
Hampir 1 jam, Kesha yang masih marah dan dark tadi enggan membuka matanya. Ia sudah tertidur lelap, dengan tangan yang berbalik memeluk tubuh Vino tanpa sadar.
"Syang!! Kenapa tenaga kamu luar biasa!! Aku gak bisa gerak" ucap Vino, mencoba melepaskan pelukan Kesha yang semakin erat membalut tubuhnya.
"Kenapa? Lagian aku juga ingin sekali melihat wajah cantik wanitaku. Tapi gak bisa terlihat sama sekali, dia masih saja menyembunyikan wajahnya." Vino terus menggerutu dalam hatinya.
"Emmm... Jangan bergerak!!" ucap Kesha yang sudhabtertidur lelap, ia berbicara tanpa sadar suara itu keluar dari mulutnya. .
"Aku mau ke kamar mandi dulu.. Kalau gini caranya aku bisa kencing di celana!!" pikir Vino memutar matanya ke atas, mencoba berpikir jernih untuk mencari cara agar gadisnya itu bisa melepaskan pelukaknya yang semakin erat membuatnya semakin tak bisa napas.
Vino terus betusaha, membuatnya semakin lrlah, dan tertidur dengan kepala menempel di ujung kepala Kesha, seketika Kesha melepaskan pelukannya, ia tidur seperti biasa, bergerak bebas.
Kesha punya pengalaman tidur yang buruk, tak hanya sering mengigau. Dia jika marah saat tidur sering bertindak brutal, bahkan sampai bertindak posisi, memutar dengan kepala di bawah. Dan yang tidur dengannya pasti bisa babak beluk dapat tendangan kaki darinya. Dan maka dari itu mama Kesha juga tidak pernah berbaring bersamanya.
---------
Keesokan harinya.
Kesha sudah berbaring di ranjang dengan kepala dan setengah badannya habis jatuh, da Vino yang di tendang terus pada akhirnya dia mengalah tidur di lantai tepat di bawah ranjangnya, membuat tubuhnya terasa semakin capek. Dari kemarin gak bisa tidur nyenyak
Vino yang baru saja tidur tadi pagi ia membuka matanya lebar, melihat Kesha sudah hampir jatuh, seketika langsung meloncat bangun, membuka matanya lebar, dan membenarkan cara tidur Kesha.
Vino duduk di ranjang, meletakkan kepalanya di atas pahanya.
"Syang!! Bangun napa, aku capek, kamu gak ada niat buat pijiti aku!" ucap Vino mengusap lembut rambut Kesha dengan jemari-jemarinya.
"Emm... Apa sih!!" Kesha berbaring miring, menghadap perut Vino.
Deg! Deg!
"Kenapa ini, kenapa jantungku berdebar," gumam Vino, menatap kesha di bawahnya berbaring tepat menghadap miliknya yang entah tiba-tiba membuatnya mengeras.
"Apa ini gara-gara dia gak mau melayani suaminya kemarin malam. Sekarang kenapa dia bereaksi sendiri ," Vino memejamkan matanua, dengan kepala mendongak ke atas.
Cup!
Sebuah kecupan tak terduga membuat Vino seketika membuka matanya lebar, menatap ke bawah, Kesha surah bangun tepat mengecup miliknya. "Kenapa?" tanya Kesha, menarik dua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.
"Kamu benar-benar ngeselin tahu gak!!" ucap Vino, langsung mengangkat tubuh Kesha menbaringkan tubuhnya kembali di ranjang, dan Vino berbaring di ranjangnya, mengusap wajah Kesha.
"Kamu nakal sekarang!! Apa tadi kamu pura-pura tidur agar bisa menggodaku?" Vino mencolek hidung mancung, mungil milik Kesha. Ia memiringkan kepalanya, menatap wajah Kesha yang terlihat semakin cabi menggemaskan.
"Siapa juga yang goda. Lagian punya kamu yang goda aku, menempel tepat di wajahku," ucap Kesha tak mau kalah, ia yang perlahan sudah mulai ahli, membuat ia terlintas memegang milik suaminya itu.
"Shitt.. Sejak kapan kesha jadi berani gini. Kalau kayak gini buat aku jadi semakin tertarik!!" gumam vino dalam hatinya.
"Sekarang, ya, syang!!" goda Vino, meletakkan ke dua telapak tangannya di pipi Kesha. Dan seketika langsung di balas dengan senyum tipis, dan anggukan kecil oleh Kesha.
Vino menutup selimut tebalnya kembali agar sinar matahari yang menembus langsung dari sela-sela jendela kaca mereka tidak mengganggu aktifitasnya.
"Emmm... " desah Vino.
"Syang!! Sekarang kamus semakin ahli," goda Vino mengusap ujung kepala Kesha. Yang sedang bermain lolipop. Tak lama mereka saling memegang, membuat ke duanya merasa terbawa dalam kenikmatan berdua, Vino yang sudah tidak sabar untuk memasukkan adiknya. Ia harus mengurungkan niatnya.
Tok... Tok.. Tok...
"Ah... kenapa mengganggu di saat seperti ini." decak kesal Vino.
