Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Manja


Manda masih diam menatap tajam ke arah Aron dan mencoba memakai branya kembali namun ia kesulitan, tangannya yang tidak bisa nyampai ke belakang.


"Syang sudah ya"tanya Aron.


"Udah tahu masih tanya"gumam Manda kesal.


"ya, udah sekarang sini syang"ucap Aron.


"Mau ngapain syang?" tanya Manda bingung berjalan mendekati Aron.


"Aku mau bantu kamu syang"ucap Aron yang mulai membenarkan bra milik manda namun tangannya yang jahil tak bisa menolak jika ingin menyentuhnya. Lagian Manda begiyu menggoda di mata Aron.


"Aron kamu ya"gumam manda semakin kesal.


"Apa lagi syang?" tanya Aron, dengan ke dua tangan yang masih memegang milik Manda. Dan senyum manis jahil ke arah Manda.


"Lepaskan gak?" ucap Manda.


"Gak"gumam Aron.


"Aku marah ya"ucap Manda.


"Emangnya kamu bisa marah denganku?" tanya Aron.


"Bisa, kalau aku mau marah sekarang gimana," tanya Manda.


"Ya marah saja syang"gumam Aron.


"ihh.. Aron nyeselin ya"gumam Manda kesal menvubit hidung Aron.


"Nyeselin gimana syang?" tanya Aron.


"Cepat lepaskan tangan kamu"ucap Manda, seketika menepis tangan Aron namun pegangannya sangat kuat.


"Syang" bentak Manda.


"Apa syang"gumam Aron manjanya, dengan tatapan menggoda pada Manda.


"Lepaskan gak tangan kamu"ucap Manda semakin kesal di buatnya.


"Iya aku lepaskan syang"ucap Aron.


"Udah mandi sana syang jangan jahil terus, kalau aku marah gimana." ucap Manda.


"iya syang, udah jangan marah-marah nanti cepat tua syang" ucap Aron menggoda.


"Siapa yang cepat tua"ucap Manda menatap tajam ke arah Aron.


"Kamu sayang"gumam Manda tersenyum tipis menatap istrinya yang lagi ngambek, dengan bibir agak manyun membuat ia semakin gemas. Ingin mengecup bibirnya.


"Syang di bibir kamu ada apa?" tanya Aron. Manda seketika langsung memegang bibirnya, "Mana gak ada apa-apa"ucap Manda.


"Ini syang"gumam Aron.


"Mana syang" tanya Manda.


"Bentar kamu diam biar aku ambilkan"ucap Aron mengecup bibir Manda, membuat manda semakin melebarkan matanya kesal.


"Syang kamu ya"ucap Manda.


"Apa syang, habis kamu manyun terus gemes aku ingin terus cium bibir kamu"ucap Aron.


"Udah cepat sana mandi syang "gumam Manda mendorong tubuh Aron masuk ke kamar mandi.


"Ayo ikut"ucap Aron memegang tangan Manda.


"Gak mau syang"ucap Manda, mencoba melepaskan tangan Aron yang memegang tangannya.


"Kenapa syang gak mau? "tanya Aron, memejokan tubuh Manda di tembok bepakang Manda.


Aron memegang dagu Manda, menatapnya mesra semakin mendekatkan wajahnya.


"Apa yang akan kamu lakukan lagi syang"ucap manda.


"Mau menatap mata indah kamu, dan mengagumi keindahan istri aku, yang sudah di berikan untuk aku. Dan aku juga akan selalu menjaga cinta kita selamanya." ucap Aron semakin mendekatkan wajahnya semakin dekat dengannya hanya berjarak satu telunjuk tangan.


"Kenapa kamu sering sakit gini syang"gumam Manda. "Apa kamu sudah gak pernah periksa lagi ya?" tanya Manda.


"Periksa apa lagi syang?"gumam Aron bingung dengan ucapan Manda.


melihat Aron lengah, Manda langsung mendorong tubuh Aron dan segera pergi, menutup kamar mandinya. "Udah kamu cepat mandi"gumam Manda di luar pintu kamar mandi kamarnya.


Dasar manda, kamu selalu bikin aku semakin ingin bersama kamu terus, gumam Aron.


Manda melangkahkan kakinya menuju ke kamar baby Duke, ia segera bangunkan dia untuk mandi. Lagian setiap hari baby Duke selalu ikut kerja papanya Aron jadi ia juga harus mandi pagi, sama dengan papanya.


"Syang bangun"ucap manda mengusap lembut rambut Duke.


"Iya mama"ucap baby Duke mengusap ke dua matanya.


"Kamu ikut mama dan papa ke kantor gak" tanya Manda.


"Ikut, Duke gak punya teman di sini?" ucap Duke. "Mama cepat buat adik lagi buat duke, agar Duke tidak merasa kesepian gak ada teman"ucap baby Duke polos, ia mengusap matanya, dan mendekatkan duduknya ke arah Manda,


"Duke, buat adik juga butuh proses sangat lama syang, mungkin butuh sekitar hampir 1 tahun, baru jadi adik"gumam Manda.


"Kenapa lama sekali ma"ucap Duke sangat polos, yang mulai berdiri memeluk mamanya.


"Iya memang lama syang, dulu Duke juga begitu lama di perut mama, sampai hampir 9 bulan duke selalu di dalam perut mama"ucap Manda mencoba menjelaskan pada Duke.


"Terus sekarang di perut mama sudah ada adik Duke belum ma?" tanya Duke, seketika membuat Manda menepuk keningnya, ia harus ekstra sabar bicara dengan anak kecil, yang selalu ingin tahu dan bertanya soal apa yang tidak ia mengerti. Anak seusia Duek rasa ingin tahunnya juga sangat tinggi, jadi Manda mencoba menahan agar tidak keras dengan Duke, lagian wajah Duke bertanaya, agar suasu saat ia paham.


"Belum ada syang, nanti kalau ada perut mama besar segini"ucap Manda menunjukkan dengan tangan seberapa besar perut Manda saat hamil pada Duke.


"Jadi kalau nanti perut mama besar jadi Duke punya adik"ucap Duke sangat polos.


"Syang kamu itu gemesin ya"gumam Manda mencubit lembut pipi Duke. "Nanti kamu lihat perut mama besar gak, kita tunggu beeberapa bulan lagi ya syang. Kamu bisa tahu nanti Duke punya adik atau enggak"ucap Manda.


"Iya ma"gumam Duke. "Sekarang Duke mandi ya"ucap Manda.


"Iya" Manda segera mandiin Duke yang semakin hari semakin banyak tanya dan tambah menggemaskan.


"Ma?" panggil Duke.


"Ada apa syang?" tanya Manda.


"Duke mau adik wanita ya"ucap Duke. "Yang cantik kayak mama, atau lebih cantik dari mama"ucap Duke dengan wajah polos dan menggemaskan.


"Iya syang, sekarang kamu mau apa lagi?" tanya Manda.


"Udah itu saja ma"ucap Duke.


"Manda kamu sudah selesai belum"teriak Aron dari kamarnya, yang terdengar di kamar Duke, karena memang kamar Manda dan Aron tepat di samping kamar Duke.


Manda yang sudah selesai memakaikan baju Duke segera bawa Duke masuk ke kamarmya.


"Ada apa syang"tanya Manda pada Aron.


"Pakaikan kemeja ku"ucap Aron.


"Apa? Bukannya bisa pakai sendiri syang"ucap Manda kesal.


"Ayolah syang, jangan Duke terus"gumam Aron.


"Jadi kamu iri dengan Duke"tanya Manda.


"Iya iri syang, aku udah gak pernah di manja lagi"gumam Aron mengerutkan bibirnya.


"Baiklah"ucap Manda dengan terpaksa menuruti apa kata Aron.


Manda meletakkan Duke di atas ranjangnya, dengan segera Manda memakaikan kemeja Aron, dan segera menyiapkan jas Aron. "Syang kamu kancing sendiri ya"ucap manda.


"Gak mau syang, aku maunya kamu yang kancingkan kemaja aku"ucap Aron.


"Syang kamu gak malu di lihat Duke, lihatlah Duke terus menatap ke arah kita"ucap Manda lirih.


"Udah syang lagian hanya mengancingkan baju saja"gumam Aron. Melihat bibir Manda yang menggoda Aron menutup mata Duke, dan mulai mengecup bibir Manda lembut.


"Syang lepaskan"gumam Manda, menatap ke arah Duke yang memang sengaja sudah di tutup matanya oleh Aron agar tidak melihat adegan mereka.


"Jangan gitu syang di depan anak kecil"ucap Manda, yang mulai memakaikan jas hitam milik Aron.


"Iya syang"gumam Manda.


Aron dan Manda segera menuju ke ruang makan bersama Duke, sebelum berangkat ke kantor seperti biasa Aron selalu makan di rumah. Dan Manda juga selalu membawakan bekal untuk ya setiap hari. Kini Manda dan Duke juga ikut Aron lagi ke kantornya.