Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Melahirkan


Keesokan harinya, manda menjalani hari-hari seperti biasanya, ia selalu menyiapkan semua kebutuhan Aron saat kerja. Dan kini Aron berangkat lebih pagi, katanya banyak hal yang harus di kerjakan di kantor.


Namun itu tak membuat Manda untuk bangun juga lebih pagi. Sejak tahu jika Aron sakit, Manda jauh lebih perhatian dengan Aron, ia lebih giat melakukan apapun untuk Aron, meskipun Aron selalu melarangnya tapi ia tetap saja ingin selalu memanjakan Aron. Ia tidak Mau jika Aron sakit, bahkan dia setiap pagi selalu menyiapkan obat Aron.


Hari menjelang sore, Aron belum juga pulang dari kantornya.


Manda yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu, dengan menatap ke arah tv, di temani cemilan ringan di pelukannya.


"Bi, sekarang jam berapa?" tanya Manda pada pembantunya.


"Jam 17.00 non"Ucap pembantu Manda.


"Kenapa Aron belum pulang ya" tanya Manda pada dirinya sendiri.


"Mungkin tuan Aron, lagi sibuk non di kantornya. Atau banyak pekerjaan baru dengan clientnya"Pembantu Manda duduk di lantai menemani manda yang asyik melihat tv, Manda memang menyuruh para pembantunya untuk berhenti bekerja, dan menyuruh mereka untuk bersantai, menemaninya.


"Bii hari ini jangan masak ya?" ucap Manda.


"Kenapa non?" tanya pembantunya.


"Biar aku pesankan makanan nanti, buat kalian juga"ucap Manda.


"Tapi non.."


"Udah gak apa-apa sekali-sekali makan enak"ucap Manda.


Manda tiba-tiba terdiam, merasakan perutnya yang tiba-tiba merasa sakit, semakin lama semakin melilit seakan bayinya terasa ingin sekali keluar.


"Bi, perutku kenapa terasa sakit ya?" ucap Manda, memegang perutnya.


"Apa non mau melahirkan?"ucap pembantunya yang langsung beranjak beridiri dengan perasaan cemas dan khawatir, tuannya juga belum pulang membuat mereka semakin cemas. Lagian ini terjadi sebelum prediksi doter soal kehamilannya. Bahkan kehamilannya belum 9 bulan.


"Gak tahu bi" gumam Manda yang masih merasakan sakitnya semakin menjadi.


"Bawa dia pergi ke rumah sakit aku akan telepon tuan Aron"ucap salah satu pembantunya.


"Baiklah, sekarang non ke rumah sakit ya, biar aku antar"ucap pembantunya, yang mulai menuntun Manda masuk ke luar menunggu taxi, untuk mengantar Manda ke rumah sakit.


"Bi sakit"ucap manda yang merasa kesakitan. Di saat seperti ini ia tiba-tiba teringat dengan orang tuanya, ia berharap andai orang tuanya ada di sisinya. Menemani dia saat melahirkan, an bisa melihat cucu tampan mereka, pasti sangat menyenangkan anak Manda bisa main pada nenek dan kakeknya. Tapi nasib anaknya yang harus terlahir saat orang tuanya dan orang tua Aron meninggal. Dan tidak bisa melihat cucunya lahir.


Tetesan air mata tiba-tiba keluar dari mata indah Manda. "Non kenapa nangis?" tanya pembantunya.


"Kamgem dengan ke dua ormag tuaku bi"ucap manda sambil menanahan sakit perutanya yang semakin menjadi.


"Shiitt..."


suara rem mobil membuat manda semakin terkejut. Ia tersenyum melihat mobil Aron sudah ada di depan matanya.


Aron yang baru saja pulang dari kantornya,  langsung turun menghampiri Manda. "Syang kamu kanapa?" tanya Aron yang langsung cemas melihat Manda meringis kesakitan.


"Tuan, cepat bawa non manda ke rumah sakit, dia mau melahirkan"ucap pembantunya dengan nada tergesa-gesa.


"Iya, cepat bantu dia masuk bi"gumam Aron, yang terlihat sangat panik, ia langsung masuk ke dalam mobilnya, memutar balik mobilnya, keluar lagi dari halaman rumahnya kenuju ke rumah sakit terdekat.


"Bi kenapa Manda tiba-tiba mau melahirkan"ucap Aron, yang masih fokus dengan jalan di depannya.


