Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Mulainya Pendekatan


Aron dengan perasaan berbunga bunga mengemudi dengan pikiran tertuju pada Manda. Ia melaju menuju ke sebuah Cafe di mana Manda akan bekerja.


Sebelumnya Aron sudah menyuruh Manajer Cafe itu untuk mau memepekerjakan Manda meskipun ia juga belum punya ijasah SMA. Meski dengan ancaman sedikit Aron lakukan hanya untuk sebuah kata Maaf pada Manda. Ia kini mulai membiarkan Manda terbebas meski Manda adakah istrinya.


Aron berhenti tepat di samping Cafe. Ia menutup wajahnya menggunakan Masker dan kaca mata hitam serta topi untuk menutupi rambutnya.


Ia berjalan sangat hati hati masuk ke dalam Cafe mencoba untuk melihat Manda. Namun sepertinya Manda gak ada di sana. Hanya kesha yang duduk di meja menikmati secangkir kopi dengan ponsel di tangannya. Sepertinya ia tak menyadari ada orang yang mencurigakan. Padangannya terfokus pada ponselnya.


" Di mana dia?" Gumam Aron memutar Mata memcari Manda. Ia berjalan perlahan masuk mulai mencari tempat untuk duduk. Meski hanya sekedar memesan sebuah Kopi untuk menemani pagi harinya. Yang di awalai kebahagiaan.


Tak lama sejak Aron duduk seorang Waiters datang menghampiri Aron.


" Permisi tuan . Mau pesan apa?" Tanya seorang waiters di samping Aron dengan tangan membawa kertas dan bolpoin untuk mencatat pesanananya.


" Iya... aku pesan Expresso" pungkas Aron yang semula menunduk melihat menu ia mendongakkan kepalanya menatap waiters di depan.


" Manda!!" Batin Aron dengan tatapan kagum. Meski Manda tak tahu sebenarnya jika dia adalah Aron yang menyamar.


" Apa ada pesanan yang lainnya tuan" Pungkas Manda.


" Ada?" Jawab Aron singkat.


Dengan sigap Aron menarik tangan Manda dalam dekapannya. Ia memegang erat pinggang Manda.meraih bolpoin dan kertasnya dengan segera jemarinya menulis beberapa makanan.


" maaf tuan tolong lepaskan saya" Ucap Manda sopan. Ia mencoba untuk melepaskan diri dari lelaki itu.


" Kamu mau temani aku makan di sini" Bisik Aron.


" maaf tuan saya gak bisa karena saya harus bekerja" jawab Manda mencoba beranjak dari dekapan Aron. Manda tak mengenali Aron sama sekali.


" aku akan bilang pada bos kamu. Hanya menemani makan tidak lebih. Jika kamu mau maka aku akan lepaskan kamu sekarang" Ucap aron


Manda menoleh ke arah kesha yang dari tadi sibuk dengan ponselnya. Tak menatap sama sekali ke arahnya.


Dengan terpaksa ia menerima tawaran lelaki yang tak di kenalinya itu. " baiklah hanya makan saja tuan" Ucap Manda lirih.


Aron langsung melepaskan dekapannya. Dengan segera Manda mengambis semua pesananan yang di catat olehnya tadi.


" om itu gak papa mau makan tapi pakai masker" gumam manda terus menggerutu gak jelas dengan langkah kaki semakin cepat.


15 menit kemudian Manda membawa semua pesanan lelaki yang menggodanya tadi.


" ini tuan" ucap Manda lirih. Meletakkan semua makanan ke mejanya.


Tak mau manda bergegas pergi. Aron menarik tangan Manda untuk duduk sekdar makan di depannya.


" kamu makan semuanya" Ucap Aron.


Manda terdiam seketika gimana ia mau makan di saat teman yang lainnya sibuk kerja. Ia hanya terdiam menatap semua makanan yang ada di meja. Ia masih ragu mau makan atau tidak.


" udah cepat makan. Aku yakin jika kamu sangat lapar" pungkas Aron memalingkan wajahnya dan mulai meneguk perlahan segelas expresso di depannya.


Manda masih diam belum sama sekali menyentuh makannya. Bahkan ia merasa takut untuk menyentuh makanan mahal itu. Boro boro ia pernah makan mencicipi saja dia juga belum pernah.


" kalau kamu pelototin terus juga gak bakalan habis" pungkas Aron di sampingnya. Meskipun menyamar ia tak perduli asalkan dekat dengan Manda.


" Tapi aku gak bisa makan ini" Ucap Manda terus menatap makanannya yang belum sama sekali tersentuh.


" cepat makan " Ucap Aron menggeser makanan ke depannya.


" Gitu aja malu malu mau makan. ternyata habis juga" ucap Aron tertawa kecil melihat Manda.


" Maaf sekarang aku harus kerja lagi" Pungkas Manda beranjak berdiri namun rok pendeknya tiba tiba nyangkut di kursi membuat ia tak bisa berkutik.


Aron beranjak berdiri dan jongkok. Matanya tak kuasa melihat ke mulusan Manda. Ia hanya bisa menelan ludah menahan hasratnya. Aron segera memegang rok Manda dan mencoba untuk melepaskan roknya dari kursi. Bukan hanya lepas rok Manda terbelah jadi dua meski hanya belahan 5 cm melihatkan kemulusan paha Manda.


Aron memegangnya sekilas membuat Manda sontak menarik kakinya. " apa yang Om lakukan " Ucap Manda terkejut dengan ulah orang tak di kenal itu.


" Aku hanya mau menutupi rok kamu yang sobek" Aron segera melepas jaket yang terpakai di badannya. Ia segera memakaikan jaketnya melingkar di pinggang manda lalu menalinya rapat. Ia tidak mau ada orang lain yang melihat kemolekan tubuh Manda selaian dirinya.


" Sudah bekerjalah kembali" ucap Aron beranjak duduk untuk sekedar istirahat sejenak dengan pandangan Fokus pada layar ponselnya. Sesekali ia melirik ke arah Manda yang sibuk menulis pesanan para pelanggan lain.


" Manda!!" Kesha berjalan mendekati Manda.


Manda yang sibuk dengan pelanggan menoleh seketika.


" Ada apa Sha?" Tanya Manda.


" Aku pulang dulu ya, kamu gak papa kan kerja sendiri lain kali aku akan main ke rumah kamu. Hari ini ada orang tuaku datang jadi aku harus segera pulang" Ucap kesha dengan wajah nampak lesu. Ia sebarnarnya masih mau menemani Manda tapi orang tuanya datang menjenguknya.


" Baiklah gak papa. Kamu pulang aja" ucap Manda menepuk pundak kesha.


" ya sudah aku pulang dulu ya... bye.." Kesha melambaikan tangan ke arah Manda berjalan keluar dari Cafe itu.


Di sisi lain Aron terus melirik ke arah Manda. Hari ini benar benar kesempatan dia saat kesha tak ada di sampingnya.


" Kamu sini" Aron memanggil Manda di depannya.


" Iya tuan sebentar" Ucap Manda yang sepertinya kuwalahan melayani banyaknya pelanggan.


Aron tak permasalahkan itu ia tetap setia menunggu Manda sampai dia benar benar ada waktu segang dan mulai menghampirinya.


" permisi tuan" ucap Manda membungkkukkan badan ke arah Aron.


" Apa tadi tuan memanggil saya. Maaf tadi saya masih sibuk" pungkas Manda melanjutkan perkataannya.


" iya sekarang sepertinya kamu sedang ada waktu renggang. Kamu temani aku duduk di sini" pungkas Aron memegang tangan mulus Manda.


" Tapi tuan...."


" Gak ada tapi tapian" ucap Aron memotong perkataan Manda.


Ia manarik tangan Manda agar duduk di sampingnya. Aron tahu wajah Manda terlihat sangat kelelahan ia sengaja menyuruh dia duduk agar tidak terlalu capek.


" Maaf tuan aku gak bisa seperti ini kasihan teman kerja yang lainnya. Lagian aku juga baru di sini takutnya manajer Cafe marah padaku" cerocos Manda. Wajahnya penuh puluh keringat kecapek'an.


Tanpa menjawab ucapan Manda ia segera memberikan sebuah sapu tangan padanya.


" Bersihin keringatmu" Ucap Aron.


" Maaf gak usah tuan" Manda mencoba menolak sapu tangan Aron.


Aron yang tak sabar ia mengusap lembut wajah manda dengan sapu tangan miliknya. Manda hanya terdiam menatapnya. Meski ia tak bisa menatap jelas wajah lelaki di depannya itu. Setidaknya ia merasakan kebaikan hatinya.


" Maaf tuan. Gak enak di lihat yang lainya" ucap Manda menyeka tangan Aron.


Hingga berjam jam Manda menemani Aron duduk ia tak boleh bekerja lagi. Dan tanpa di marahi oleh manajer cafenya.