
2 tahun berlalu
semua berjalan dengan lancar, Aron sudah mulai pulih dengan panyakitnya. Dan Manda sekarang dan babynya sering mengantar Aron saat periksa. Dan ia juga sudah daftar untuk masuk universitas baru, dan mendapatkan beasiswa sesuai yang di inginkannya.
Dan Aron semakin hari semakin mesra dengan Manda tanpa ada penolakan dari Manda saat ia minta jatah sekarang. Tapi karena kesibukan Aron, semejak perusahaannya semakin maju, Aron jadi uarang pulang sore. Ia selalu pulang Malam, dan saat Manda dan Duke ikut dia Ia menyuruhnya pulang lebih dulu.
Dan sebelum kuliah, Manda yang akan di mulai 2 bulan lagi, selalu mengahabiskan waktunya untuk baby Duke, dan Aron selalu mengajak mereka berdua pergi ke kantar bersama. Meski jarang keluar bersama jalan-jalan bersama. Tapi Manda tidak masalahkan itu. Asal bisa makan bersama dengan Aron sudah sangat bahagia.
Dan baby Duke sekarang terlihat sangat tampan, ia bahkan kini lebih tampan dari papanya. Dan kini ia juga sudah mulai aktif dalam segala hal. Bicara juga sudah mulai lancar.
pagi ini Aron pergi bekerja seperti biasanya, Dan hari ini Manda berpakian sangar rapi, ikut ke kantor Aron dan baby Duke. Ia ingin bermain di sana. Ia duduk santai di kursi Aron dengan cemilan di tangannya. Menjaga baby duke yang asyik bermain sendiri dengan papanya.
----00----
Hari ini Aron lagi tidak terlalu penuh dengan kerjaan yang menumpuk. Ia bisa bermain dengan babynya.
"Syang kamu jadi kuliah?" tanya Aron.
"Iya, aku gak mau kamu saja yang kerja, aku juga ingin merasakan kerja seperti kamu"ucap Manda.
"Emangnya kamu mau kerja juga?" tanya Aron memastikan.
"Iya, aku juga mau urus perusahaan seperti kamu, dan aku gak mau kalah dengan kamu yang bisa mengurus semuanya"ucap Manda.
"Baiklah, terserah kamu. Baby Duke biar di sini dengan ku dan Baby sisternya. Saat kamu pergi kuliah" ucap Aron.
"Baiklah, tapi uang jajan juga di tambahi kan?" Tanya Manda.
"Iya, syang tenang saja soal itu" ucap Aron.
"Oya, sekarang aku mau ajak baby Duke jalan-jalan dulu ke luar bentar ya, kamu mau ikut gak?"ucap Aron.
"Jalan-jalan kemana syang?"tanya Manda.
"Keluar sebentar cari udara di luar syang, biar dia gak bosan"ucap Aron,
"Ya, sudah tapi jangan lama-lama ya, syang"ucap Manda.
"Iya, syang hanya sebentar."ucap Aron, mengecup pipi istrinya.
Ia menggrndong Duke keluar dari kantornya.
"Pa, mama gak di ajak keluar"tanya Baby Duke terpatah-patah. Ya, memang dia belum bisa bicara dengan sempurna.
"Nanti juga mama nyusul syang"ucap Aron mencoba berbohong. Baby Duke jarang mau keluar jika Manda gak mau keluar juga. Tapi ini karena ijin Manda lebih dulu, baby duke tiba-tiba mau keluar sendiri dengan papanya
"Baiklah aku mau turun, jalan kaki sendiri"ucap Duke, yang sudah pandai berbicara.
"Baiklah, jangan main jauh-jauh"ucap Aron, berjalan di belakang mengikuti Duke.
"Papa ada bola"ucap Duke, berlari menghampiri bola itu.
"Tiittt... Titt.."
Klakson mobil berbunyi sangat keras, Aron langsung berlari menyelamatkan Duke yang berdiri di tengah jelan membawa bola itu, tanpa pikir panjang lagi, hingga ia terjatuh ke kanan jalan.
"Papa sakit?" tanya Duke, berdiri menatap papanya yang meringis kesakitan dengan luka goresan di dahi, siku dan kakinya. Hingga mengeluarkan darah segar.
"Gak syang, hanya lecet dikit, yang penting kamu gak apa-apa. Udah sekarang ayo kita masuk. nanti biar papa yang akan belikan kamu es cream"ucap Aron, menggendong anaknya berjalan masuk lagi ke kantor. Padahal belum sempat keluar jauh, karena krjadian tadi, membuat Aron tidak mau lagi melepaskan anaknya sendiri.
Ia menahan sakitnya, demi gendong anaknya. berjalan sangat hati-hati ke dalam ruangannya.