"Bentar!! Ya, syang! Aku akan keluar dulu!!" ucap Kesha, mencium bibir Vino, dan di balas dengan sentuhan di dada Kesha.
"Jangan lama-lama!!"
"Iya, tenang saja." Kesha mengambil.handuk menutupi tubuhnya, berjalan keluar dari kamarnya.
"Ada apa, ma?" tanya Kesha.
"Ini kunci rumah. Mama pe4gi dulu. Kalau kamu mau pergi nanti jangan lupa di kunci!!" ucap Mama Kesha, tersenyum menepuk bahu Kesha, lalu mendekatkan tubuhnya. "Syang!! Cepat punya cucu, ya!! Mama tinggal dulu, lanjutkan permainannya!!" bisik mama Kesha membuat wanita itu membuka matanya lebar.
"Apa sih ma!! Aku lagi mau mandi!!"
"Beneran mau mandi, tadi mama gak sengaja dengar dikit, syang!!!" ucap mama Kesha, tersenyum dengan tangan kanan terangkat senahu, ia mengibaskan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan anaknya yang hanya mengenakan handuk, dari atas dada sampai pahanya.
Melihat mamanya sudah pergi mrnjauh, Kesha menarik napas lega, dengan tangan memegang pintu dengan warna coklat tua, ukiran klasik membuat suasana rumah menjadi lebih berbeda.
Greb!
Tubuh Vino langsung memeluk tubuh Kesha dari belajang, kedua tangannya mendarat sempurna di dadanya, mulai memainkannya.
"Syang!! Lepasin!!" ucap Kesha, mencoba melepaskan tangan Vino, Ia memutar badannya, dan seketika hampir jatuh kr belakang, dengan sigap tangan Vino menyangga tubuh Kesha, ke dua mata mereka saling tertuju.
"Syang!! Lanjut lagi ya?" ucap Vino lirih. Mengecup bibir mungil Kesha, menikmati permainan lidah Kesha yang langsung menbalas kecupannya.
Vino mengangkat tubuh kesha agar berdiri tegap lagi, ia menarik handuknya, menarik tubuh Wanitanya berjalan mundur, kemudian tangannya yang masih leluasa ia menutup pintu kamarnya tanpa melepaskan kecupannya. Vino yang sudah tak tahan, bahkan sampai dia lupa jika dia mau ke perusahaan kakaknya. Hanya demi menikmati istrinya yang sudah terlanjur basah, ia tidak mempermasalahkan pekerjaan yang hanya telat sedikit.
Vino mengecup leher Kesha, perlahan mulai menuruni ke bawah dagunya, meninggalkan bekas dadanya, dan kembali turun di bawah pusarnya. Dengan ke dia tangan memegang dada Kesha. "Emmmpp.. Syang!!" desah Kesha, memegang kepala Vino, lalu merngacak-acak rambut Vino, membuatnya semakin berantakan, permainan lidah Vino di bawah membuat ia semakin basah.
Vino membungkukkan tubuh Kesha dan tanpa banyak permainan lagi, yang sudah membuatnya semakin tak tahan. Ia mulai melakukannya, memasukan adik kecilnya yang membuat Kesha menjerit pelat, ke dua tangan memegang tembok di depannya.
Kesha menikmati permainan Vino, yang membuatnya terus mendesah memang setiap harinya. Bahkan dia tanpa punya lelah, dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Dan di rumah sekarang juga sering lebih melayani istrinya.
Vino yang sudah lima menit betdiri, ia menarik tubuh Kesha berbaring di ranjang.
Kringgg.... kring...
Kegiatan mereka terhenti untuk yang ke dua kalinya. Ponsel Vino berbunyi sangat nyaring.
"Ada panggilan telepon. Lebih baik kamu angkat dulu.
"Arggg... Mau enak dikit saja selalu saja ada kendala!!" ucap Vino, meraih ponselnya, panggilan dari 'Aron' bahkan ia masih menghentak Kesha, sembari menerima panggilan dari Aroh.
"Emmhh... Vino hentikan dulu!!" desah Kesha.
"Ada apa, kak?" tanya Vino.
"Lagi enak-enak!! Memangnya kenapa? Bukanya pekerjaan masih setengah jam lagi berangkat!" gumam Vino, tangan kirinya terus memegang dada Kesah, dan wanita itu hanya diam, nikmati irama permainan Vino yang semakin vepat, dan sentuhan tangan kirinya semakin mencengkerambya, wanita itu semakin mendesah lebih keras.
"Kamu ke rumah aku sekarang. Kita berangkat lebih awal, da meeting dengan investor, setelah itu kita akan rapat dengan para client kita." ucap Aron menggebu, di ujung sana Aron juga asih berbaring di atas ranjang, membelas rambut Manda manja.
"15 menit lagi aku akan ke rumah, kakak. Sekarang aku ada kegiatan dulu, bentar saja!!" jawab Vino yang langsung mematikan ponselnya. Ia yang merasa sudah mulai melemas, menyemburkan miliknya ke dalam, Dan langsung beranjak berdiri, pergi, dengan langkah terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi.