
"Permisi, maaf telat pak" ucap Manda berjalan masuk ke kelasnya.
"Dari mana kamu? Kenapa kamu jam segini baru berangkat?" tanya Seorang dosen killer, dia dosen menajemen.
"Pak aku urus anak dulu, jadi telat. Kalau aku telat kan ada alasan pak, aku udah punya anak dan keluarga jadi harus urus mereka dulu baru berangkat. Kalau bapak belum nikah-nikah jadinya ya gak tahu gimana rasanya punya istri"Sindir Manda tersenyum tipis, tanpa ijin dari dosen itu Manda duduk di depan.
Semua dosen dan teman baru Manda tahu jika dia sudah menikah, lagian Manda gak malu cerita pada mereka, jika dia sudah punya anak dan suami yang selalu menyanyanginya.
"Apa kamu bilang?" dosen itu menatap tajam ke arah Manda.
"Piss. pak jangan marah gitu" ucap Manda.
"Tapi benar juga yang kamu bilang, baiklah. Aku gak marah sekarang, tapi lain kali kalau kamu telat lagi, aku gak akan suruh kamu masuk" ucap Dosen itu. "Sekarang kamu diam, dan dengarkan materiku."
"Da, kamu gila, dia itu guru yang nyebelin dan super killer, tapi kamu bercandain seperti itu" gumam Vina taman baru Manda di kampus.
"Lagian, sudah tahu aku menikah itu, harus melayani kawajiban sebagai istri dulu baru barangkat" Ucap Manda lirih, menoleh ke belakang.
"Maksud kamu? Apa kamu sebelum berangkat kuliah main dulu dengan suami kamu?" tanya Vina dengan suara kerasnya, seketika mulutnya di tutup dengan Manda.
Manda menarik alisnya, melebarkan matanya ke arah Vina. "Jangan bilang itu"gumamnya.
Memutar mata melihat yeman satu kelasnya, semua menatap ke arah Manda.
Brakk...
"Kalian berdua kenapa ngobrol di situ" bentak Dosen. Menggebrak meja di depannya, dengan buku tebal yang ia pegang.
"Eh, pak emangnya kenapa? Padahal aku sama Vina itu lagi bicarain bapak lo, kalau bapak itu sebenarnya tampan, tapi kenapa gak laku-laku"ucap Manda, di iringi tawa seluruh kelasnya, membuat suasana kelas itu menjadi riuh.
"Apa katamu?" tanya Dosen itu dengan tatapan tajamnya,
"Udah pak jangan marah, nanti tambah tua, sekarang lanjutkan pak, tadi sampai mana ya" ucap Manda mencoba membuat Dosen itu tidak terpancing amarah dengannya.
"Baiklah"
"Yee.." ucap Vina dan manda kompak.
Pelajaran sudah berlangsung hingga 3 jam lamanya, Manda yang sudah merasa sangat bosan dengan apa yang di terangkan dosennya, ia mencoba menbaca bukunya sendiri, membuka lembar demi lembar buku tebal yang ia bawa.
"Materi hari ini selesai, dan jika ada yang tida tahu bisa di tanyakan lain waktu, aku ingin kalian catat semua pertanyaan yang kalian tanyakan besok jika ada pertemuan lagi, pada saya." ucap Dosen itu.
"Iya" Jawab Manda singkat, tanpa menatap ke arah dosen itu.
Dosen itu melihat Manda, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, melohat keanehan Manda yang membuatnya semakin geram.
"Da, jari ini kamu mau kemana?" Tanya Vina.
"Aku langsung ke kantor suami aku, emangnya kenapa?" tanya Manda.
"Aku mau ajak kamu belanja, nanti di mall." ucap Vina. "Tapi kaalu kamu gak mau gak apa-apa kok"
"Baiklah, tapi aku mau jemput anak aku dulu ya, kemanapun aku pergi gak bisa kalau gak ajak dia, kecuali kalau ada jam kuliah gini" ucap Manda.
"Baiklah, sekalian aku mau tahu gimana lucunya anak kamu nanti" ucap Linda.
"Baiklah, kita pergi sekarang?" tanya Manda.
"Bukannya nanti masih ada kelas lagi?" tanya Vina.
"Gak ada, bukannya dosennya gak ada ya, kelasnya di ganti besok pagi"ucap Manda.
"Wah.. Kalau gitu ayo, sekarang kita berangkat"ucap Vina. "Oya, tapi kamu gak di marahin suami kamu kan?" lanjut Vina memastikan.
