
Aron yang semula sibuk bermain dengan anaknya, ia menoleh ke arah Manda yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Ia langsung berlari menghampiri Manda. "Manda bangun! Manda bangun!" teriak Aeon yang mulai panik.
"Manda kamu kenapa?" Gumam Aron, memegang tangan tangan Manda dan mengangkat kepalanya.
Manda yang belum bangun juga, Aron semakin panik.
"Syang kamu kenapa? Sadarlah?"Aron segera mengangkat tubuh Manda dan segera beranjak berjalan menuju ke rumahnya. Ia sangat panik tidak tahu lagi apa yang harus di lakukan selain pergi ke rumah mengambil mobilnta dan membawanya pergi ke rumah sakit terdekat.
"Pa, mama kenapa?" tanya Duke yang juga terlihat sangat khawatir dengan mamanya. Melihat mamanya pingsan Lia dan Duke menangi tersedu-sedu.
"Papa mau bawa mama ke rumah sakit dulu ya, kalian di rumah ya" ucap Aron dengan nada gugup dan paniknya.
"Kalian jaga Duke dan Lia aku bawa Manda ke rumah sakit dulu" ucap Aron pada para pembantunya.
"Ia tuan"
Aron meletakkan Manda di kursi depan. Duke dan Lia terpaksa harus diam di rumah. Dan menunggu kabar dari papanya nanti.
Sampai di rumah sakit, Aron mengangkat tubuh Manda masuk ke dalam. Menemui dokter langganana dia biasanya.
"Dok tolong periksa istri aku" ucap Aron dengan nada panik dan khawatirnya.
"Iya tuan" gumam Dokter itu langsung menyuruhnya masuk ke dalam ruangan. Dan Aron meletakkan ke kemar pasien. Sembari menunggu dokter memeriksanya.
Tubuh Manda semakin demam, entah sejak kapan Manda merasa sakit. Sebelumnya ia tidak cerita sama sekali pada Aron. Bahkan tadi saat masak berdua, istrinya baik-baik saja. Tidak ada gejala sakit sama sekali. Dan kenapa tiba-tiba dia pingsan, dan sekarang tubuhnya juga panas.
"Tuan, lebih baik istri tuan di rawat di rumah sakit. Ini demi kepentingan istri tuan dan bayinya" gumam Dokter.
"Dia kenapa dok" tanya Aron semakin panik.
"Dia terkena gejala kurang darah drastis, tekanan darahnya sangat rendah 60, lebih baik sekarang dia di rawat sementara untuk pemulihan." ucap Dokter.
"Terus kenapa dia juga demam tinggi dok?" tanya Aron semakin khawatir di buatnya.
"Mungkin memang dia terlalu capek, sehingga tekanan darahnya menurun drastis. Dan karena capek juga bisa membuat kandungannya terganggu dan kesehatannya drop." ucap Domter itu menjelaskan.
"Padahal dia hanya pergi kuliah saja dok, tidak mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali" gumam Aron.
"Mungkin dia terlalu banyak pikiran juga, nanti kalau istri tuan sudah sadar lebih baik tanyakan saja pada dia. Apa ada masalah yang mengganggu pikirannya" gumam dokter itu. "Sekarang biarkan dia istirahat, aku akan menyiapkan obat juga untuk dia. Dan suster juga sudah memasnag infs untunnya." lanjut dokter itu.
"Baik Dok" ucap Aron, ia tidak bis atenang lagi. Gimana jika terjadi apa-apa dengan Manda dan bayinya. Pikiran itu terus saja mengganggunya. Ia tidak bisa duduk tenang jika Manda belum sadarkan diri juga.
"Aron terus kenatap Manda di balik pintu, ia masih memejamkan matanya. Bahkan Aron terus berdiri dan tak hentinya memandang ke dalam. Ingin masuk ke dalam tapi dokter menyarakan jangan mengganggunya dulu. Dengan terpaksa Aron menunda keinginannya unyuk masuk ke dalam. Ia hanya bisa memandang Manda dari balik pintu.
"Tuan lebih baik sekarang tebus obatnya, agar saat sadar dia juga bisa langsung minum obat." ucap Dokter yang berdiri di belakangnya, membuat ia terkejut.
~
"Manda semoga kamu cepat sadar" ucap Aron, memegang tangan Manda. Mengecupnya lembut, berharap Manda bis terbangun dari tidurnya.
"Manda maafkan aku" gumam Aron tak berhenti terus memanggil nama istrinya.
Tak lama Manda mulai membuka matanya perlahan, ia menatap ke arah Aron di sampingnya. "Syang, aku kenapa? Dan di mana aku sekarang?" tanya Manda, yang masih terasa sangat lemas.
"Syang, kamu tadi pingsan dan sekarang kamu di rumah sakit" ucap Aron, memegang tangan manda dengan salah satu tangannya mengusap lembut rambut Istrinya.
"Bayi kita gak apa-apa kan?" tanya Manda memastikan.
"Iya syang gak apa-apa kok, Hanya saja kamu yang memang lagi drop. Aku sudah bilang jangan kecapek-an tapi kamu masih tetap saja gak mau nurut. Kalau kayak gini anak kita juga nanti yang kenan sayang. Kamu juga jadi drop" ucap Aron.
"Padahal aku gak ngapa-ngapain syang, tadi hanya masak dan beres-beres piring. Cuma kemarin juga banyak tugas kuliah. Aku jadi bingung ngerjainnya. Malam mau ngerjain masih ada kamu jadi aku batalin gak jadi ngerjain." gumam Manda.
"Lebih baik kamu berhenti kuliah sekarang demi kesehatan kamu syang" gumam Aron.
"Gak mau syang, percuma perjuangan aku untuk kuliah selama ini. Yang pada ujungnya keluar " ucap Manda. "Besok aku akan cuti kuliah selama beberapa hari, sampai keadaan aku membaik. Tapi kalau aku keluar aku gak mau syang, aku bisa jaga diri kok. Dan nanti kalau anak kita lahir. Aku surah berencana untuk berehnti satu semester" ucap Manda.
"Kamu yakin syang, tapi kamu tidak akan pernah menyesal-kan? Terus dengan beasiswa kamu gimana kalau di cabut?" tanya Aron.
"Soal beasiswa aku gak peduli syang, lagian kamu mau kan biayain aku kuliah"
"Pasti mau syang, sebagai suami kamu apa yang kamu minta aku akan penuhi. Yang penting kamu bahagia, tidak stres dan tekanan batin saat hamil gini maupun gak hamil" ucap Aron antusias. "Lagian memang dari dulu aku ingin kamu cabut beasiswa itu, lagian aku masih sanggup untuk biayai kamu kuliah sampai s3 aku juga masih sanggup" lanjut Aron penuh percaya diri.
"Iya syang, lagian usaha kamu juga sudah semakin maju pesat" ucap Manda.
"Iya itu juga berkat kamu juga syang, kamu selalu dukung aku selalu semangatin aku." jawab Aron mengecup pipi Manda.
"Oya, sekarang kamu makan ya, aku siapkan obatnya untuk kamu. Kamu harus makan yang banyak, apalagi buah dan sayur itu juga penting" ucap Aron yang mulai over.
"Iya bawelku" gumam Manda mencubit pipi Aron yang menggemaskan.
Aron membantunya untuk duduk bersandar di ranjang pasien. Ia mengambilkan jatah makanan dari rumah sakit yang memang di khususkan untuk ibu hamil.
"Syang di mana anak-anak sekarang?" tanya Manda, yang teringat Duke dan Lia.
"Mereka di rumah, nanti kalau dokter sudah ijinkan kamu pulang. Aku mau rawat kamu di rumah, meskipun harus libur kerja tak masalah, asalkan bisa rawat kamus syang"ucap Aron.
"Mana ponsel aku syang, aku mau hubungi Vina kalau besok aku suruh dia ijinkan aku pada dosen kalau aku tidak masuk, dan sekalian mau hubungi Duke." gumam Manda.
"Iya, jangan lama-lama syang, kamu harus banyak iatirahat sekarang" ucap Aron.