresi wajah sangat menggemaskan.


"Maksdunya apa nih?" tanya Aron.


"Papa jangan pura-pura gak tahu, aku mau minta adek pa" ucap Duke seketika membuat Manda melebarkan matanya seketika. Dan Aron langsung memberi kode pada Manda, dengan kedipan menggoda, menatapnya dengan wajah tersenyum samar, seakan dia setuju dengan apa yang di bilang oleh Duke. "Anak yang snagat pinta"ucap Aron.


"Syang"ucap Aron mencolek tangan Manda.l yang hanya diam menayap ke arah duke.


"Apa syang"ucap Manda kesal.


"Benar apa kata Duke, kasihan dia gak ada teman"ucap Aron mengdipkan matanya menggoda Manda.


Aron mendengar kata itu, langsung bersemangat, apalagi dia ingin sekali punya anak dua, tau tiga karena bisa buat teman Duke nantinya biar gak kesepian dia saat dewasa nanti ada saudara  yang bisa di ajak bicara dan saling curhat.


"Iya aku pikir-pikir dulu"ucap Manda.


Yang mulai meraih Duke, dan segera masuk ke dalam mobil. Yang sudah terparkir di depan pintu rumahnya. Sopir Aron sudah menyiapkan mobilnya sebelumnya, gar tidak terburu-buru saat ingin keluar.


"Apa yang ingin kamu katakan lagi"tanya Manda, yang melihat Aron masih terus menatapnya. Bahkan belum mulai menjalankan mobilnya.


."Enggak ada"ucap Aron.


"Ya, sudah kalau gitu cepat jalan"gumam Manda kesal.


"Papa mau kan biat adik baru?" tanya baby Duke, yang sekarang berada dalam pangkuan Manda.


"Minta pada ibu kamu syang mau gak buat adik"ucap Aron.


"Maa.. buat adik ya"ucap baby Duke, menarik-narik baju Manda.


Manda hanya diam ia tidak bisa bicara apa-apa lagi dengan ulah baby duke yang membuat Manda dan Aron semakin gemas dengannya.


"Mama kalau gak mau aku marah, lagian mama hak kasihan dengan Duke selalu makan sendiri, bermain sendiri. aku janji gak akan nakal pada adik nantinya"ucap Duke, dengan bibir manyunnya.


Mendengar itu, Aron langsung ingin rasanya meloncat merayakan kesanangan hatinya. Akhirnya ia bisa punya anak lagi nantinya. Aron yang sudah fokus dengan mengemudi menatap jalan di depannya, ia melirik sekilas ke arah Manda, dengan senyum dan lirikan menggoda.


"Akhirnya aku kana punya anak lagi"ucap Aron dalam hatinya mengusap kepala Manda lembut.


"Apa yang kamu bilang tadi?" tanya Aron yabg pura-pura tidak mendengarnya.


"Bilang apa?" gumam manda yang pura-pura gak tahu.


"Tadi aku dengar ada yang mau buat adik"ucap Aeon menggoda.


"Gak ada"ucap Manda.


"apa buatkan adik perempuan yang cantik ya"ucap Duke, memegang tangan Aron.


"syang tuh dengarkan apa kata Duke"ucap Aron.


"Pasti kamu ya, yang ajari baby Duke berbicara seperti itu"ucap Manda kesal menatap tajam ke arah Aron.


"Siapa yang bilang syang, itu kemauan dan keinginan anak kita sendiri"ucap Aron. "Dan aku sangat mendukungnya."lanjutnya dengan senyum menggoda pada Manda.


"Iya, kamu laling semangat soal itu?" ucap Manda kesal.


"Syang kenapa kamu mau punya adik wanita?" tanya Aron melirik ke arah Baby Duke.


"Kalau wanita, aku ingin menjaganya"ucap Duke, yang masih kecil tapi sudah paham masalah itu.


"Baiklah, papa dan mama akan buatkan adik yang sangat cantik dan menggemaskan untuk kamu syang," ucap Aron mencubit pipi menggemaskan Duke.


Manda hanya diam, ia tidak bisa bicara apa-apa lagi. jika ke dua lelaki itu seakan menginginkan hal yang sama. Duke kecil yang tiba-tiba minta adik, dan Aron yang ingin tambah anak lagi sejak kemarin.


"Syang kita mau kemana" tanya Manda.


"Terserah kamu maunya pergi kemana?" ucap Aron.


"Kalau Duke mau kemana syang"tanya Manda pada anaknya.


"Ke pantai Ma, dan sorenya ke taman hiburan"ucap Baby Duke.


"Baiklah, bilang kd papa kamu. "ucap Manda.


"Kamu gak cepek nanti seharian jalan-jalan dan bermain di pantai"tanya Aron pada Duke.


"Enggak, emangnya kenapa capek" tanya Duke.


Aron menghela napasnya, ia tidak bisa membantah apa jata anaknya, dia benar-benar pintar sekali dalam hal berbicara.


Manda hanya bisa senyum menatap wajah Aeon yang terlihat memucat karena ulah duke, ia tahu jika Aron masih banyak pejerjaan yang belum selesai. Tapi demi anaknya, ia mau menemaninya sebelum ia mengerjakan pekerjaannya lagi.


"Syang nanti pulang jangan terlalu malam ya, setelah ke taman bermain lansung pulang, gak boleh ajak kemana-na lagi"ucap Manda pada Duke.


"Iya ma"ucap Duke.


lama perjalanan hingga memakan waktu hampir satu jam, mereka melewatinya sambil berbincang berdua. Ngobrol dengan manda dan Duke, hingga Duke tertidur di pangkuan Manda.


"Syang Duke tidur"tanya Aron.


"Udah tahu masih tanya sih syang"gumam Manda.


"Ya, udah biar aku gendong dia. sekarnag kita turun"ucap Aron.


"Apa sudah sampai?" tanya Manda.


"Sudah syang, lihatlah pantai di depan kamu itu"gumam Aron.


"Eh.. iya."Manda segera turun dari mobil. Dan Aron menggendong Duke berjalan ringan dan langkah serempak dengan Manda. Mereka baru menginjakan kakinya lagi ke pasir sudah hampir 3 tahun mereka gak pernah ke pantai lagi. Dulu waktu mereka jalan-jalan ke luar negeri, saat di Itali baru ke pantai dan sekarang mereka bisa merasakanhembusan semilir angin pantai lagi.