Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Hasrat Aron


#Aron POV


Aron nampak berdiri di balkon kamarnya yang menjulang langsung ke laut. Kamarnya memang bersebelahan dengan kamar Manda di sampingnya terlihat jelas balkon kamar Manda. Ia memang sengaja mendekatkan kamar Manda dekat kamarnya. Agar selalu bisa memantau semua aktifitasnya.


Aron memang terkenal sangat sadis namun tidak dengan satu orang yang sangat ia sayangi yaitu mamanya. Namun semua yang ia sayangi pergi meninggalkan dia termasuk kekasihnya. Semua terjadi dalam waktu hampir bersamaan.


Seakan Aron tak bisa menerima kenyataan itu. Semua terjadi begitu cepat. Saat kekasihnya mengakhiri hidupnya sendiri. di balik itu tepat bersamaan saat mamanya mengalami kejadian perampokan dan terbunuh. Saat itulah dia berubah menjadi sadis dan suka melukai orang yang merasa ia curigai ataupun berani mengusik dirinya. Untuk melindungi dirinya sendiri dan orang orang yang ada di sekitarnya ia berubah jadi sosok monster yang menakutkan.


"Hari ini awal aku bawa dia masuk ke dalam rumah, apa kamu tahu dia mempunyai mata sama denganmu Sin. Tapi aku tidak bisa terima kamu meninggalkan ku dan mengakhiri hidupmu sendiri karena kebodohanku" Aron menatap bintang di langit yang nampak lebih cerah di bandingkan yang lainnya.


Ia menganggap itu adalah Sindy kekasihnya yang sudah jauh di langit sesekali dia curhat dengan bintang di langit yang nampak lebih cerah. Jika langit mendung seakan semua sama dengan hatinya. Dia terus marah tak jelas dan semua orang di dalam rumah jadi sasaran bahkan para pelayannya gak luput dari amukannya.


Meskipun para pelayannya selalu jadi sasaran tetapi dia tidak lupa memberi bonus lebih. Karena hanya mereka yang mau bekerja dengannya sampai bertahun tahun. Emang terkadang dia juga punya sisi baik yang tak terlihat.


Kini Aron mulai terbawa dalam kenangan lalu saat bersama dengan kekasihnya. Kejadian yang sudah lama namun tak begitu mudah untuk melupakannya.  Ia berusaha keras untuk melupakannya namun tak bisa. Bayangan wanita cantik itu selalu muncul di depannya.


Meski Aron sudah mempunyai istri sah ia tidak bisa begitu saja melupakan kekasihnya. Dia bahkan tidak mau menyentuh sekalipun istri sahnya. meski istrinya berdiri di depannya tanpa sehelai benangpun dia tidak perduli. Di mata dan hatinya hanya ada Sindy kekasihnya. Meski hubungan mereka dulu tak pernah di restui oleh orang tuanya.


Tepat saat dia bersama dengan sindy terakhir kalinya. Saat itu juga mamanya meninggal saat menjamui undangan makan malam Calon keluarganya di kita New York. Bahkan mereka sudah merencanakan untuk menikahkan ke dua anaknya secepat mungkin.


Hal itu yang membuat Aron tak bisa berkutik apa-apa. Dia memutuskan untuk berhubungan dengan Sindy kekasihnya. Dan jika dia punya anak maka pernikahan akan batal. Namun bukan anak yang ia dapat hanya lah kesedihan dan penyesalan yang mendalam. Sindy tidak mau menikah karena hamil lebih dulu. Dia ingin Aron tetap pertahankan hubungannya dan bicara baik-baik pada mamanya untuk merestui hubungan mereka.


Dulu sindy menjadi kekasih Aron masih SMA. Berkali kali mama Aron memarahinya dan menyuruh sindy pergi jauh dari kehidupan Aron. Tapi sindy bersikeras untuk mempertahankan hubungan mereka.


"Tok..tok.."


Ketukkan pintu itu membangunkan Aron dari lamunanya.


" Masuklah "


Aron seperti sudah menebak jika itu adalah Vino adiknya. Tidak ada yang berani mengetuk pintu kamarnya .bahkan pelayan pun tak berani mengusik kakaknya. Jika Aron tidak memanggil pelayan tidak ada yang berani mengetuk pintu kamarnya.


"Kak??"


Vino nampak berjalan terburu buru.


"Ada apa?? " ucapnya tanpa ekspresi sedikitpun di wajahnya.


"Aku mau pergi dulu kekasihku sudah menunggu"


Vino mengedipkan mata pada kakaknya berharap dia memberi izin padanya.


"Kekasih panggilan kamu?? " Vino tersenyum kecil menggaruk kepalanya. Ya memang dia selalu mencari wanita panggilan untuk bersenang senang namun hanya sebatas bersenang-senang tidak lebih.


" Cepat pergi dan ingat kamu harus pulang jangan menginap di hotel atau kemanapun" Aron sangat protektif banget dengan adiknya bahkan dia tidak mengizinkan adiknya Vino menginap di rumah temannya atau keluarganya sekalipun. Dia tidak mau ada yang menyakitinya jika dia di rumah. Aron bisa leluasa menjaganya dan selalu  Karena Vino adalah harta terakhir yang di milikinya sekarang.


" Bye.." Tanpa menjawab Vino tersenyum beranjak menuju pintu. Bahkan tingkahnya kadang seperti anak kecil pada kakaknya. Karena Aron selalu memanjakannya. Menuruti apa kata dia dan keinginanya.


Vino memiringkan badannya masuk ke sela pintu yang terbuka sedikit membuat Aron yang sudah membalikkan badannya terkejut di buatnya.