Para pegawai kantornya menatap ke arah Aron. "Pak Aron kenapa?" tanya pegawainya.
"Jatuh tadi, tapi gak apa-apa kok. udah kalian semua kerja saja"ucap Aron pada pegawainya sangat ramah.
Aron memang di kenal sangat ramah dengan pegawainya. Dia sangat baik, meski perusahaannya di bilang baru soal gaji dia berani gaji tinggi pegawainya jika mereka mampu membuat perusahaan yang di bangun dari nol itu bisa melonjak naik di pasar saham.
Duke menatap ke arah Aron.
"Gak usah syang biar papa gendong ya. Papa gak mau Duke kenapa-napa"ucap Aron.
Aron membuka pintunya, melihat Manda yang masih duduk santai di sofa. Menonton drama dengan berbagai cemilan di depannya.
"Mama!" panggil Duke melihat Manda duduk di sofa kantor Aron.
"Ada apa syang?" tanya Manda, seketika menatap ke arah Duke dan Aron.
"Kenap.kalian balik lagi, apa sudah puas jalan-jalannya?" tanya Manda.
"Papa jatuh, gara-gara Duke"ucap Duke polos.
"Apa?" Manda mulai bangkit dan langsung berjalan mendekati Aron dan Duke, ia langsung memeluk Duke. "Kamu gak apa-apa kan syang?" tanya Manda.
"Gak apa-apa ma, tapi papa sakit"ucap Duke.
"Emang benar kamu jatuh syang?" tanya Manda menatap ke arah Aron. "Ini dahi kamu luka?" tanya Manda memegang tangan Duke.
"Dia hampir saja ketabrak mobil tadi"ucap Aron, menundukkan kepalanya, Ia merasa bersalah hampir saja menyelakai anaknya.
"Apa katamu?" tanya Manda. "Kenapa kamu gak jaga Duke, kenapa kamu biarkan Duke bermain sendiri. Sebanarnya kamu sedang apa"gumam Manda kesal dengan Aron. Ia kecewa Manda tidak menjaga Duke dengan baik.
"Aku hanya lari ambil bola ma, jangan marahin papa. Papa gak salah, Duke yang salah"ucap Duke dengan wajah polosnya, menarik baju Manda.
"Enggak syang, aku gak marah. Aku hanya tanya pada papa kamu ini"gumam Manda memcoba mengelak.
"Iya. tapi kenapa dengan suara tinggi? Kasihan papa, ma dia sakit kenapa mama marahin papa" tanya Duke yang tiba-tiba merengek.
"Iya syang mama gak marahin papa kok, sudah jangan nangis lagi ya"ucap Manda mencoba menenangkan Duke yang tiba-tiba menangis.
"Duke duduk dulu ya, sekarang mama mau obatin papa"ucap Manda. Melegakkan Duke di atas sofa.
"Iya, kasihan papa"ucap Duke.
"Iya, syang"ucap Manda. segera mengambilkan obat merah dan alkohol di kotak obat yang tertmrsedia di ruangan Aron.
"Sini syang"ucap Manda, memegang tangan Aron menyuruhnya duduk di sofa samping Duke. Manda mulai mengobati perlahan luka di dahi Aron.
"Sakit gak yang"tanya Manda yang melihat Aron meringis kesakitan.
"Lebih sakit jika melihat kamu yiba-tiba marah denganku"ucap Aron memegang tangan Manda yang masih menyentuh dahinya.
"Siapa yang marah?" gumam Manda, melepaskan tangan Aron dan mulai menempelkan plaster di dahi Aron.
Manda memeriksa seluruh tangan dan kaki Aron yang terluka, hanya luka kecail ia hanya mengoleskan alkohol dan memberikan obat merah.
"Tahan ya syang sakitnya"ucap Manda.
"Gimana bisa tahan syang kalau kamu setiap hari tambah cantik dan semakin seksi gini"gumam Aron.
"Apa sih syang, kenapa kamu jadi bicara ngelantur seperti ini"ucap Manda. Beranjak berdiri.
"Sudah di obati semua, srkarang kamu istirahat saja ya syang" ucap Aron.
"Kalau istirahat siapa yang kerja syang?" tanya Aron, berdiri mencubit hidung mu gil Manda.
"Aku yang kerja pa"Saut Duke.
Aron tersenyum, menundukkan badannya menatap Duke. "Syang, kamu masih kecil belum bisa kerja, nanti kalau kamu sudah dewasa, papa akan ajarkan kamu gimana cara mengurus perusahaan"ucap Aron, mengusap kepala Duke penuh kelembutan.
"Iya, aku mau jadi orang kaya yang sukses seperti papa"ucap Duke.
"Kamu juga harus rajin belajar kalau kamu ingin seperti papa ya"ucap Aron.
"Siap pa"jawab Duke penuh semangat.