"Gak tahu tuan, tadi dia baik-baik saja, berbicara pembantu lainnya. dan tiba-tiba merintih sakit"


"Syang cepetan, aku udah gak tahan pagi skait"gumam Manda, mengusap perutnya yang terasa sangat sakit.


"Iya, syang bentar lagi"ucap Aron, ia segera masuk ke dalam parkiran rumah sakit, mengangkat tubuh Manda bak bridal style, berjalan masuk dengan langakh sangat cepat menuju ke dalam rumah sakit.


"Kenapa?" tanya dokter itu.


"Dia mau melahirkan dok" ucap Aron.


"Baiklah, cepat bawa masuk ke dalam"ucap dokter itu.


"Aduh, syang sakit"ucap manda yang tak berhanti merintih, ia mencengkram erat bahu Aron. untuk menahan sakitnya yang semakin menjadi.


"Tahan syang"ucap aron, segera masuk ke dalam ruangan. Dan membaringkan tubuh Manda di ranjang pasien.


"Dok cepat aku sudah gak tahan dok, anak aku merasa ingin sekali cepat keluar dok"ucap Manda.


"Baiklah, kamu tahan."ucap dokter itu.


"Syang tahan bentar ya, biar di bantu oleh dokter ini"ucap Aron.


"Sebenarnya belum waktunya keluar dok, masih 8 bulan, tapi kenapa udah mau keluar dok?" tanya Aron, yang terlihat khawatir dan senang. Sebanranya ia khawatir jika terjadi sesuatu dengan anaknya. Soalnya belum waktunya. Tapi di sisi lain ia juga senang anaknya sudah akan lahir.


"Syang sakit"Teriak Manda mencengkram erat tangan Aron.


"Syang mau keluar"ucap Manda, keringat sudah mulai bercucuran. Aron beranjak berdiri, ia terus menggenggam tangan Manda erat, mengusap lembut kepala Manda.


"Dok, cepat tangani Manda, aku kasihan melihat dia terus merintih kesakitan"ucap Aron. yang sudah mulai khawatir dengan keadaan Manda.


"Iya, tuan. Suster masih menyiapkan semuanya. Kita akan mulai bentar lagi"ucap dokter itu.


"Syang"ucap Manda, semakin mempererat pegangannya, menahan rasa sakit yang semakin menjadi, tetesan keringat mulai menetes dari dahinya.


Aron mengecup lembut kening Manda, "Syang aku yakin kamu bisa"ucap Aron.


"Bentar kamu masih pembukaan 4, tapi aku kamu termasuk cepat, sudah pembukaan 4 bentar lagi, tunggu beberapa menit atau jam lagi. Kita akan terus cek"ucap dokter itu.


Beberapa jam kemudian...


Manda sudah melalu proses yang panjang, seakan nyawanya sedang di ujung tanduk. Ia benar-benar harus kuat dalam hal ini. Rasa sakit yang membuat Aron semakin khawatir, tak henti Aron juga memangis melihat kondisi Manda.


Manda sudah mulai melahirkan, kini ia di temani dengan Aron di dalam. Karena tidak ada pihak keluarga lainnya. Dan bahkan Aron selalu setia memberi minum dia.


Bayi pertama Aron sudah keluar, suster juga sudah memandikan, dan sekarang sudah terbalut dengan baju, dan sudah dalam pelukan Manda.


Pertama kali Manda memberikan babynya asi. Ia ingin tahu apa asinya sudah keluar apa belu. "Syang kamu mau makan apa sekarang" tanya Aron.


"Emangnya kamu mau kemana syang?" tanya Manda.


"Aku mau beli makanan syang, sekalian beli makanan dan minuman buat kamu"ucap Aron.


"Ya, sudah belikan aku snack ya syang, kalau makanan terserah kamu"ucap Manda, yang masih mengusap lembut babynya.


"Kita beri nama siapa syang?" tanya Aron, menatap bayinya dulu sebelum keluar dari ruangan Manda.


"Siapa ya syang"gumam Manda


"Di pikir nanti saja syang"ucap Aron, sekarang aku akan carikan makanan buat kamu"ucap Aron.


"Baik hati-hati"ucap Manda.


Aron mencium anaknya dan segera pergi,


Aron yang merasakan sakit pada perutnya, ia segera periksa ke dokter yang ada.