"Oya kak jangan lupa jaga tu Manda di dalam sendirian. Kalian puasin dulu senang senangnya. Bye" Lanjutnya beranjak pergi.


Tanpa menunggu jawaban Aron yang terlihat masih terdiam mematung. Vino segera pergi menuju ke ruang tamu meraih kunci montor ninja hitam yang tertinggal di sofa.


Ya Kemanapun Vino pergi selalu naik montor tidak pernah membawa mobil. Kata dia lebih romantis naik montor bisa di peluk erat pasangan.


Vino membuka pintu rumah dan menutupnya kembali. Lalu ia segera ambil montor yang sudah terparkir di depan. Dia mulai menyalakan mesin montornya, lalu menarik gas sangat kencang bahkan melebihi kecepatan standar rata-ratanya.


--0o0--


Di balik kamar yang begitu luas dengan desain modern Aron Masih terdiam masih berdiri di balkon kamarnya. Sesekali ia melirik ke arah kamar manda. Ia menatap manda nampak mondar-mandir seperti memikirkan suatu rencana.


Tak mau manda kabur darinya ia berjalan terburu buru membuka segera pintu kamarnya, menuju kamar manda yang hanya satu langkah dari kamarnya. Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, dia membuka pintu kamar manda yang terlihat tak terkunci.


Krikkk...


suara pintu terbuka membuat Manda mengernyitkan tubuhnya, mematung seketika menoleh ke belakang. ia terkejut Aron ada di belakangnya. mencoba berpikir positif ia menyapanya dengan sebuah senyum samar terpancar di wajahnya.


" Omm!!"


Wajah Aron nampak sangat dingin menatap tajam manda berjalan pelan mendekatinya. Seakan Tubuh Manda nampak mulai memucat, Dia berjalan mundur perlahan tak sadar ia sudah terpojok di balkon kamarnya. Tubuhnya hampir lunglai jatuh ke bawah Dengan sigap Aron menarik tangan Manda menempel tepat di dada bidang Aron.


"Deg!!"


"Perasaan apa ini, kenapa jantungku berdegup kencang. oh Tuhan apa Om ini akan mencelakaiku" Manda terdiam hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani menatap mata Aron yang terlihat sangat menakutkan.


Aron manarik pinggang manda erat masuk ke dalam dekapan hangatnya. Tangan Aron masih memegang erat tangan manda. Dekapannya semakin erat hingga tubuh mereka menempel sangat erat. Jantung mereka saling berpacu sangat cepat dengan detak jantung yang seirama.


Tubuh Manda seketika mengigil di sentuh manusia es di depannya yang terlihat sangat dingin.


" Apa kamu mau bertindak bodoh loncat dari balkon" bisik Aron lembut di telinga kanan Manda. Membuat manda merinding seketika.


jemarinya serasa ingin sekali menyentuh wajah mulus Manda tanpa balutan make up itu. Namun seakan ia mengurungkan niatnya dalam-dalam.


Kini Aron berpikir hasratnya semakin menjadi. Dengan cepat tangan Aron emnyentuh tubuh mungil Manda. Meski selalu dapat penolakan darinya. Ia tetap melanjutkan niatnya.


"Om tolong hentikan.. " Manda yang geli dan mulai bergairah karena sentuhan lembut Aron.mencoba memohon pada Aron untuk menghentikan yang dia  lakukan padanya. Namun Dia tak bisa pungkiri tubuhnya menerima permainan Aron dan larut dalam irama permainan Aron bersama.


Manda mencengkram erat tubuh Aron menahan rasa sakitnya. Mendengar erangan, desahan Manda yang semakin menjadi Aron tahu jika manda sangat menginginkan pemainan itu.


Manda dalam hatinya ingin sekali menolak. namun ia seakan tak bisa melawan Aron yang terlihat seperti hewan buas.


Aron terus memainkan apa yang jadi keinginannya. ia tak henti bermain dengan bibir dagu dan leher Manda hingga meninggalkan bekas merah dan bekas gigitan yang membuat Manda menjerit kesakitan.


Kini tak ada sehelai benang pun menempel di tubuhnya. Aron berhenti sejenak, Mendorong pelan tubuh manda ke ranjang di sampingnya. Hingga ia berada dalam satu dekapan diatas ranjang. Hingga tubuh mungil manda sudah tak bisa berkutik lagi.


Aron menatap manda yang sudah terlihat pasrah. dia tidak bisa berbuwat apa-apa tubuhnya sangat kecil bahkan tenaganya tidak ada apa apanya di bandingkan Aron yang terlihat kekar.


" hikk...hikss... Manda terlihat menangis tersedu sedu. Ia harus melakukan ini dengan orang biadap seperti Aron.


"Tenanglah aku tidak akan menyakitimu, kita hanya bersenang senang sebentar" Aron melanjutkan lagi permainannya. yang memang tidak bisa leluasa karena Manda memang masih virgin.


permainannya yang hanya sebentar membuat Aron terkejut ternyata Manda sangat menikmati itu. Ia menghentikan aksinya.


Lelaki itu beranjak berdiri ia tidak mau melanjutkan itu. Karena tahu jika manda masih suci ia tidak mau menodainya lebih dulu sebelum resmi menikah. Ia tidak mau jika kejadian lampau terulang lagi.  Aron bejalan mencari sebuah handuk putih melemparkan ke tubuh Manda.


" Mandilah Bersihkan Badan kamu??" Manda nampak bingung dia kira kesuciannya akan di renggut dengan mudah oleh Aron. Bahkan sekarang Aron sudah melihat jelas kemolekan tubuhnya.