"Enggak! Kenapa juga aku di marahin"gumam Manda. "Lagian suami aku itu baik, pasti ijinin kok, asal gak lama-lama di mall." lanjut Manda.
"Kebetulan, aku tadi gak sama sopir" ucap Manda.
Vina segera mankalankan mobilnya menunu ke kantor suami Manda, sambil cerita oengalaman Manda dan kehidupan Manda saat menikah. Sebagai teman batu Vina banyak yang ingin di tanyakan pada Manda, termasuk apa enaknya menikah muda. Yang baginya hanya menambah beban masa mudanya, yang seharusnya di isi dengan senang-senang, dengan teman-teman. Dan Manda harus menikah dan melayani semua kebutuhan suamianya. Semua tidak terbayang betapa susahnya jika jadi Manda, wanita yang masih muda, hanya berjarak 1 tahun lebih tua darinya.
"Da kemu gak menyesal menikah muda?" tanya Vina, mencoba membernaikan diri bertanya pada Manda.
"Enggak!" ucap Manda. "Awalnya memang aku menyesal, tapi semakin ke sini, ku sudah tidak menyesal lagi. aku malah senang punya suami dan anak, yang bisa bikin semangat baru dalam bidup aku."ucap Manda.
"Semangat gimana Da, kalau aku jadi kamu, aku gak akan sanggup. apalagi masa mudamu jadi hilang"ucap Vina.
"Tapi aku tidak merasa menyesal sama sekali, aku malah merasa sangat senang, bisa menikah muda. "ucap Manda.
"Baiklah, oya di mana kantor suami kamu" ucap Vina, yang mulai teringat jika ia mau antar Manda lebih dulu.
"Kamu berhenti di depan?" ucap Manda.
"Kantor itu , baiklah"ucap Vina, yang mulai masuk ke dalam parkiran kantornya. "Kantor suami kamu sangat megah"ucap Vina, ia tidak menyangka temannya itu menikah dengan orang yang sangat kaya.
"Iya, ini kantor baru suami aku, baru ia bangun"gumam manda
"Ya, suami kamu ternayat orang sukse ya, pantas saja kamu mau menikah dengannya" Sindiri Vina. "Eh.. tapi kamu jangan marah, lagian wajar kok, jika wanita ingin menikah dengan lelaki yang sudah mapan, seperti aku. Jika ada seorang lelaki tampan dan kaya yang melamar aku, aku pasti mau" lanjut Vina.
"Ya. kamu bisa saja, emang kamu mau ceoat menikah?" tanya Manda menggoda.
"Siap gak siap, aku mau menolak jika orangnya sudah mapan, nanti kalau masak bisa pakai jasa pembantu" ucap Vina.
"Jangan seperti itu, lelaki tu suka di masakin pakai tangan kamu sendiri "ucap Manda.
"Tapi aku gak bisa masak"
"Ya, makanya belajar, aku dulu juga gak bisa masak"ucap Manda. Menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan kerja Aron. "Kamu mau di sini, atau ikut aku ke dalam?" tanya Manda.
"Ikut!" ucap Vina, berjalan di belakang Manda.
"Syang!" panggil Manda yang perlahan membuka pintu ruangan Aron.
"Kamu sudah pulang syang"tanya Aron, bangkit dari dudumnya di sofa, ia sedang bermain dengan anaknya, berjalan mendekati Manda.
"Sudah syang"ucap Manda, meraih tangan Aron, lalu mengecup punggung tangannya.
Vina hanya tersenyum melihat kelaurag mereka yang terlihat snagat harmonis.
"Mama!" panggil Duke, yang langsung berdiri mrmrluk mamanya.
"Tante ini teman mama?" tanya Duke.
"Iya, dia cantik kan?" tanya Manda pada Duke.
"Oya, dia teman baru aku di kampus" ucap Manda.
"Vina" Wanita itu mengulurkan tangan ke arah Aron.
"Aron"jawabnya singkat, menerima uluran tangan Vina.
"syang aku keluar bentar ya sama Vina, sekalian ajak Duke dan Lia keluar"ucap Manda.
"Gak nunggu aku nanti sekalian"tanya Aron.
"Nanti kelamaan syang, kasih Vina, tenang aku hanya ke mall syang, gak pergi kemana-mana"ucap Manda, ia tahu jika suaminya itu khawatir.
"Baik, tapi jangan lama-lama ya" gumam Aron.
"Siap syang" ucap Manda.