
Vino dan Kesha asyik bercanda sendiri. Dan Manda hanya terdiam duduk di dapur dengan tatapan pada bunga di depannya.
" Bunga.. bunga..bunga.." gumam Manda terus mengolak alik bunga itu. Ia menemukan sebuah kotak di dalamnya.
" Apa ini?" Gumam Manda yang terlihat sangat penasaran. Ia mencoba membuka kotak itu. Matanya melotot seketika melihat kalung berlian di dalamnya dan berinisial M seperti nama depan Manda.
" Sebanarnya siapa yang naruh bunga ini"manda menarik bibirnya sedikit. " mungkin ada orang salah naruh kali ya" Lanjut Manda menatap ke arah Vino dan kesha di depannya.
tak mau langsung memakai kalung yang entah pemberian dari siapa. Ia tidak mau memakai yang bukan miliknya. Manda beranjak naik ke atas kamar tidurnya untuk menyimpan kalung itu di lemari kecilnya.
" Manda kamu ngapain?" Pungkas Kesha berdiri di bawahnya. Tepat di dapur miliknya.
" Gak papa aku hanya merasa capek jadi mau membaringkan punggungku dan ototku yang terasa kaku ini" Ucap Manda dengan senyum manisnya.
" Ya sudah jangan tidur ya tunggu aku" pungkas Kesha.
" jangan lupa setelah Vino pergi tutup pintunya" Ucap Manda menatap je bawah.
" Siap Bos" Kesha beranjak duduk kembali di samping Vino.
" Kamu tadi di rumah sakit kenapa tiba tiba pergi" Tanya Vino memegang tangan Kesha. " Apa kamu cemburu?" Vino melanjutkan ucapanya.
" wajarlah jika aku cemburu. Kamu koreksi di kamu sendiri" pungkas Kesha menegerutkan bibirnya. Kini tingkahnya seperti anak kecil kalau lagi ngambek dengan Vino.
Di sisi lain Manda berdiam diri melamun di atas. Besok adalah hari pertama ia nyari kerja dan sebagai sambilan ia bisa bikin komik mengirim pada kesha. " Semoga bisa cepat dapat kerja agar uangnya bisa terkumpul untuk bayar sekolahku nantinya" Gumam Manda.
Ia perlahan mulai memejamkan matanya. Ia merasa hati dan pikirannya sangat capek seharian bengong mikirin hal gak jelas membuat pikirannya semakin pusing.
--0o0--
Keesokan Harinya.
Burung burung bertebangan berkeliling di atap rumahnya. Dengan dedaunan di depan rumah yang sudah kering perlahan mulai rontok satu persatu menjatuhi karangan rumah. Suara kicauan burung yang sangat merdu mengiringi matahari yang sudah mulai menamPakkan sinarnya.
Harum bunga menyeruak masuk ke dalam rumah. Manda dan kesha masih terbaring di ranjangnya bahkan mereka tidur sangat pulas hingga sinar matahari yang menembus langsung ke kamarnya tak di gubris.
" Tokk..tokk...tokk.." suara ketukan pintu berkali kali belum juga membangunkan Kesha dan Manda.
Suara ketukan itu semakin keras dan keras membuat Manda beranjak bangun dengan mata yang masih susah terbuka lebar. Ia masih sangat ngantuk. Perlahan turun dari tangga kamarnya jntuk segera membuka pintu. Langkah beratnya membuat ia sangat lama menuju ke pintu.
Manda segera membuka pintu .
" huaaammmm" Ia menguap sangat lebar membuat nya tak melihat siapa yang datang.
" Sia..." Manda berhenti bicara seketika melihat tak ada orang di depannya.
" apa tadi aku ngigau" gumam Manda mengusap ke dua matanya berkali kali mencoba melihat ke depan memang tidak ada siapa siapa.
Hanya sebuah koran yang ada di depan pintu.
" Perasaan aku gak langganan koran. Kenapa ada tukang koran menaruhnya di sini" Gumam Manda meraih koran itu. Dengan pandangan mata melirik ke kanan dan ke kiri.
" Masih gak ada orang. Apa mungkin langganan orang yang dulu pernah tinggal di sini" Cerocos manda tak ada hentinya. Ia segera menutup pintunya rapat rapat dan beranjak naik ke atas kamar tidunya.
Kesha masih terlihat tidur pulas. Sepertinya memang Dia dan Vino habis begadang seharian. Entah apa yang mereka lakukan berdua saat Manda tidur.
Manda tak perdulikan itu. Lagian mereka berdua sama sama saling jatuh cinta dari pada nasibnya tanpa sebuah cinta namun ada hubungan yang menjijikkan.
" Lebih baik aku sekarang cari lowongan kerja di koran" Gumam manda mencoba membuka setiap lembar untuk melihat lowongan.
" Nah sepertinya ini cocok buwatku pekerjaan di sebuah Cafe" gumam Manda dengan senyum gembiranya membuat kesha mulai terbangun dari tidurnya.
" Manda kenapa pagi gini kamu menggangguku" Pungkas kesha duduk di samping Manda dengan mata masih terpejam ia menyandarkan kepalanya ke pundak Manda.
" Sha bangun" Manda mencoba memindah kepala kesha dari pundaknya.
" Nih anak ngigau ya" gumam Manda lirih.
Manda senyum semringai. " Bangun Woyyyy" teriak Manda tepat di telinga kesha membuatnya sontak tebangun membelalakkan matanya seketika.
" Ada apa .. ada apa..." kesha terlihat panik.
"Ayo cepat ikut aku" pungkas Manda
" Emang kamu udah mandi" tanya kesha.
"belum" Jawab Manda santai.
" belum mandi ajak aku keluar" Kesha membaringkan badannya lagi.
" Baik aku sekarang mandi dan ingat kamu jangan tidur lagi" Ancam Manda beranjak turun menuju kamar mandi.
Hanya butuh waktu 15 menit untuk Manda keluar dari kamar Mandi melihat kesha sudah berdiri di depan kamar mandi dengan badan bersandar di dinding kayu dan ke dua mata tepejam.
" Sha!!" Panggil Manda menepuk pundaknya.
" Eh.. iya.. " kesha mulai membuka matanya.
" kamu sudah selesai" lanjut kesha.
" Sudah cepat Mandi jangan lama lama" Ucap Manda.
Hanya persiapan 20 menit semua sudah bersiap dengan pakaian sederhana mereka. Dengan berjalan melangkahkan kakinya menuju ke mobil. Sekilas Manda melihat ada seseorang yang terus memerhatikannya di balik pohon besar samping rumahnya. Namun saat ia menoleh ke kanan dan ke kiri tak ada siapun di sana.
" mungkin hanya halusinasiku" Gumam Manda lirih ia mulai masuk ke dalam mobil Kesha. Dengan segera kesha mengemudi mobilnya menuju ke sebuah Cafe yang alamatnya tertera di koran.
"Apa kamu yakin mau kerja di Cafe" Tanya Kesha yang fokus pada mobil di depannya.
" yakin!! Ini caraku untuk membuat pikiranku sibuk agar tidak terlalu kepikiran Aron lagi" Jawab Manda dengan wajah nampak dingin. Ia terlihat muram dan tak bisa senyum ceria seperti biasanya lagi.
" seperrinya anak ini memang pura pura untuk tidak mau memikirkan Aron" Batin kesha menatap wajah Manda dari samping
#Aron POV
Di sisi lain Aron diam diam dari tadi terus mengikuti kemanapun Manda pergi. Bahkan dia sudah Stay di rumah Manda sejak jam 5 pagi. Ia juga yang meletakkan sebuah koran di depan rumah Manda . Dan kini Manda tinggal masuk ke dalam perangkap yang ia buwat.
Dia akan dengan mudah bisa mengambil hatinya nanti. Tinggal nunggu waktu dan hari. Seperti apa kata Sindy ia mencoba untuk mencintai Manda dalam hatinya.
Kini ia tak mengikuti Manda menuju sebuah Cafe ia takut jika manda melihatnya dan tidak jadi bekerja di cafe itu.
Aron memutuskan untuk kembali ke kantornya.
" kenapa kamu kembali" Ucap jack yang memang sudah datang dari tadi menunggu Aron duduk bersandar di sofa.
" semua saranmu berjalan dengan lancar" Ucap Aron yang mulai melangkahkan kakinya duduk di kursi kerjanya.
" bagus !!Tinggal kamu harus dekati dia tapi jangan terang terangan" Ucap Jack membuat Aron kebingungan dengan maksudnya.
" maksud kamu?" Tanya Aron.
" Kamu dekati dia dengan cara halus jangan sampai dia melihatmu. Kamu bisa menjaga memerhatikan dia saat dia tidak melihatmu" Pungkas Jack dengan tangan terlentang di sofa.
Aron terdiam seketika memikirkan ucapan Jack. Sepertinya ia harus mengikuti semua saran Jack agar bisa dekat dengannya.
" baiklah mulai sekarang aku akan mencoba mengintainya lagi" Ucap Aron.
" Tapi jangan sakiti dia lagi. kalau aku rebut dia dari kamu nanti nyesel" Pungkas Jack dengan tatapan menggoda.
" Awas saja berani merebut dia" Aron terlihat marah.